PLN Tingkatkan Layanan Listrik Pulau Rengit dari 12 Jam Menjadi 24 Jam
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADAU, BELITUNG — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung meningkatkan layanan kelistrikan di Pulau Rengit, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, dari sebelumnya hanya 12 jam menjadi 24 jam penuh.
General Manager PLN UIW Babel, Ira Savitri, mengatakan peningkatan pasokan listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan pemerataan akses energi yang andal bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Sebelumnya masyarakat Pulau Rengit hanya menikmati listrik selama 12 jam, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Kini, warga dapat menikmati akses kelistrikan 24 jam penuh yang diharapkan membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kualitas hidup dan perekonomian setempat,” ujar Ira dalam acara peresmian Green Energy Ecosystem Technopark di Pulau Rengit, Belitung.
Menurut Ira, penyediaan tenaga listrik di wilayah Bangka Belitung memiliki tantangan tersendiri karena karakter geografisnya sebagai daerah kepulauan. Tantangan tersebut meliputi jarak antarpulau, kondisi geografis, hingga beragamnya kebutuhan masyarakat.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya PLN untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kelistrikan. Perluasan dan peningkatan layanan sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah pulau kecil, di antaranya Pulau Seliu, Pulau Buku Limau, Pulau Buntar, dan Pulau Kelapan.
Ira menilai pengoperasian listrik 24 jam di Pulau Rengit menjadi momentum penting karena bertepatan dengan pengembangan inovasi Green Energy Ecosystem Technopark di wilayah tersebut.
“Pemilihan Pulau Rengit sangat menarik karena karakternya sebagai wilayah kepulauan. Keberhasilan inovasi serta peningkatan layanan listrik di pulau ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kepulauan lainnya di Indonesia,” katanya.
Selain memperluas akses listrik di daerah terluar, PLN UIW Babel juga mencatatkan kinerja dalam menjaga keandalan jaringan. PLN menyebut angka gangguan dan pemadaman listrik di Kepulauan Bangka Belitung turun signifikan hingga 315 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Ira menegaskan pembenahan keandalan listrik akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga riset, akademisi, dan masyarakat.
“Inovasi akan semakin matang jika terus dievaluasi dan diperkaya dari berbagai sudut pandang. Kami berharap Pulau Rengit dapat terus menjadi ruang diskusi dan pengembangan bersama agar solusi kelistrikan tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga tepat sasaran serta selaras dengan pertumbuhan ekonomi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknologi Engineering dan Keberlanjutan PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, mengatakan peresmian Green Energy Ecosystem Technopark di Pulau Rengit merupakan momentum bersejarah bagi PLN.
“Kita hadir di sini untuk menyaksikan secara langsung beroperasinya sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan, sebuah proyek percontohan pertama dari PLN yang menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjawab tantangan besar dari Bapak Presiden,” kata Edwin.
Ia menyebut Presiden telah memberikan arahan agar seluruh pihak mewujudkan kemandirian listrik nasional.
“Kita harus meningkatkan dan memastikannya demi ketahanan energi bangsa, menekan impor minyak, mengurangi penggunaan BBM, dan menekan impor minyak sejauh mungkin,” ujarnya.
Dengan beroperasinya layanan listrik 24 jam dan pengembangan ekosistem energi hijau, Pulau Rengit diharapkan menjadi salah satu contoh pengembangan sistem kelistrikan berkelanjutan di wilayah kepulauan sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.*
- person
- visibility 20
- forum 0