Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » SEKOLAH DEMOKRASI ITU BERNAMA DESA

SEKOLAH DEMOKRASI ITU BERNAMA DESA

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masyarakat desa adalah basis dari seluruh kekuatan elektoral. Mereka yang hari ini memilih kepala desa, pada momentum lain juga akan memilih anggota DPRD, kepala daerah, anggota DPR, DPD, hingga presiden.

Maka pendidikan politik tidak seharusnya baru dimulai ketika baliho calon legislatif memenuhi jalan, ketika kandidat kepala daerah mulai berkeliling, atau ketika kampanye Pilpres memenuhi ruang media sosial.

Pendidikan demokrasi harus dimulai jauh sebelumnya, dari Pilkades.Di sanalah masyarakat belajar bahwa satu suara memiliki nilai.Di sanalah masyarakat belajar bahwa memilih bukan transaksi.Di sanalah masyarakat belajar bahwa pemimpin tidak boleh dibeli dan suara rakyat tidak seharusnya dijadikan komoditas.

Hari ini tantangannya bahkan semakin rumit.

Jika dahulu uang dan jaringan kekuasaan menjadi salah satu instrumen utama untuk memengaruhi pilihan, sekarang ada tambahan kekuatan baru: gimik, pencitraan, viralitas, dan algoritma media sosial.

Kamera dapat membuat seseorang terlihat dekat dengan rakyat.Konten dapat membuat seseorang terlihat hebat.Algoritma dapat membuat seseorang terlihat populer.

Tetapi semua itu tidak otomatis menjawab pertanyaan paling penting:Apa yang sebenarnya sudah ia kerjakan?

Karena itu, masyarakat harus dibiasakan untuk membedakan antara popularitas dan kapasitas, pencitraan dan rekam jejak, slogan dan gagasan, serta konten dan kenyataan.Dan desa adalah tempat terbaik untuk memulainya.

Sebab seorang calon kepala desa tidak bisa sepenuhnya bersembunyi di balik kamera. Masyarakatnya tinggal di sekelilingnya. Rekam jejaknya hidup di tengah warga. Janjinya dapat dibandingkan dengan kenyataan.

Itulah mengapa saya percaya, desa bukan sekadar objek pembangunan. Desa adalah sekolah demokrasi.Jika sekolah ini mampu melahirkan pemilih yang kritis, rasional, dan berani menentukan pilihan berdasarkan penilaian sendiri, maka kita sedang membangun fondasi demokrasi yang jauh lebih besar.

Sebaliknya, jika sejak Pilkades masyarakat dibiasakan menerima uang sebagai imbalan suara, mengikuti kehendak pemilik modal, tunduk pada tekanan kekuasaan, atau memilih hanya karena gimik dan popularitas, jangan heran apabila kebiasaan itu terbawa ke arena politik yang lebih tinggi.

Kita tidak sedang berbicara tentang demokrasi yang sempurna.Kita sedang berbicara tentang kebiasaan demokratis.Membiasakan rakyat bertanya sebelum memilih.Membiasakan rakyat memeriksa rekam jejak.Membiasakan rakyat membandingkan gagasan.Membiasakan rakyat menolak tekanan.

Dan yang paling penting, membiasakan rakyat memahami bahwa suara mereka bukan barang yang dapat diperjualbelikan
Karena pada akhirnya, demokrasi bukan hanya tentang siapa yang menang dalam sebuah pemilihan.

Demokrasi adalah tentang bagaimana rakyat menggunakan kebebasannya untuk menentukan siapa yang akan diberi mandat memimpin mereka.Dan kalau kita sungguh-sungguh ingin membangun kewarasan demokrasi Indonesia, jangan hanya mengajari rakyat ketika mereka hendak memilih presiden.

Mulailah dari ketika mereka memilih kepala desanya.Sebab dari jutaan suara kecil di desa-desa itulah suara demokrasi Indonesia pada akhirnya dibentuk.Desa adalah tempat pertama rakyat belajar memilih. Maka desa pula seharusnya menjadi tempat pertama kita mendidik kewarasan demokrasi.
Karena demokrasi yang besar selalu dibangun dari keberanian rakyat di ruang-ruang kecil.*.

