Home / Bangka Belitung / Baznas Belitung Lakukan Peletakan Batu Pertama Pondasi Rumah Layak Huni Warga Pangkal Lalang
IMG_20220705_180718

Baznas Belitung Lakukan Peletakan Batu Pertama Pondasi Rumah Layak Huni Warga Pangkal Lalang

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Baznas Belitung lakukan peletakan batu pertama pondasi untuk rumah layak huni untuk ibu mala, seorang warga kelurahan pangkal lalang, kecamatan Tanjungpandan, Belitung, pada hari ini selasa, 5 Juli 2022.

Acara peletakkan batu pertama ini dihadiri Ketua Baznas Belitung Firmansyah SE, MH beserta wakil ketua 1,wakil ketua 2 dan wakil ketua 4 Baznas Belitung, lurah pangkal lalang M.Lusin Kuswantoro,S.IP., Kaling Tanjung Baru, ibu mala, dan warga sekitar tanjung baru.

Ketua Baznas Belitung Firmansyah,SE.,MH sampaikan bahwa bantuan rumah layak huni ini merupakan program baznas yaitu “belitung peduli”.
Firman ungkapkan bahwa tahapan bantuan rumah layak huni ini sangat ketat sekali prosedurnya dan dalam hal ini Baznas tidak mau mengambil resiko terutama masalah status kepemilikan tanah yang akan dibangun rumah tersebut.

IMG_20220705_180741

“Jadi, status kepemilikan tanah harus benar-benar clear dan tidak ada permasalahan. Artinya tanah tersebut harus milik yang bersangkutan, atas nama yang bersangkutan dan tidak boleh nama orang lain. Jadi harus benar-benar clear kepemilikan tanah yang akan dibangun milik yang akan kami bantu ” katanya.

Kedepan, kata Firmansyah sampaikan bahwa Baznas belitung siap membantu masyarakat belitung untuk mempunyai rumah yang layak huni apabila sesuai dengan kriteria persyaratannya.
Sebab itu, kata Firmansyah, Baznas Belitung menghimbau kepada seluruh masyarakat agar segera menunaikan zakat (harta, profesi, perdangan, pertambangan) bila sudah masuk nisob/waktunya.
Selain itu, tambahnya juga, tidak hanya zakat namun baznas juga menerima infaq dan sedekah masyarakat, yang mana semuanya itu akan kembali baznas salurkan ke masyarakat kepada yang tidak mampu atau yang membutuhkannya seperti pembangunan rumah layak huni yang saat ini sedang dalam pengerjaan.*