Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » Surga Ekowisata Belitung: Geosite Bukit Peramun dan Juru Seberang

Surga Ekowisata Belitung: Geosite Bukit Peramun dan Juru Seberang

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada yang kuasa

Cinta kita di dunia, selamanya

Lirik lagu Laskar Pelangi yang dibawakan Nidji seolah menjadi pengantar sempurna untuk mengenang Pulau Belitung. Film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata tersebut tidak hanya mengisahkan perjuangan anak-anak dalam meraih mimpi, tetapi juga memperkenalkan keindahan Belitung kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Selama ini, Belitung identik dengan pantai berpasir putih dan batuan granit raksasa yang tersebar di sepanjang pesisirnya. Namun di balik pesona pantainya, pulau ini menyimpan kekayaan alam lain yang tak kalah menarik, yakni Geosite Bukit Peramun dan Geosite Juru Seberang. Kedua kawasan ini menjadi contoh bagaimana alam, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam sebuah destinasi ekowisata yang berkelanjutan.

Bukit Peramun: Ketika Masyarakat Menjadi Penjaga Hutan

Di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, berdiri sebuah kawasan hutan yang tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga menyimpan kisah inspiratif tentang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Bukit Peramun merupakan geosite yang menjadi bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark dan dikelola langsung oleh masyarakat melalui HKm Komunitas Air Selumar (ARSEL).

Perjalanan Bukit Peramun dimulai sejak tahun 2006 ketika masyarakat setempat berkomitmen menjaga kawasan hutan yang mulai mengalami tekanan akibat aktivitas manusia. Komitmen tersebut semakin kuat setelah memperoleh izin pengelolaan Hutan Kemasyarakatan pada tahun 2013. Empat tahun kemudian, Bukit Peramun resmi dibuka sebagai destinasi wisata alam berbasis konservasi.

AddText 06 11 12.51.28

Upaya masyarakat menjaga kelestarian kawasan ini membuahkan hasil membanggakan. Pada tahun 2019, Bukit Peramun berhasil meraih penghargaan Green Gold Winner Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) dari Kementerian Pariwisata untuk kategori pelestarian lingkungan.

Menyaksikan Keindahan Belitung dari Ketinggian

Dengan ketinggian sekitar 129 meter di atas permukaan laut, Bukit Peramun menawarkan pemandangan lanskap hutan tropis yang masih terjaga. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati hamparan Laut Cina Selatan serta gugusan pulau-pulau kecil yang menghiasi cakrawala Belitung.

Perjalanan menuju puncak memerlukan waktu sekitar 40 menit melalui jalur trekking yang teduh. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi suasana hutan yang asri, udara segar, serta formasi batuan granit khas Belitung yang menjulang di beberapa titik.

Bukit Peramun juga dikenal sebagai habitat berbagai flora dan fauna khas Belitung. Tercatat lebih dari 147 jenis tumbuhan telah teridentifikasi di kawasan ini. Pengunjung juga berkesempatan menjumpai mentilin atau tarsius Belitung, satwa endemik yang menjadi fauna identitas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta puluhan jenis burung, ikan, dan lumut yang hidup di dalam kawasan hutan.

Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia

Keunikan Bukit Peramun tidak hanya terletak pada keindahan alamnya. Sejak tahun 2017, kawasan ini mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman wisata.
Setiap pohon dan objek edukasi dilengkapi kode QR yang memungkinkan pengunjung memperoleh informasi secara mandiri melalui telepon pintar. Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi aplikasi android bernama KEPO (Kenali Pohon) yang menghadirkan informasi flora dan fauna secara interaktif melalui audio dan video hologram.

Berkat inovasi tersebut, pada tahun 2023 Bukit Peramun mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia.

AddText 06 11 12.50.34

Warisan Herbal dan Kearifan Lokal

Nama “Peramun” berasal dari kata meramu, merujuk pada tradisi masyarakat yang sejak dahulu memanfaatkan kawasan ini sebagai tempat mencari tanaman obat. Di dalam kawasan hutan terdapat situs yang dikenal sebagai Kubok Peramun, yaitu bekas tempat tinggal para peramu tanaman herbal pada masa lampau.

Cerita tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat dan menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam telah terjalin sejak lama. Oleh karena itu, wisata di Bukit Peramun bukan sekadar menikmati pemandangan, melainkan juga belajar mengenai sejarah lokal, tanaman obat tradisional, dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

Di sinilah wisatawan diajak memahami bahwa hutan bukan hanya ruang hijau yang indah, melainkan sumber kehidupan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Geosite Juru Seberang: Dari Bekas Tambang Menjadi Destinasi Harapan

Berjarak sekitar lima kilometer dari pusat Kota Tanjungpandan, terdapat sebuah kawasan pesisir yang menyimpan kisah transformasi luar biasa. Dahulu wilayah ini merupakan area bekas penambangan timah lepas pantai.

