Sosialisasi Penguatan Ramah Anak dan Peningkatan Pola Hidup Bersih Sehat untuk kalangan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam

Kita ingin menciptakan lingkungan pesantren yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan para santri," ujar Masdar dalam sambutannya.

TANJUNGPANDAN: Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan di lingkungan pesantren, sosialisasi “Penguatan Ramah Anak dan Peningkatan Pola Hidup Bersih Sehat pada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam” digelar di Tanjungpandan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai narasumber dan peserta dari sejumlah pondok pesantren serta madrasah di Kabupaten Belitung, Rabu, 22 Mei 2024.

Acara sosialisasi ini dibuka dengan pemaparan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Drs. H. Masdar Nawawi, M.M., yang menyampaikan kebijakan kementerian terkait ramah anak di pesantren serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

IMG 20240524 052326
Sosialisasi Penguatan Ramah Anak dan Peningkatan Pola Hidup Bersih Sehat untuk kalangan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam

“Kita ingin menciptakan lingkungan pesantren yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan para santri,” ujar Masdar dalam sambutannya.

Selanjutnya, materi mengenai penguatan ramah anak di pesantren dan pendidikan keagamaan Islam disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung.

Dalam paparannya, mereka menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikologis. “Anak-anak adalah aset masa depan kita. Kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” kata salah satu narasumber.

Sesi berikutnya diisi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung yang mengulas tentang peningkatan pola hidup bersih dan sehat di pesantren. Materi ini mencakup praktik-praktik kebersihan sehari-hari, pentingnya sanitasi yang baik, dan upaya pencegahan penyakit di lingkungan pesantren.

“Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini kepada para santri agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” ujar narasumber dari Dinas Kesehatan.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 pondok pesantren dan 13 kepala madrasah diniyah se-Kabupaten Belitung. Para peserta terlihat antusias mengikuti sosialisasi dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Mereka diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kondisi di lembaga masing-masing.

IMG 20240524 052307
Sosialisasi Penguatan Ramah Anak dan Peningkatan Pola Hidup Bersih Sehat untuk kalangan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam

Di akhir acara, Kepala Kemenag Belitung Drs. H. Masdar Nawawi, M.M. yang menutup acara sosialisasi ini dengan harapan agar hasil dari pertemuan ini dapat diimplementasikan secara maksimal di setiap pondok pesantren dan madrasah yang hadir.

“Semoga sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pesantren yang ramah anak dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutup Masdar.*