Breaking News
Trending Tags
Beranda » Wisata Belitung » Catatan Redaksi : Belitung perlu wartawan Wisata

Catatan Redaksi : Belitung perlu wartawan Wisata

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KELAKAR SUNAN

Sebanyak tujuh orang jurnalis dari tujuh negara berkunjung ke Belitung. Mereka tergabung dalam kegiatan FEALAC (Forum for East Asia-Latin America Coorporation) Journalist Familiarization Trip (Fam Trip) untuk melihat sejauh mana Belitung bisa ditawarkan kepada outbond turis dari negara mereka.

Ketujuh wartawan tersebut berasal dari Australia, Cina, Chili, Iran, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Mereka melakukan peliputan potensi investasi pariwisata di Kabupaten Belitung sebagai tujuan wisata turis dari negara mereka. Mereka melihat langsung dengan kepala sendiri tentang pariwisat Belitung. Karena berbeda dengan liputan-liputan jurnalistik tidak bisa dilakukan dari belakang meja tanpa datang ke lapangan. Karena jenis liputan ini tidak bisa dilaporkan oleh para armchair writer, diapaksakan akan berbeda dengan keadaan lapangan. Bisa-bisa hasil laporannya akan kontra produktif pada wisata Belitung.

Selain beriklan di media besar di negara-negara sumber turis (tourist generating country), mengundang para penulis atau wartawan pariwisata dari negara tersebut, adalah praktek yang sering dilakukan oleh berbagai negara tujuang wisata. Maksudnya adalah, dalam kasus ini, Belitung sebagai daerah tujuan wisata dunia ketiga di Indonesia setelah Bali dan Lombok, akan terekspos di koran-koran yang diwakili para wartawan tersebut.

Penulis atau wartawan pariwisata mendapat tempat khusus oleh kalangan industri pariwisata. Mereka dikategorikan sebagai CIP (Comercially Important Person). Hotel manapun di dunia, kalau ada penulis pariwisata akan menginap, selalu memberi kemudahan. Sedikitnya mereka memberikan layanan complimentary room, bed dan breakfast. Bahkan kalau sudah terjalin hubungan yang erat dengan para penulis pariwisata, para general manager hotel, pasti memberikan compimentary tertentu kepada wartawan atau penulis pariwisata yang tinggal di hotelnya.

General manajer yang cerdas, biasanya dengan mudah mengubah status pembayaran, kepada sang wartawan. Dia tidak ragu-ragu mengubah status “full paying guest” si wartawan menjadi “complimentary fullboard” dengan catatan “on the account of the management”. Bahkan si general manager hotel akan mengirimkan keranjang buah lengkap dengan undangan makan malam, agar terjadi wawancara antara wartawan dengan dia.

Di acara makan malam dia sudah menyiapkan press kit tentang hotelnya, yang tentu selama dinner terjadi pembicaraan yang bisa dipakai wartawan untuk melakukan penulisan. Tulisan wartawan itu di korannya bukan main tinggi nilainya, jauh lebih tinggi dibanding iklan. Jadi tidak heran kalau para hotelier mengkategorikan wartawan pariwisata itu sebagai CIP tadi.

Di dunia penerbangan pun demikian. Penerbangan mana saja, khususnya anggota IATA, selalu memberikan kemudahan khusus kepada wartawan pariwisata yang sedang melakukan tugas liputan. Karena tulisan wartawan itu nantinya pastilah akan ‘mendrive’ turis datang ke daerah yang ditulisnya, dan tentu naik maskapai mereka. Dalam salah satu paragraf IATA Regulation ada pasal yang intinya mewajibkan perusahaan penerbangan memberi kemudahan kepada wartawan pariwisata ini.

Kemudahan utama biasanya dalam memberikan potongan harga bagi wartawan pariwisata. Perusahaan penerbangan biasanya menerbitkan ID (industrial discount) tiket yang umumnya mereka cadangkan kepada para agen perjalanan, pejabat penerbangan, serta wartawan pariwisata. Di Indonesia tiket macam ini biasa disebut ‘tiket putih’.

Keringanan itu bervariasi, sesuai kemampuan perusahaan penerbangan. Misalnya diberikan ID 25, mendapat potongan 25%, artinya cukup membayar 75% dari harga tarif normal. ID 75, bayar 25%, dan yang paling menyenangkan kalau dapat ID 00, artinya dapat tiket gratis, tapi asuransinya harus dibayar pengguna.