*)Penulis adalah Harfanizar (Mantan anggota KPU dan Panwaslu)

 

 

  • person
  • visibility 334
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati Belitung Resmi Membuka Belitong GO FEST Ramadhan Fair 2025

    Wakil Bupati Belitung Resmi Membuka Belitong GO FEST Ramadhan Fair 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle sma
    • visibility 181
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN – Wakil Bupati Belitung, Syamsir S.Ikom secara resmi membuka acara Belitong GO FEST Ramadhan Fair 2025 pada Rabu (5/3) di Jalan Kemuning, sebelah Wisma Bougenville, Tanjungpendam, Belitung.   Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari OPD KUKMPTK, UPT PLUT, dan Dinas Pariwisata Dispar. Belitong GO FEST Ramadhan Fair 2025 akan berlangsung mulai 5 hingga […]

  • Kajari Beltim Dr. Rita Susanti Pamit, Dapat Ucapan dari Bupati dan Forkopimda

    Kajari Beltim Dr. Rita Susanti Pamit, Dapat Ucapan dari Bupati dan Forkopimda

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle sma
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Beltim — Memasuki masa akhir jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Beltim), Rita Susanti berpamitan kepada Kamarudin Muten, Khairil Anwar, dan Fezzi Uktolseja di ruang kerja Bupati Beltim, Senin (20/10). Dalam kunjungan tersebut, Rita didampingi oleh para Kepala Seksi dan Jaksa Pengacara Negara dari Kejaksaan Negeri Belitung Timur. Suasana haru dan kehangatan menyelimuti acara […]

  • Ini Surat Edaran Bupati Perpanjangan Penanggulangan Covid-19 di Belitung.

    Ini Surat Edaran Bupati Perpanjangan Penanggulangan Covid-19 di Belitung.

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle sma
    • visibility 84
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Guna antisipasi penyebaran covid-19 di Kabupaten Belitung, pemkab Belitung melalui Surat edaran Bupati Belitung memperpanjang kembali upaya penanggulangan wabah covid-19 di kabupaten Belitung. Adapun surat edaran itu bernomor 443.1/388/II/2020, tentang pelaksanaan lanjutan upaya penanggulangan wabah covid-19 di kabupaten Belitung. Berikut ini bunyi surat edaran tersebut diantaranya, Pertaama, Tidak keluar rumah kecuali untuk bekerja atau […]

  • Bicara Pembangunan Masa Depan Belitong, IKPB Gelar Lokakarya

    Bicara Pembangunan Masa Depan Belitong, IKPB Gelar Lokakarya

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2017
    • account_circle sma
    • visibility 164
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Hari ini Kamis 3 Agustus 2017, IKPB Pusat mengelar kegiatan lokakarya KKl IKPB 2017, dalam bentuk berdiskusi terbuka, di Gedung Nasional Tanjungpandan, Belitung. Ketua IKPB Pusat Miftahudin dihubungi trawangnews.com mengungkapkan kegiatan ini akan diikuti  dengan audiens yang terdiri dari unsur masyarakat dan pelajar untuk mendiskusikan pembangunan masa depan pulau belitong. Adapun materi dibahas, yang […]

  • Temu Lapangan PHTTP Di Pesawahan Aik Mengkanang Desa Badau

    Temu Lapangan PHTTP Di Pesawahan Aik Mengkanang Desa Badau

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle sma
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BADAU: Hari ini Senin 29 Maret 2021, digelar kegiatan PHTTP (Temu lapangan pengendalian hama terpadu tanaman pangan), yang bertempat di Pesawahan Aik Mengkanang Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Adapun Kegiatan temu lapangan berkaitan dengan pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian tahun anggaran 2021 yang diselenggarakan Dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten belitung. Hadir pada acara […]

  • Begalor dengan Bang Hamlet Subekti, “Urang Belitong” Sukses di Semarang

    Begalor dengan Bang Hamlet Subekti, “Urang Belitong” Sukses di Semarang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle sma
    • visibility 137
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Bang Hamlet Subekti, urang Belitong yang sukses di Semarang, hadir di Kedai Bubur Ayam Kitee Jalan Kapten Saridin, di Tanjungpandan, Belitung, pada Jumat, pagi (10 Desember 2021). Di kedai  bubur ayam kitee ini, Hamlet secara tak sengaja bertemu dan begalor dengan rekan pemuda, dan tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Tanjungpandan. Sembari menikmati bubur […]

expand_less