TANJUNGPANDAN: Untuk kemaslahatan umat di daerah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Beltim, layaknya dibentuk penguyuban melayu Belitong.
Adapun penguyuban ini adalah memberikan masukan terkait pemulihan dan pengembangan pembangunan di masa pandemi covid-19.
Tokoh Senior IKMB Drs. Asmawie Asmad BE MSc, di MDR Resto, Sabtu (15/5) di Tanjungpandan sebut saat ini kondisi Indonesia dan daerah lainnya khususnya Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami keprihatinan dan keterpurukan dari berbagai aspek pembangunan ekonomi dan sosial terutama ditengah kondisi pandemi covid-19 yang makin hari virus corona ini makin mengkhawatirkan apalagi banyak yang meninggal dunia.
“Yang kita takutkan aspek sosial terjadi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Asmawie yang juga pembina Presidium berdirinya Provinsi Kep. Babel, ungkapkan bahwa dengan terbentuknya penguyuban tersebut menimal ikut mendorong kinerja dan etos kerja pemkab Belitung dan pemkab Beltim dalam memulihkan pandemi covid-19 dari berbagai kebuntuan daerah seperti potensi masalah sosial dan lain-lainnya.
“Masalah pengangguran, dan persoalan pelayanan publik, termasuk mendatangkan investor untuk menanamkan investasi didaerah dan tanggungjawab bersama serta mendorong percepatan pembangunan daerah dari berbagai sektor di dunia usia. Secepatnya disusun kepengurusan Penguyuban Melayu Belitong untuk menjawab persoalan dan masalah krisis tersebut,” tandasnya dengan nada santai.
Sementara itu, Mantan Pimpinan DPRD Kabupaten Belitung Mahadir Basti SH yang juga Wakil Bendahara Umum DPP PBB menambahkan dengan terbentuknya kepengurusan Penguyuban Melayu Belitong selain untuk merapatkan barisan juga memperkuat potensi dan pemberdayaan SDM baik di dalam daerah maupun di luar daerah Belitung.
“Semoga barisan melayu mampu membangun segala aspek terutama dalam pengembangan ekonomi dan sosial saat ini,” pungkasnya.*