Semogalah kemarin, selama para wartawan pariwisata dari mancanegara itu berada di Belitung mereka mendapat bahan sebanyak-banyaknya. Artinya semua mereka mendapat press kit lengkap tentang pariwisata Belitung. Mereka tak hanya mendapat keterangan tertulis, tapi juga foto digital tentang objek wisata Belitung dalam resolusi tinggi. Ini penting agar, gambar-gambar bagus itu, bisa ditampilkan di majalah mereka dengan bagus pula, yang tentu dapaknya mengundang pembacanya datang ke Belitung.

Tapi ingat tulisan yang dibuat oleh para wartawan pariwisata, umumnya berupa penyampaian informasi, bukan promosi. Karena untuk promosi sudah ada wadahnya, yaitu iklan. Jadi tak heran kalau bagian penjualan atau pemasaran, suatu industri wisata, berlomba-lomba memasang iklan pada halaman yang ada tulisan mengenai kegiatan mereka di media.

Kasarnya di tulisan tersebut tak bakalan si wartawan menulis ajakan untuk membeli, tapi dia akan menuliskan deskripsi selengkapnya mengenai apa yang dilihatnya. Pilihan tetap di tangan pembaca, iklan itu lah yang mempengaruhi pembaca agar datang ke tujuan wisata yang ditulis wartawan itu. Biasa simbiose mutualistis, karena wartawan itu berhamba kepada pembaca, bukan kepada orang memberinya sponsor. Mereka mau menginap di hotel mana, datang ke obyek wisata mana, makan di restoran mana, atau memakai travel biro yang mana, urusan para wisatawan sendiri. Di situlah mereka perlu dirayu lewat iklan.

Dalam kaitan inilah, saya melihat kita kaum wartawan di Belitung ini, perlu mengikat diri, katakanlah dalam Himpunan Penulis/Wartawan Pariwisata Belitung. Karena kalau kita berhimpun banyak yang kita bisa sampaikan tentang informasi pariwisata Belitung di media yang kita wakili. Dan di daerah lain, penulis/wartawan pariwisata ini adalah suatu komponen utama dari masyarakat pariwisata setempat.

Masyarakat pariwisata ini sedikitnya terdiri dari unsur-unsur: PHRI, ASITA, Airline Club, transportasi wisata, pramuwisata, penulis/wartawan pariwisata, dinas pariwisata, serta dinas terkait lainnya.

Berkenaan dengan Sail Wabe 2011 ini, sudah saatnya dalam scope yang lebih luas, kita membentuk Masyarakat Pariwisata Belitung, dan dalam lingkungan kecil, penulis/wartawan pariwisata berhimpun.

Penulis/wartawan pariwisata ini bisa menjadi motor. Misalnya dalam mencari terobosan-terobosan mengembangkan pariwisata Belitung. Katakanlah mengadakan seminar-seminar kecil tentang pariwisata, melakukan press tour ke berbagai destinasi yang ada di Bangka dan Belitung, yang hasil liputannya dimuat di media mereka.

Ongkos? Itu tidak bisa dihindarkan. Tapi yakinlah dana yang dikeluarkan akan memasukkan uang yang berlipat-lipat. Selain menggunakan dana promosi dari kalangan industri pariwisata sendiri, Pemda pun punya dana promosi. Daripada dana itu dibuang-buang percuma dengan hanya membakar kembang api seperti yang dilakukan dalam Babel Archipelago 2010, hasilnya jauh lebih efektif dengan penyampaian informasi pariwisata melalui media.

Tapi juga kita harus berkaca, sejauh mana kemampuan para wartawan Belitung menulis artikel pariwisata? Itu tak usah diragukan, karena pada galibnya wartawan yang ada di Belitung itu bukan wartawan kemarin sore, yang mungkin kalau dilihat akreditasi mereka, memang masih termasuk wartawan muda. Justru ini keunggulannya, mereka masih mudah dibentuk dan dikembangkan. Tinggal dipoles sedikit jadilah.

Untuk itu kiranya para pemangku kepentingan harus urun rembug, bagaimana memoles bahan baku yang ada agar mengkilat dan akhirnya keberadaan mereka memberikan keuntungan kepada pariwisata Belitung. Kita adakan penataran yang tentunya, pertama mengandalkan potensi lokal dulu, tapi perlu mengundang nara sumber dari Jakarta, baik dari pemerintah, praktisi pariwisata, dan pentolan penulis pariwisata di Jakarta. Libatkan perkumpulan wartawan yang ada di Belitung, karena mereka lebih berkepentingan.

Setelah ditatar para wartawan kita tahu apa komponen penting dalam penulisan berita pariwisata, baik dalam penulisan straifht news atau berita lempeng, maupun features pariwisata.

