Shuling ke-45 di Masjid Nurul Huda: Hangatnya Susu Jahe hingga Semangat Memakmurkan Masjid
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 53 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADAU — Fajar Ahad pagi, 18 Oktober 2026, di Masjid Nurul Huda, Tanjung Tikar Tiris, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, terasa berbeda. Di tengah suasana Subuh yang tenang, lantunan azan menggema, mengundang umat Muslim untuk menunaikan ibadah sekaligus merajut kebersamaan dalam Gerakan Salat Subuh Berjamaah (Shuling) ke-45 tingkat Kecamatan Badau.
Bukan sekadar berkumpul untuk beribadah, Shuling kali ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan para tokoh agama, penggiat dakwah, pengurus masjid, majelis taklim, tokoh masyarakat, hingga jamaah dari berbagai desa. Mereka datang dengan satu tujuan: mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mempererat persaudaraan.
Kegiatan diawali dengan kumandang azan oleh Luqman Hakim, santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Bustanul Wildan Tanjung Tikar Tiris. Salat Subuh berjamaah kemudian dilaksanakan dengan khusyuk, dipimpin oleh Ustaz Muhajir Muhammad, S.Kom.
Suasana religius berlanjut dengan pembacaan Kalam Ilahi, Surah Al-Baqarah ayat 53–63, oleh Tirta Syahputra, disertai sari tilawah oleh Hafizh Alqairo. Keduanya merupakan santri TPA Bustanul Wildan yang turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran para santri bukan hanya menjadi bagian dari susunan acara. Mereka juga menghadirkan gambaran tentang pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membiasakan generasi muda untuk terlibat aktif dalam kehidupan masjid sejak dini.
Menjaga Lisan dan Hati, Merawat Kedekatan dengan Ilahi
Usai rangkaian ibadah, jamaah menyimak ceramah agama yang disampaikan Ustaz Muhajir Muhammad, S.Kom., Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Belitung.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para jamaah menikmati susu jahe hangat, sajian khas kegiatan Shuling, serta aneka kue dari panitia masjid. Kehangatan hidangan sederhana itu berpadu dengan pesan-pesan keagamaan yang mengajak setiap orang untuk memperbaiki diri.
Ustaz Muhajir menekankan pentingnya menjaga lisan dan hati dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebab, ibadah tidak semata-mata tentang gerakan dan ucapan, tetapi juga tentang ketulusan niat, kejernihan hati, serta kemampuan menjaga perkataan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT harus berjalan seiring dengan upaya menjaga hubungan baik antarsesama manusia. Dari lisan yang terjaga dan hati yang bersih, diharapkan tumbuh persaudaraan yang semakin kuat serta kehidupan bermasyarakat yang lebih harmonis.
Dari Berbagai Desa, Bertemu dalam Satu Ikatan Persaudaraan
Shuling ke-45 ini dihadiri Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Belitung, H. Hendra Caya, beserta rombongan, serta pengurus DMI Kabupaten Belitung, H. Harteguh dan Syamsuri selaku humas DMI.
Camat Badau turut hadir melalui perwakilannya, Syahril. Tampak pula penggiat dakwah dari Kecamatan Sijuk, H. Pipit, bersama rekan-rekannya dari Desa Batu Itam, Air Seru, dan Selumar.
Dari Kacang Butor hadir H. Syarfi bersama rombongan. Sementara itu, dari Desa Pegantungan hadir Ketua Masjid Al-Hidayah Suge. Pengurus majelis taklim se-Kecamatan Badau juga turut meramaikan kegiatan tersebut.
Tuan rumah, Ketua Masjid Nurul Huda, Ustaz Hanafi, bersama pengurus dan jamaah menyambut para tamu dalam suasana penuh kekeluargaan. Tokoh adat setempat, Fadil Jamali dan Syafii, serta tokoh agama Ustaz Fatah juga hadir, bersama Bhabinkamtibmas Desa Sungai Samak, A. Riyanto, dan para ketua RT serta RW se-Dusun Tanjung Tikar Tiris.
Keberagaman latar belakang dan asal desa para peserta menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi titik temu yang menyatukan masyarakat. Di tempat ini, sekat-sekat perbedaan melebur dalam saf salat yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama untuk kehidupan yang lebih baik.
Hadiah Sederhana, Tanda Kasih dan Kepedulian
Ada pula momen yang menambah kehangatan kegiatan tersebut. Di sela-sela acara, panitia membagikan hadiah kepada muazin, qari, dan sari tilawah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Hadiah yang diberikan berupa tiga buah tas sekolah, tiga pak buku tulis, tiga pasang kaus kaki, tiga cup Pop Mie, serta empat kotak gunting kuku. Sebagian hadiah tersebut menjadi bentuk dukungan bagi para santri yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Shuling.

Bantuan itu merupakan amanah dari jamaah Shuling sebelumnya dan komunitas pedagang pasar sayur. Amanah tersebut diteruskan melalui kegiatan yang tidak hanya menghidupkan suasana masjid, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi.
Nilainya mungkin sederhana jika dilihat dari bentuknya. Namun, perhatian seperti ini menyimpan makna yang lebih besar: penghargaan terhadap mereka yang berkhidmat, dorongan bagi generasi muda untuk terus belajar, serta pengingat bahwa kebaikan dapat tumbuh dari kebersamaan banyak orang.
Menjaga Semangat agar Terus Menyala
Terlaksananya Shuling ke-45 dengan lancar menjadi buah dari dukungan berbagai pihak. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Desa Sungai Samak, Ketua Masjid Nurul Huda beserta seluruh pengurus, serta seluruh jamaah Shuling yang terus menjaga semangat gerakan tersebut.
Lebih dari sekadar agenda rutin, Shuling menjadi ikhtiar bersama untuk menghidupkan masjid, menguatkan dakwah, membangun kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dari azan seorang santri, lantunan ayat suci Al-Qur’an, nasihat tentang menjaga lisan dan hati, hingga secangkir susu jahe yang dinikmati bersama, tersimpan pelajaran bahwa persaudaraan tumbuh melalui hal-hal sederhana yang dilakukan dengan ketulusan.
Pagi itu, Masjid Nurul Huda bukan hanya menjadi tempat bersujud, melainkan juga ruang untuk saling menguatkan dan berbagi kebaikan.
Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan ukhuwah Islamiyah, meridai setiap ikhtiar, melimpahkan keberkahan kepada seluruh pihak yang terlibat, serta memudahkan segala urusan. Semoga semangat Shuling terus terjaga dan semakin banyak hati yang tergerak untuk memakmurkan masjid. Sukron, jazakumullahu khairan katsiran.**
- person
- visibility 33
- forum 0