MANGGAR: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) untuk segera menerapkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau disingkat Genting.
Program ini dinilai sebagai langkah cepat dan tepat dalam menurunkan angka stunting di Bangka Belitung. Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, menyebut Program Genting merupakan “quick win” dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, dan sangat cocok diterapkan di wilayah Babel.
“Program ini kita dorong karena langsung menyasar keluarga berisiko stunting. Bantuan diberikan tidak hanya kepada anak-anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga kepada ibu hamil, menyusui, dan remaja putri agar mereka memiliki bekal gizi dan edukasi yang cukup,” kata Fazar saat Rapat Koordinasi Evaluasi Penurunan Kasus Stunting di Hotel Guest, Manggar, Selasa (29/4).

Program Genting merupakan pengembangan dari Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang sebelumnya hanya berjalan selama tiga bulan. Kini, masa pendampingan diperluas hingga dua tahun dan mencakup ibu dan anak secara lebih menyeluruh.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Siapa pun bisa jadi orang tua asuh dan membantu keluarga miskin yang memiliki anak berisiko stunting. Kita bantu dengan makanan bergizi, edukasi kesehatan, dan upaya pemberdayaan keluarga,” tambah Fazar.
Dengan diterapkannya Program Genting di Beltim, BKKBN berharap angka stunting yang masih cukup tinggi di wilayah ini bisa ditekan secara signifikan. Program ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yang menempatkan BKKBN sebagai koordinator utama percepatan penurunan stunting secara nasional.*sumber: Diskominfo-SP-Beltim












