Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » Di Balik Cerita Sosok Calon Kepala Desa Perawas, Yahya SE: Memandirikan Untuk Topang Kemajuan Desa

Di Balik Cerita Sosok Calon Kepala Desa Perawas, Yahya SE: Memandirikan Untuk Topang Kemajuan Desa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNGPANDAN — Ketika puluhan desa di Belitung harus menghitung ulang langkah akibat pemangkasan Dana Desa 2026, Desa Perawas memilih jalan yang berbeda. Desa itu tidak sekadar bertahan. Ia mencoba membuktikan bahwa sebuah desa bisa memiliki “napas panjang” ketika fondasi kemandiriannya dibangun jauh sebelum masa sulit datang. Di balik cerita itu tentunya, ada sosok Kepala Desa Perawas, Yahya SE.

Selama lebih dari empat tahun, Yahya membangun sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam bentuk bangunan atau proyek fisik. Ia merangkai enam pilar pembangunan—pendidikan, budaya, sosial, ekonomi, ketahanan pangan, dan keagamaan—menjadi sebuah ekosistem yang saling menopang.

Bagi Yahya, pembangunan desa bukan sekadar soal apa yang bisa dibangun hari ini, tetapi tentang bagaimana warga tetap memiliki alasan untuk berdiri tegak ketika bantuan dari luar berkurang.

Anak Desa Tak Boleh Kalah Karena Biaya

Di Perawas, pendidikan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang.
Program beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah diberikan bagi anak-anak dari tingkat SD hingga SMA. Tidak berhenti di sana, pemerintah desa juga membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi agar anak-anak Perawas memiliki jalan untuk melanjutkan pendidikan ke kampus.

“Kami tidak ingin anak Perawas kalah sebelum bertanding hanya karena biaya,” ujar Yahya dalam satu kesempatan.
Kalimat itu menggambarkan cara pandangnya: kemiskinan tidak boleh diwariskan hanya karena seorang anak lahir di desa.

Ketika Budaya Menjadi Perekat

Pembangunan rumah adat dan penghidupan kembali tradisi Maras Taun juga menjadi bagian dari perjalanan Perawas.
Bagi Yahya, budaya bukan sekadar acara seremonial atau tontonan tahunan. Di dalamnya ada gotong royong, perjumpaan antarwarga, dan rasa memiliki terhadap kampung halaman.

Sebab, desa yang kuat bukan hanya desa yang memiliki pendapatan. Ia juga harus memiliki masyarakat yang masih saling mengenal dan mau saling membantu.

Hadir Saat Warga Berada di Titik Terlemah

Ada pula sisi pembangunan yang barangkali paling mudah dirasakan warga: ketika kehidupan sedang tidak baik-baik saja.
Bantuan kesehatan bagi warga yang sakit, santunan bagi keluarga yang berduka, hingga penataan rencana pemakaman baru yang lebih layak menjadi bentuk kehadiran pemerintah desa.

Di titik seperti inilah pembangunan terasa bukan sebagai angka dalam laporan, melainkan sebagai tangan yang datang ketika seseorang sedang membutuhkan.

Mengubah Sampah Menjadi Napas Ekonomi

Namun, kisah Perawas menjadi semakin menarik ketika berbicara soal ekonomi desa.
Yahya mendorong sampah agar tidak berhenti sebagai persoalan lingkungan. Melalui unit usaha BUMDes, sampah diolah menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).
Pengelolaan pasar desa dan pengem9bangan peternakan ayam petelur turut menjadi bagian dari strategi tersebut.

Hasilnya menjadi semakin penting ketika Dana Desa Perawas disebut turun drastis, dari sekitar Rp1,3 miliar pada 2025 menjadi Rp373 juta pada 2026.

Di saat ruang fiskal menyempit, roda pembangunan tidak serta-merta berhenti. Ada sumber pendapatan lain yang telah disiapkan.
Barangkali di situlah letak pelajaran terbesar Perawas: kemandirian tidak dibangun ketika krisis datang. Kemandirian dibangun jauh sebelum krisis dibutuhkan.

Bukan Memberi Ikan, Melainkan Menyiapkan Kail

Di sektor ketahanan pangan, pendekatan yang dipilih pun serupa. Warga didorong menjadi pelaku produksi. Dua unit cultivator dihibahkan kepada Gapoktan Panca Sakti, sementara pelatihan budidaya perikanan dan pendampingan usaha ternak rakyat diberikan agar masyarakat memiliki kemampuan sekaligus sarana untuk mengembangkan usaha.
Tujuannya sederhana: warga jangan hanya menjadi penerima bantuan.

Mereka harus menjadi produsen.
Dengan cara itu, program ketahanan pangan tidak berhenti ketika bantuan selesai. Harapannya, kegiatan ekonomi justru terus tumbuh setelah program pemerintah berakhir.
Memakmurkan Masjid, Memuliakan Manusia
Pilar terakhir adalah keagamaan.
Bantuan rutin untuk mendukung kemakmuran masjid terus berjalan. Kini, program pemberangkatan umrah juga disiapkan bagi imam, guru ngaji, dan warga yang dinilai berjasa bagi desa.
Di sini, pembangunan Perawas tidak hanya bicara tentang jalan, pasar, peternakan, atau PAD.
Ada pula upaya membangun manusia dari sisi spiritual dan penghargaan terhadap mereka yang selama ini ikut menjaga kehidupan sosial desa.

Empat Tahun yang Menjadi Modal Pilihan

Enam pilar itu pada akhirnya bertemu pada satu gagasan: desa harus memiliki kemampuan untuk mengurus masa depannya sendiri.
Pendidikan membuka jalan bagi generasi berikutnya. Budaya menjaga kebersamaan. Program sosial memastikan warga tidak sendirian ketika menghadapi masa sulit. Ekonomi menciptakan sumber pendapatan. Ketahanan pangan memperkuat kemampuan produksi. Sementara agama menjadi salah satu fondasi moral masyarakat.

