TANJUNGPANDAN – Ketua dan jajaran pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Belitung periode 2025–2028 serta IDI Cabang Belitung Timur periode 2026–2029 resmi dilantik oleh Ketua IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dr. Arinal Pahlevi, di Ballroom Grand Hatika, Tanjungpandan, Minggu (12/7).
Dalam pelantikan tersebut, dr. Dena Asnajaya resmi menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Belitung periode 2025–2028, sedangkan dr. Muhammad Reza Kurniasyah dipercaya memimpin IDI Cabang Belitung Timur periode 2026–2029.
Ketua IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dr. Arinal Pahlevi, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua ketua cabang yang baru dilantik. Ia menegaskan, keduanya terpilih melalui mekanisme organisasi yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IDI.
“Keduanya ini terpilih sebagai Ketua IDI Cabang berdasarkan proses yang sudah sesuai dengan AD/ART organisasi yakni pemilihan di musyawarah cabang,” ujar Arinal.
Ia menjelaskan, dalam musyawarah cabang tersebut para anggota juga memilih Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Belitung dan IDI Cabang Belitung Timur.
Pada kesempatan itu, Arinal juga menyampaikan pesan Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Dr. dr. Slamet Budiarto, yang sebelumnya disampaikan saat pelantikan Pengurus IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga keutuhan solidaritas dan kesejawatan dokter Indonesia dalam wadah organisasi profesi IDI.
Menurutnya, solidaritas harus terus dipelihara karena dokter merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan kesehatan bangsa.
“Mengapa keutuhan solidaritas dan kesejawatan dalam organisasi ini harus terus dijaga, karena dokter adalah garda terdepan dari ketahanan kesehatan bangsa dan rakyat Indonesia,” katanya.
Arinal menambahkan, profesi dokter harus berdiri di atas dua pilar utama, yakni kompetensi dan etika. Keduanya menjadi fondasi penting dalam menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Etika bagi seorang dokter diatur dalam kode etik kedokteran. Etika tidak hanya bersifat normatif, tetapi harus selalu dipatuhi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh anggota IDI Cabang Belitung dan IDI Cabang Belitung Timur untuk terus mengedepankan semangat pengabdian, baik kepada masyarakat maupun kepada organisasi profesi.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat selama ini identik dengan kegiatan bakti sosial, penyuluhan, pengobatan massal, hingga edukasi kesehatan. Namun, pengabdian kepada profesi juga tidak kalah penting, salah satunya dengan bersedia menjadi pengurus organisasi.
“Pengabdian ke dalam atau kepada profesi salah satunya adalah berkenan menjadi pengurus IDI,” katanya.
Di akhir sambutannya, Arinal berpesan agar kepengurusan baru mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan.
“Tujuannya agar tercipta good government. Sekarang tidak bisa bekerja sendiri, ada konsep pentahelix dan hexahelix. Dokter berada pada aspek profesionalisme dan keilmuan, sehingga kolaborasi menjadi kunci,” pungkasnya.

