Kini kawasan tersebut menjelma menjadi destinasi ekowisata mangrove yang dikenal dengan nama Geosite Juru Seberang atau Gusong Bugis.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Semua berawal dari kesadaran masyarakat Desa Juru Seberang yang ingin memulihkan lingkungan pesisir mereka.

AddText 06 11 12.49.46

Melalui HKm Seberang Bersatu, masyarakat melakukan rehabilitasi kawasan bekas tambang dengan menanam mangrove, mengembangkan pembibitan kepiting, kerang, udang, hingga membangun kawasan wisata edukasi berbasis konservasi.

Transformasi ini membuktikan bahwa lahan yang pernah rusak dapat kembali hidup apabila dikelola dengan komitmen dan kepedulian bersama.

Ketika Konservasi Menjadi Jalan Pemberdayaan

Sebagian besar masyarakat Juru Seberang berprofesi sebagai nelayan dan petani. Namun melalui pengembangan ekowisata, masyarakat kini memiliki sumber ekonomi baru yang tetap selaras dengan pelestarian lingkungan.

Melalui koperasi dan kelompok usaha masyarakat, berbagai produk lokal berhasil dikembangkan, mulai dari batik khas Belitung hingga olahan hasil laut seperti kerupuk ikan, kerupuk cumi, dan kerupuk kepiting. Bahkan beberapa hasil budidaya seperti kepiting bakau dan kerang telah dipasarkan hingga ke Singapura dan Vietnam.

 

Bagi masyarakat Juru Seberang, alam bukan sekadar pemandangan indah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Belajar Langsung dari Alam

Salah satu daya tarik utama Geosite Juru Seberang adalah wisata edukasi lingkungan. Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga belajar memahami ekosistem pesisir secara langsung.

Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
– Pengamatan burung dari menara pandang setinggi 12 meter.
– Tracking mangrove melalui jalur kayu yang membelah kawasan hutan.
– Susur sungai menggunakan perahu kecil.
– Penanaman dan adopsi bibit mangrove.
– Sekolah alam untuk pelajar dan mahasiswa.
– Pengamatan satwa pesisir dan kehidupan mangrove.

AddText 06 11 12.50.53

Tercatat sekitar 24 jenis burung dapat ditemukan di kawasan ini, termasuk elang laut perut putih, cekakak belukar, burung madu, dan kipasan belang.

Sylvofishery: Tambak Ramah Lingkungan di Bekas Tambang

Keunikan lain Juru Seberang adalah penerapan konsep sylvofishery, yaitu sistem budidaya perikanan yang dikombinasikan dengan pelestarian mangrove.
Kawasan bekas tambang yang dahulu terbengkalai kini dimanfaatkan sebagai tambak budidaya ikan, udang, dan kepiting. Wisatawan dapat ikut memberi makan ikan, melepaskan benih, memancing, hingga menyaksikan proses panen hasil tambak.

Konsep ini menunjukkan bahwa konservasi lingkungan tidak harus menghambat aktivitas ekonomi, melainkan dapat berjalan berdampingan secara harmonis.

Menikmati Senja di Sunset Boulevard

Menjelang sore hari, wisatawan biasanya berkumpul di salah satu ikon kawasan ini, yaitu Sunset Boulevard. Jembatan kayu yang membentang ke arah laut tersebut menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam.

Langit jingga yang perlahan berpadu dengan siluet mangrove dan hamparan laut menciptakan pemandangan yang begitu menenangkan. Momen ini menjadi penutup sempurna setelah seharian menjelajahi kawasan Juru Seberang.

Belajar dari Alam, Belajar dari Masyarakat

Geosite Bukit Peramun dan Geosite Juru Seberang membuktikan bahwa pariwisata tidak selalu harus dibangun dengan kemewahan. Di kedua tempat ini, kekuatan utama justru terletak pada alam yang terjaga dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya.

AddText 06 11 12.51.43

Bukit Peramun menghadirkan kisah tentang masyarakat yang menjadi penjaga hutan, sementara Juru Seberang menunjukkan bagaimana kawasan bekas tambang dapat disulap menjadi ruang belajar dan sumber kehidupan baru. Keduanya menjadi contoh nyata bahwa konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.

