Kelompok Tani Hidroponik Kelurahan Tanjungpendam Kunjungi Agroeduwisata De Membarongan Sidjoek
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 51 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIJUK — Sebanyak 10 anggota Kelompok Tani Hidroponik Kelurahan Tanjungpendam melakukan kunjungan studi tiru sekaligus silaturahmi ke Agroeduwisata De Membarongan Sidjoek, Jalan Kampong Pendalaman, Dusun Ulu, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (12/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para anggota kelompok tani untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam mengembangkan pertanian yang sehat, alami, ramah lingkungan, sekaligus tetap berpijak pada kearifan lokal masyarakat Belitung.
Rombongan didampingi staf Kelurahan Tanjungpendam, Helmi, dan disambut langsung oleh Owner Agroeduwisata De Membarongan Sidjoek, Sutami Sani.

Suasana kunjungan berlangsung penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan, mulai dari mengenal budidaya tanaman hingga melihat secara langsung proses pengolahan hasil pertanian dengan memanfaatkan metode tradisional.
Belajar dari Kebun hingga Pengolahan Pangan Tradisional
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah panen selada hidroponik. Para anggota kelompok tani tidak sekadar melihat hasil budidaya, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung memanen sayuran yang dikembangkan dengan sistem hidroponik.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa teknologi pertanian sederhana dan efisien dapat diterapkan untuk menghasilkan sayuran sehat sekaligus memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat.
Tak hanya tanaman hidroponik, peserta juga diajak mengenal potensi komoditas pangan lokal melalui panen singkong.
Menariknya, singkong yang dipanen kemudian diperkenalkan untuk diolah menjadi tepung menggunakan lesung tradisional.
Bagi peserta, pengalaman tersebut memberikan perspektif berbeda tentang pertanian. Teknologi modern dapat berjalan berdampingan dengan pengetahuan dan teknologi tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Penggunaan lesung tradisional dalam pengolahan singkong juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus menjaga keberadaan kearifan lokal masyarakat Belitung agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Bukan Sekadar Berkunjung, tetapi Membawa Pulang Pengetahuan
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi turut terlibat dalam sejumlah aktivitas pertanian yang berlangsung di Agroeduwisata De Membarongan Sidjoek.
Dari kegiatan tersebut, anggota Kelompok Tani Hidroponik Tanjungpendam mendapatkan sejumlah inspirasi yang dapat dikembangkan di lingkungan mereka, baik dalam budidaya sayuran hidroponik maupun pemanfaatan komoditas pangan lokal.
Studi tiru ini juga membuka ruang untuk saling bertukar pengalaman mengenai bagaimana pertanian dapat dikembangkan tidak hanya sebagai kegiatan produksi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi lokal.
Perkuat Silaturahmi dan Buka Peluang Sinergi
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan studi tiru semata. Hubungan yang terjalin antara Kelompok Tani Hidroponik Kelurahan Tanjungpendam dan Agroeduwisata De Membarongan Sidjoek diharapkan dapat berkembang menjadi sinergi dalam pengembangan pertanian produktif, sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan seperti ini, kelompok tani juga diharapkan semakin termotivasi untuk melahirkan inovasi, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memanfaatkan potensi pangan lokal secara optimal.
Di sisi lain, pelestarian kearifan lokal melalui praktik pengolahan pangan tradisional menjadi pengingat bahwa kemajuan pertanian tidak harus meninggalkan akar budaya masyarakat.
Bagi Kelompok Tani Hidroponik Tanjungpendam, kunjungan ke De Membarongan Sidjoek menjadi pengalaman yang tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperluas jejaring dan mempererat persaudaraan antarpelaku pertanian.
Seperti pesan yang disampaikan Owner Agroeduwisata De Membarongan Sidjoek, Sutami Sani: “De Membarongan Sidjoek — Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Perenggu (Saudara).”
- person
- visibility 71
- forum 0