Festival Kampong Nek Raje Resmi Dibuka, Meriahkan HUT ke-276 Desa Tanjungbinga

Pembukaan festival kemudian ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Belitung sebagai simbol dimulainya Festival Kampong Nek Raje 2026.

SIJUK — Bertepatan dengan Hari Jadi Desa Tanjungbinga ke-276 tahun sejak 2 Mei 1750, Festival Kampong Nek Raje resmi dibuka pada Sabtu (2/5/2026) di Desa Tanjungbinga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.Ikom.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi, dan masyarakat umum. Hadir dalam kesempatan itu Asisten Deputy Pengembangan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Babinsa Tanjungbinga, perwakilan Camat Sijuk, Sastra Yuni Ardi, S.STP., M.A.P., perwakilan Dinas KUKMPTK Belitung, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, pimpinan KEK Tanjungkelayang, anggota DPRD Kabupaten Belitung Suherman, Ketua LAM Kecamatan Sijuk Nurdin Madjid, Koordinator Majelis Taklim Kecamatan Sijuk Bastian Basri beserta rombongan, Kepala Desa Tanjungbinga dan perangkat desa, kepala desa se-Kecamatan Sijuk, ketua BPD se-Kecamatan Sijuk, anggota BPD Tanjungbinga, para ketua RW dan RT, Pokdarwis Mina Edu Wisata Kreatif Gen Z Tanjungbinga, Karang Taruna Laskar Berandun, KDMP Tanjungbinga, serta tamu undangan lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Pembukaan festival dimeriahkan dengan roadshow penampilan kolaborasi anak-anak TK Al Basith dan TK Anggrek Desa Tanjungbinga. Mereka menampilkan pakaian adat Nusantara, lagu daerah, hingga becampak atau berbalas pantun yang memukau para tamu undangan.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi spontan dari sejumlah tamu, di antaranya Kepala Desa Tanjungbinga Tarmuzi dan Albet selaku Konsorsium KEK Tanjungkelayang yang memberikan hadiah kepada anak-anak taman kanak-kanak yang tampil berbalas pantun.

Ketua Panitia Festival Kampong Nek Raje, Sunandar, dalam sambutannya menjelaskan bahwa festival ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus mengenang keteladanan Nek Raje sebagai pemimpin perempuan di zamannya.

“Nek Raje dikenal sebagai sosok yang memegang teguh adat istiadat seperti ngantar jajak gede, behadera, dan makan bedulang di wilayah pesisir Tanjungbinga. Di Tanjungbinga tidak pernah ada kerajaan, melainkan bentuk kekuasaan adat istiadat yang dijalankan oleh Nek Raje di wilayah pesisir Tanjungbinga dan sekitarnya,” jelas Sunandar.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungbinga, Tarmuzi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

IMG 20260503 163255

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, panitia, dunia usaha, dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara ini. Festival ini akan terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya sebagai ajang silaturahmi, hiburan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa festival tahun ini diikuti sebanyak 34 stand UMKM dari dalam maupun luar desa. Tingginya minat pelaku UMKM membuat panitia belum dapat mengakomodir seluruh peserta karena keterbatasan tenda, tenaga, dan daya listrik.

“Kami mohon maaf kepada pelaku UMKM yang belum bisa terakomodir. Ke depan akan menjadi perhatian agar lebih banyak peserta dapat dilibatkan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belitung Syamsir, S.Ikom memberikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Kampong Nek Raje yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan sektor UMKM.

“Acara ini sangat luar biasa. Kekompakan masyarakat harus terus dijaga dan UMKM harus terus tumbuh dan berkembang. Ke depan saya berharap Festival Kampong Nek Raje dapat dijadikan agenda resmi Kabupaten Belitung oleh Dinas Pariwisata,” kata Syamsir.

Pembukaan festival kemudian ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Belitung sebagai simbol dimulainya Festival Kampong Nek Raje 2026. Acara dilanjutkan dengan peninjauan stand UMKM dan ramah tamah bersama masyarakat serta tamu undangan.*