Saat berkunjung ke Belitung, mungkin pantai-pantai cantiknya akan menjadi tujuan pertama. Namun setelah mengenal Bukit Peramun dan Juru Seberang, kita akan menyadari bahwa pesona Belitung sesungguhnya tidak hanya berada di tepi laut, tetapi juga tersembunyi di balik hutan, mangrove, dan semangat masyarakat yang terus menjaga alam mereka.

Karena pada akhirnya, menjaga alam bukan hanya tentang melestarikan keindahan, melainkan menjaga masa depan bersama.*)

 

.*)Penulis : Melinda Ade Syafitri
Mahasiswa Magister Pariwisata, Universitas Pendidikan Indonesia

  • person
  • visibility 74
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • YUK, Jangan Lupa, Malam Ini Tablig Akbar Di Gedung Nasional

    YUK, Jangan Lupa, Malam Ini Tablig Akbar Di Gedung Nasional

    • calendar_month Sabtu, 10 Mar 2018
    • account_circle sma
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Panitia Tabligh Akbar Jilid 2 Aliansi umat Islam Belitung bakal menggelar kegiatan tablik akbar yang direncanakan malam ini Sabtu Malam, 10 Maret 2018, yang bertempat di Halaman Gedung Nasional Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Informasi yang diperoleh trawangnews.com dari Humas Pemkab Belitung yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini mendapatkan undangan untuk Bupati Belitung dan […]

  • Waspada Kebakaran, Damkar Belitung Ingatkan Warga Segera Hubungi Nomor Resmi

    Waspada Kebakaran, Damkar Belitung Ingatkan Warga Segera Hubungi Nomor Resmi

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle sma
    • visibility 163
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN — Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja dan sering kali bermula dari hal kecil. Karena itu, masyarakat Belitung diimbau untuk tidak panik dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) ketika melihat atau mengalami kebakaran. Kabar baiknya, Damkar Belitung kini memiliki nomor WhatsApp yang dapat dihubungi secara gratis untuk mempercepat laporan masyarakat. 📞 HALLO DAMKAR […]

  • Survei Fotografi dan Pengukuran Lahan Calon KNMP di Belitung

    Survei Fotografi dan Pengukuran Lahan Calon KNMP di Belitung

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle sma
    • visibility 54
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN – Kegiatan survei fotografi dan pengukuran lokasi untuk usulan pembangunan Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tanjung Rusa dan Desa Pulau Seliu, Kabupaten Belitung, dilaksanakan pada Sabtu (27/6/2026). Survei ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian lokasi berdasarkan titik koordinat yang telah diusulkan dalam proposal awal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Selain dokumentasi fotografi, tim […]

  • Karena Sehat, Empat Pasien PDP & ODP Rapit Test Reaktif Dipulangkan

    Karena Sehat, Empat Pasien PDP & ODP Rapit Test Reaktif Dipulangkan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle sma
    • visibility 36
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Tim gugus tugas covid RSUD dr. H. Marsidi Judono Kab. Belitung pulangkan 3 pasen PDP rapid test Reaktive dan 1 pasen ODP rapid test Reaktive. Hal ini setelah keluarnya hasil pemeriksaan PCR yang dilakukan oleh Puslitbangkes Biomedis dan Tehnologi Dasar Kesehatan. Informasi ini berdasarkan Press release Rsud H.Marsidi Judono, Rs rujukan covid 19 di […]

  • Hari Ini Test Wawancara Calon Perangkat Desa Aik Raya

    Hari Ini Test Wawancara Calon Perangkat Desa Aik Raya

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2017
    • account_circle sma
    • visibility 41
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Hari ini Senin, 16 Oktober 2017, digelar test wawancara calon anggota perangkat Desa Aik Raya , Kecamatan Tanjungpandan, yang bertempat di Kantor Desa Aik Raya. Para calon perangkat desa Aik Raya ini dilakukan wawancara oleh Kabid PMD pada DPPKBPMD Kabupaten Belitung, Wigman Wudie Setiawan SH, MSi dan Kasi Pemdes Pada DPPKBPMD Kabupaten Belitung Budi […]

  • Babinsa Sertu Haifrizar Lakukan Silaturahmi Lewat Komsos di Warung Kopi di Desa Gantung

    Babinsa Sertu Haifrizar Lakukan Silaturahmi Lewat Komsos di Warung Kopi di Desa Gantung

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle sma
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GANTUNG – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, anggota Koramil 414-03/Gantung Sertu Haifrizar Babinsa Koramil 414-03/Gantung desa Gantung dan desa Batu Penyu melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di Desa Gantung dan Desa Batu Penyu, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung santai di warung kopi milik […]

expand_less