Breaking News
Trending Tags
Beranda » EDITORIAL » Madun Kian Seronok, Dari Anak Kecil Hingga Kakek-Kakek pun Turun Gunung

Madun Kian Seronok, Dari Anak Kecil Hingga Kakek-Kakek pun Turun Gunung

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Madun alias musik kian digemar masyarakat, terutama pada acara kondangan atau pesta anak maupun perkawinan. Madun alias musik itu selalu saja dipergunakan orgen tunggal atau Musik gede.

Sayangnya, dibalik keasyikan madun yang dinyanyikan oleh seorang biduan rupanya ada yang terselip bila pakaiannya terlalu seksi dengan rok tipis setinggi lutut dan baju kadang kala sangat transparan.

Kondisi keseksian itu menjadi tontonan seronok dari warga masyarakat. Tampilan yang begitu eksostik itu tentu kurang begitu baik lantaran ditonton bukan hanya warga yang kategori dewasa melainkan anak kecil dan kakek kakek pun turung gunung juga.

Tengok saja pada event pesta perkawinan misalnya, pakaian seksi yang biasa dipakai biduan sudah dianggap hal biasa. Tanpa rasa malu atau etika, biduan itu tak mau tahu. Apalagi saat membawakan lagu, acapkali sibiduan itu bah goyangnya bergaya seperti membakar birahi kaum adam.

Wajar saja anak kecil pun hingga kakek melotot matanya kearah biduan karena tingkah lakunya aneh aneh dan mengumbar auratnya.

Banyak warga sebetulnya yang menyoroti perlunya ada batasan batasan bagi seorang biduan agar menggunakan pakaian yang sopan saat menyanyi.”Kita bukan minta dilarang,tapi tolong sopan dikit terutama para biduan biduannya saat menyanyi,”kata Aminan,seorang warga yang tinggal di Tanjungpandan.

Menurutnya, bukan rahasia umum lagi para pengelola musik selalu memanfaatkan biduan sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan job yang lebih banyak. “Sebenarnya penonjolan yang penting adalah bagaimana menyanyikan lagu dengan baik, begitu juga cara memainkan alat musik itu yang lebih baik, bukannya lebih banyak menonjolkan aurat,”ungkap Aminan.

Aminan berharap agar ke depan perlu ditata menyangkut pengelolaan musik terutama etika berbusana yang baik yang mengkedepankan kesopanan kepada para biduan alias penyanyi.
“Mohon kiranya untuk ditampilkan dengan sopan, karena kalau sudah ditonton ke khalayak ramai apalagi ditonton anak kecil ternyata kurang baik untuk mereka ke depan,”harap Aminan.

Memang saja, di era tahun delapan puluhan musik alias madun bahasa Belitong, sangat banyak ditonton dan cukup memukau para warga yang menonton walaupun tak ada tampilan biduan yang seronok. Bila madun berada tak jauh dari jalan biasanya warga bejibun hingga arus lalu lintas macet hingga acara madun selesai. Mereka menampilkan bagaimana cara menyanyi lagu dengan merdu, memainkan alat musik dengan baik. Nah, kalau sekarang, tentu sangat beda. Madun saat ini dengan lebih banyak menonjolkan tampilan biduan dengan rok tipis yang setinggi dengan pakaian seksi menjadi kesukaan warga saat menonton.Meski memang, masih ada kelompok musik yang tetap menjaga etika kesopanan terutama para biduan itu sendiri.

Sayangnya, pemuka pemuka agama atau tokoh tokoh masyarakat belum terdengar suaranya terhadap persoalan ini. Walaupun ada, mungkin hanya sebatas ngerenum (marah dalam hati). Agaknya masalah ini akan menjadi pekerjaan bersama untuk mencari solusi ke depan agar biduan berpakaian sopan dan beretika baik.

