Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Belitung, Darmansyah Husein Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin meningkat dan mampu diimplementasikan secara berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

TANJUNGPANDAN – Anggota MPR RI B-36 sekaligus Senator Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Resto Kareso, Jalan Gatot Subroto No.118, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan sosial dan ekonomi.

Dalam paparannya, Darmansyah menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat serta bernegara. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan kritis terkait dampak nyata kegiatan sosialisasi, ruang kritik terhadap kebijakan publik, serta relevansi Empat Pilar Kebangsaan dengan persoalan ekonomi dan sosial masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Darmansyah menegaskan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana edukasi dan komunikasi dua arah.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka. Kritik dan masukan masyarakat sangat penting agar implementasi nilai kebangsaan dalam kebijakan publik tetap sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan justru semakin relevan dalam kondisi masyarakat yang masih menghadapi ketimpangan ekonomi dan perubahan sosial. Nilai keadilan sosial, persatuan, dan kebersamaan dinilai mampu mendorong semangat gotong royong, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain pembaruan materi sosialisasi agar lebih kontekstual, pemanfaatan platform digital untuk menjangkau masyarakat luas, penyampaian materi dengan contoh konkret sesuai kondisi lokal, serta perlunya tindak lanjut pasca-kegiatan di tingkat komunitas.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin meningkat dan mampu diimplementasikan secara berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.*