Syukuran dan Silatuhrahmi Akhir Tahun Alumni Presidium Pejuang Provinsi Babel: Semangat Kebersamaan Terus Terjaga untuk Membangun Belitung

semangat kebersamaan terus terjaga untuk membangun Belitung yang lebih maju. "Mari kita jadikan malam ini sebagai langkah awal menyatukan visi demi masa depan Belitung yang lebih baik

TANJUNGPANDAN: Rabu 25 Desember Malam yang penuh makna tersaji di Karesso Cafe and Resto, Tanjungpandan, dalam acara syukuran dan dialog publik yang menghadirkan tokoh-tokoh penting Belitung.

Kegiatan ini merupakan Syukuran dan Silatuhrahmi Akhir Tahun Alumni Presidium Pejuang Provinsi Babel dalam menumbuhkan semangat kersamaan agar  terus terjaga untuk membangun Belitung lebih baik.

Acara ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh H. Bismi Prabowo, menciptakan suasana khidmat di tengah semaraknya diskusi.

Dalam sambutannya,H. Muchtar Motong yang biasa disapa H. Tare menjelaskan bahwa acara ini adalah bentuk syukur atas terpilihnya ia sebagai Ketua Umum Alumni Presidium Pejuang Provinsi Babel

Ia juga mengangkat isu-isu strategis seperti tata kelola penambangan timah, kerusakan lingkungan di Juru Seberang, hingga penataan IUP, KIP, dan PIP dalam kerangka RTRW Belitung yang mendukung konsep “Zero Tambang.”

Melanjutkan diskusi, Ruspandi membahas pentingnya monumen kesetaraan yang menjadi simbol sejarah dan persatuan, serta penggalangan dukungan untuk penyusunan buku sejarah Bangka Belitung.

Ia juga menyinggung keluarnya SK Alumni Presidium untuk wilayah Belitung sebagai langkah konkret mempererat sinergi lintas alumni.

Tokoh lainnya, H. Bismi, menyoroti perhatian Pemda Kabupaten terhadap pengembangan SMKN, meskipun kewenangan utamanya berada di tingkat provinsi.

Sementara itu, Abu Bakar Idrus menekankan pentingnya kemitraan yang solid antara Bupati dan Wakil Bupati terpilih dengan Alumni Presidium untuk mewujudkan kemajuan daerah.

Sedangkan malam itu juga hadir Wakil Bupati Belitung terpilih Syamsir menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat. Ia mengajak semua pihakmasyarakat jangan terbelah karena beda pilihan pada Pilkada 2024 dan bersatu demi kemajuan dan kesejahteraan Belitung.

Rizali Abusama menegaskan hal serupa, bahwa tinggalkan perbedaan dan rapatkan barisan, tidak ada lagi no 1, 2 atau 3, Bupati atau wakil bupati terpilih sudah kehendak Allah SWT telah menentukan pemimpin terbaik untuk daerah.

Efendi Suud, mantan karyawan timah (MTK), meminta perhatian H. Tare untuk memperjuangkan hak-hak MTK yang belum terselesaikan.

Sedangkan H. Nazalius mengingatkan pentingnya estetika dan kelengkapan dalam pembangunan Monumen Kesetaraan di Tanjung Kelayang agar menjadi daya tarik pariwisata, sembari memastikan status tanah dan bangunan jelas sebelum diresmikan.

Sebagai penutup, Jarwo yang menjabat Ketua Pansus RTRW Belitung menekankan perlunya revisi RTRW untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sebelum ditutup oleh modetator H. Hasimi, Bapak Suryanto Sudibyo mengingatkan kepada semua yang hadir masalah tambang rakyat dan lahan dikawasan ekonomi di Suge Pegantongan.

Acara yang berlangsung hingga malam ini ditutup oleh moderator H. Hasimi Usman dengan harapan semangat kebersamaan terus terjaga untuk membangun Belitung yang lebih maju.

“Mari kita jadikan malam ini sebagai langkah awal menyatukan visi demi masa depan Belitung yang lebih baik,” ucap H. Hasimi menutup acara.*