  • person
  • visibility 46
  • forum 82
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di APJ,  Warga “Serbu” Dan Kunjungi Bazar Ikan Murah

    Di APJ, Warga “Serbu” Dan Kunjungi Bazar Ikan Murah

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle sma
    • visibility 91
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Sejak dibukanya pukul 07.00 Wib, warga masyarakat APJ (Aik Pelempang Jaya) berduyun-duyun datangi bazar ikan murah, pada hari ini. Di lokasi pelaksanaan berada Lapangan Bola Perumnas samping SDN 30 Tanjungpandan ini di jual aneka jenis ikan. Adapun jenis ikan yang akan dijual pada Bazar Ikan Murah kali ini diantaranya Tenggiri, Tupak Sagai, Ganas, Banyer, […]

  • Anggota Koramil 414-04/Membalong, Sertu Ahmad Redi Monitoring Pembangunan Gedung Aula Kantor Koramil 04/MBK

    Anggota Koramil 414-04/Membalong, Sertu Ahmad Redi Monitoring Pembangunan Gedung Aula Kantor Koramil 04/MBK

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle sma
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MEMBALONG – Anggota Koramil 414-04/Membalong, Sertu Ahmad Redi, pada Jumat (12/12/2025) pukul 10.00 WIB melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan Gedung Aula Kantor Koramil 04/MBK di Kecamatan Membalong. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan aman, lancar, dan sesuai perencanaan. Dalam pemantauan tersebut, Sertu Ahmad Redi terlihat berinteraksi langsung dengan para pekerja bangunan. […]

  • Babinsa Sertu I Kadek Edi P dari Koramil 414-05/KK Monitoring Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelapa Kampit

    Babinsa Sertu I Kadek Edi P dari Koramil 414-05/KK Monitoring Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelapa Kampit

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle sma
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KELAPAKAMPIT – Dalam rangka mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadan, anggota Koramil 414-05/KK, Sertu I Kadek Edi P., selaku Babinsa Desa Senyubuk, melaksanakan monitoring kegiatan Gerakan Pangan Murah Serentak pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Segitiga Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, mulai pukul 08.00 WIB hingga […]

  • Tumiran Ganefo Jabat Ka Kan Kemenag Babel,  Kemenag Beri Ucapan Selamat

    Tumiran Ganefo Jabat Ka Kan Kemenag Babel, Kemenag Beri Ucapan Selamat

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle sma
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA: Menteri Agama RI Yoqut Cholil Qoumas melantik Bapak Drs H Tumiran Ganefo, MH sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Kep.Bangka Belitung yang bertempat di Auditorium HM Rasyidi Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 18/5/21. Adapun Menteri Agama RI Yoqut Cholil Qoumas melantik 38 pejabat eselon II dilingkungan kemenag RI yang salah satunya  Drs H Tumiran […]

  • Kerajaan Belantu Yang Pernah Ada Di Kecamatan Membalong

    Kerajaan Belantu Yang Pernah Ada Di Kecamatan Membalong

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2019
    • account_circle sma
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MEMBALONG: DI kecamatan Membalong dulunya sempat adanya sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Belantu. Berdasarkan catatan buku perjuangan rakyat Belitung tahun 1924-1950, disebutkan bahwa kerajaan Belantu merupakan sebuah bagian wilayah ngabehi kerajaan Balok. Sebagai raja pertamanya, Datuk Achmad (1705-1741). Datuk Achmad ini bergelar datuk mempayah. Selanjutnya, pengganti Datuk Mempayah diteruskan KA. Tining, K.A Kedjur, K.A. Deraip, […]

  • Stakeholders Pariwisata Belitung Gelar Silaturahmi untuk Bahas Masa Depan Pariwisata

    Stakeholders Pariwisata Belitung Gelar Silaturahmi untuk Bahas Masa Depan Pariwisata

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle sma
    • visibility 115
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Para pemangku kepentingan di sektor pariwisata Belitung menggelar pertemuan silaturahmi di rumah jabatan Wakil Bupati Belitung, pada Sabtu,  22 Februari 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan masukan dan usulan terkait pembangunan pariwisata Belitung ke depan. Silaturahmi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya pengurus DPP IHGMA, Ibu Cahya yang juga merupakan GM Golden […]

expand_less