Investasi sosial Jangka Panjang

Ketika menjadi pemimpin empat tahun sebelumnya, Yahya SE tak hanya berpikir jangka pendek dalam kehidupan sosial masyarakat, namun dalam hal jangka panjang menjadi perhatian serius. Salah satunya, perluasan untuk pemakaman warga masyarakat. Ini merupakan sosok pemimpin yang visioner ke depan yang mau memikirkan masyarakat.

Kini, ketika Yahya kembali maju sebagai Calon Kepala Desa Perawas dalam Pilkades 2026, warga dihadapkan pada sebuah pilihan yang lebih besar daripada sekadar memilih nama di surat suara.

Mereka juga sedang menentukan arah.
Apakah sistem yang telah dibangun selama lebih dari empat tahun akan dilanjutkan dan dikembangkan, atau Perawas akan memilih jalan baru?

Apa pun jawabannya nanti, satu hal telah menjadi catatan: Perawas menunjukkan bahwa desa tidak harus menunggu kaya untuk mulai mandiri. Kadang, yang dibutuhkan terlebih dahulu adalah keberanian untuk membangun sistem—pelan, sunyi, tetapi terus bekerja.
Dan ketika anggaran menyusut, sistem itulah yang kemudian menjadi napas panjang.*

  • person
  • visibility 116
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • 8 Nelayan Petaling Akad Kredit KUR Cluster Nelayan di Bank SUMSELBABEL

    8 Nelayan Petaling Akad Kredit KUR Cluster Nelayan di Bank SUMSELBABEL

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle sma
    • visibility 59
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Selasa 19 Oktober 2021, digelar acara Akad Kredit KUR Cluster Nelayan Petaling yang bertempat di Bank Sumsel Babel Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Acara ini dihadiri para nelayan desa petaling yang menerima pinjaman kredit KUR Supermikro sebanyak 8 orang. Sedangkan dari Bank Sumsel Babel diwakili Wily dan Reza sebagai pencairan untuk Akad Kredit. Selanjutnya acara ini […]

  • Kelakar dari ‘Kampong’, Menunggu Harapan Duet Erzaldi – Fatah

    Kelakar dari ‘Kampong’, Menunggu Harapan Duet Erzaldi – Fatah

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle sma
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Rabu 12 Mei 2017, adalah hari bersejarah bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena hari itu kini kita punya pasangan gubernur pilihan rakyat. Pak Erzaldi dan Pak Abdul Fatah dipilih rakyat secara langsung untuk memimpin Bangka Belitung untuk periode lima tahun ke depan. Pelantikan tahun ini dibilang beda dengan tahun sebelumnya. Dulu dilantik dimana asal […]

  • Ka Kan Kemenag Dampingi Bupati Belitung Safari Ramadhan Di Suak Gual

    Ka Kan Kemenag Dampingi Bupati Belitung Safari Ramadhan Di Suak Gual

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle sma
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SELATNASIK: Ka Kan Kemenag Belitung Drs. H. Masdar Nawawi menghadiri sekaligus mendampingi acara kegiatan Safari Ramadhan Bupati Belitung di Masjid Al Mukmin Desa Suak Gual Kec Selat Nasik, pada Kamis 15 April 2021. Rombongan safari ramadhan yang dipimpin Bupati Belitung yang dihadiri sekda kab Belitung MZ Hendra Caya MSi dan Forkopimda sert OPD terkait. Acara […]

  • Bupati Beltim Hadiri Rapat Paripurna   Mendengarkan Pidato Kenegaraan RI

    Bupati Beltim Hadiri Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan RI

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2019
    • account_circle sma
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MANGGAR: Dalam rangka peringatan RI ke 74, Bupati Belitung Timur Yusli Ihza SE mengikuti acara rapat paripurna DPRD Belitung Timur dalam kaitan mendengarkan pidato kenegaraan RI, yang bertempat di ruang sidang DPRD Belitung Timur, pada hari ini Jumat 16 Agustus 2019. Turut hadir, Wakil Bupati Belitung Beltim, Drs Burhanudin, Forkopimda Beltim (jajaran kodim Belitung, Kapolres […]

  • Yuuk Ikuti Lomba Mancing di Taman wisata pulau Kulong, Desa Air Selumar

    Yuuk Ikuti Lomba Mancing di Taman wisata pulau Kulong, Desa Air Selumar

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle sma
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SIJUK: Bagi Mancing Mania ayo ikuti lomba mancing pada hari Minggu 14 Maret 2021, yang bertempat di Taman wisata pulau Kulong, Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pengelola Taman wisata pulau Kulong Marsidi sebut acara ini dengan total hadiah Rp 14.600.000, dengan hadiah khusus ikan terberat diatas 5 kg Rp 3.000.000 untuk 2 orang(Jackpot). […]

  • Nasib Insan Pers Ditengah Liputan Corona? Adakah Perhatian Dari Pemerintah

    Nasib Insan Pers Ditengah Liputan Corona? Adakah Perhatian Dari Pemerintah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2020
    • account_circle sma
    • visibility 26
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Pandemi Virus Corona telah melanda diberbagai daerah di Indonesia diantaranya Kabupaten Belitung, dan sampai hari ini, Senin (6/4) ada satu pasien positif corona masih dalam tahap penyembuhan. Semua pergerakan ekonomi di Belitung terlihat mulai dirasakan sulit, khususnya di kehidupan masyarakat kecil. Baik Petugas Medis, Pemerintah, instansi terkait maupun seluruh elemen masyarakat semua berjuang melawan […]

expand_less