Ini bukan sembarang kelakar, tapi kelakar membangun. Tak percaya, mari kita buktikan. ***

  • person
  • visibility 75
  • forum 18
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Beltim Dukung Nama H.AS Hanandjoeddin Dijadikan Nama Jalan Raya.

    DPRD Beltim Dukung Nama H.AS Hanandjoeddin Dijadikan Nama Jalan Raya.

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2017
    • account_circle sma
    • visibility 105
    • 0Komentar

    MANGGAR : Ketua DPRD Belitung Timur Tom Haryono Harun menyatakan mendukung sepenuhnya usulan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kab. Belitung Timur agar nama H.AS Hanandjoeddin dijadikan nama jalan raya di Belitung Timur. “Saya sepakat dengan gagasan bagus ini. DPRD Beltim tentunya sangat mendukung penamaan Jalan Raya H.AS Hanandjoeddin, terutama akses jalan yang menghubungkan […]

  • Giliran Artis Dandut Negara Malaysia Akan Goyang Di Pantai Telok Gembira

    Giliran Artis Dandut Negara Malaysia Akan Goyang Di Pantai Telok Gembira

    • calendar_month Jumat, 30 Jun 2017
    • account_circle sma
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MEMBALONG: Bila sebelumnya, artis dandut KDI mengoyang di Pantai Punai Tanjung Kelumpang Belitung Timur pada lebaran ketiga, kali ini giliran artis dandut melayu  dari negara Malaysia yang akan mengoyang pantai Telok Gembira, Kecamatan Membalong, Belitung pada hari Minggu tanggal 2 Juli 2017. Penyelenggara kegiatan ini adalah MDR Entertainment ini menghadirkan artis dandut melayu dari negara […]

  • Ir. H Darmansyah Husein Ajak Pelajar & Masyarakat Pahami 4 Pilar MPR RI

    Ir. H Darmansyah Husein Ajak Pelajar & Masyarakat Pahami 4 Pilar MPR RI

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle sma
    • visibility 153
    • 0Komentar

    GANTUNG: Empat Pilar MPR RI tentunya menjadi penting untuk disosialisasikan kepada komponen seluruh masyarakat dan kalangan pelajar karena sebagai upaya untuk mempererat tali persatuan dan kesatuan Bangsa serta menjadi perekat bangsa di masa depan. Itulah harapan Anggota DPD RI Ir. H. Darmansyah Husein saat membuka dan sekaligus narasumber pada acara sosialisasi empat pilar MPR RI, […]

  • Workshop INTEKNO Sekarang Hadir di Pulau Belitong

    Workshop INTEKNO Sekarang Hadir di Pulau Belitong

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle sma
    • visibility 215
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Dalam rangka mendukung Dunia usaha dan Dunia industri khususnya teknologi peralatan produksi bagi UMKM pertengahan 2019 telah berdiri workshop atau bengkel INTEKNO yang berlokasi di Jl Pilang Desa Dukong kecamatan Tanjungpandan. Adapun CEO INTEKNO adalah Fajar Kawolu yang sekarang menjabat ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Cabang Kabupaten Belitung. Kabid KUKM pada […]

  • Babinsa Sertu R. Hutagalung Gelar Komunikasi Sosial bersama Unsur Pemdes dan Jajarannya di Desa Padang

    Babinsa Sertu R. Hutagalung Gelar Komunikasi Sosial bersama Unsur Pemdes dan Jajarannya di Desa Padang

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle sma
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MANGGAR – Babinsa Desa Padang Koramil 414-02/Manggar, Sertu R. Hutagalung, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama unsur pemerintah desa dan terkait. Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Pecal Ibu Salma, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, pada Senin (26/01/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan Komsos ini dihadiri oleh Kepala Desa Padang beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, serta […]

  • Kegiatan Doa Tolak Balak di Desa Sungai Samak, sebagai Upaya Dijauhkan Bencana dan Marabahaya

    Kegiatan Doa Tolak Balak di Desa Sungai Samak, sebagai Upaya Dijauhkan Bencana dan Marabahaya

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle sma
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BADAU -Kegiatan doa tolak balak yang penuh makna pada Senin Malam, 12 Februari 2024, yang bertempat di kediaman Dukun Kampong, Fadhil Jamali, Dusun Tanjung Tikar Tiris,Desa Sungai Samak di Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, yang acara ini dihadiri oleh masyarakat setempat dan tokoh adat. Fadhil Jamali, Dukun Kampong yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu Desa Sungai […]

expand_less