Bupati Belitung Sidak Dua SPBU di Tanjungpandan

TANJUNGPANDAN – Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Tanjungpandan, Rabu (22/7/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di tengah keluhan masyarakat terkait antrean panjang dalam beberapa hari terakhir.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung H. Marzuki, Kapolres Belitung AKBP Satria Darma, Pasi Intel Kodim 0414/Belitung Kapten Inf Agus Ristanto, SBM Pertamina Patra Niaga Belitung Rafli Alhaq, jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, Satpol PP, serta tim Pertamina Patra Niaga.

Rombongan pertama mengunjungi SPBU PT Triyocava Brother di Jalan Sijuk, Desa Air Merbau. Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama Forkopimda mengecek stok BBM sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pengisian secara berulang yang berpotensi memicu antrean panjang.

Hasil pengecekan menunjukkan stok Pertalite mencapai sekitar 153 kiloliter, Pertamax sekitar 100 kiloliter, serta masih tersedia cadangan Pertalite sebanyak 66 kiloliter. Selain itu, SPBU tersebut melayani penyaluran sekitar 32.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax setiap hari.

SBM Pertamina Patra Niaga Belitung, Rafli Alhaq, menegaskan bahwa distribusi BBM di Kabupaten Belitung dalam kondisi aman dan terkendali. Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, kuota penyaluran harian ditingkatkan dari sekitar 240 kiloliter menjadi 280 kiloliter per hari.

“Penambahan pasokan dilakukan melalui jaringan 7 SPBU reguler, 6 SPBU non-reguler, serta 13 SPBUN khusus nelayan. Pasokan terus kami tambah untuk mengantisipasi antrean,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi BBM tetap diawasi agar penyalurannya tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat menilai antrean yang sempat terjadi lebih dipengaruhi keterlambatan distribusi kapal pengangkut sehingga memicu kepanikan masyarakat atau panic buying.

“BBM sebenarnya tersedia secara berkelanjutan dan stok terus dipantau. Masyarakat tidak perlu panik karena pasokan tetap datang secara kontinu,” kata Bupati.

Meski demikian, ia mengakui terdapat anomali berupa antrean panjang meskipun stok dinyatakan mencukupi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belitung meminta Kapolres Belitung melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam distribusi BBM, khususnya Pertalite.

Kapolres Belitung AKBP Satria Darma menegaskan pihaknya siap menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran, termasuk dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan barcode pengisian BBM.

“Kalau ditemukan pelanggaran atau pembelian yang tidak sesuai ketentuan, tentu akan kami tindak. Saat ini stok tersedia dan relatif melimpah, namun kami terus melakukan pengawasan di lapangan,” tegasnya.

Usai dari SPBU Air Merbau, rombongan melanjutkan sidak ke SPBU PT Multi Citra Medica di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkal Lalang. Di lokasi tersebut, antrean kendaraan masih terlihat lebih padat dibanding SPBU sebelumnya.

Bupati menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi lokasi SPBU yang berada di kawasan strategis dengan area pelayanan yang relatif sempit sehingga antrean lebih mudah terbentuk.

Dalam sidak tersebut, pemerintah meminta pengelola SPBU mengatur jalur antrean dengan memisahkan sepeda motor berukuran kecil dan besar agar proses pengisian lebih cepat. Selain itu, pemerintah daerah akan memasang spanduk imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok BBM dipastikan aman.

Berdasarkan hasil pengecekan di SPBU kedua, stok Pertalite masih tersedia sekitar 8.870 liter dengan tambahan pasokan dalam perjalanan. Penyaluran harian di SPBU tersebut meliputi sekitar 15.000 liter Pertalite, 1.000 liter Pertamax, dan 5.000 liter Dexlite.

Kapolres kembali mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpancing isu kelangkaan.

“Ketersediaan stok dipastikan aman untuk empat hingga lima hari ke depan. Jika ditemukan penyimpangan dalam distribusi, kami akan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.

Sidak berakhir sekitar pukul 13.20 WIB dalam situasi aman dan kondusif.

Dari hasil inspeksi, pemerintah menyimpulkan bahwa stok BBM di Kabupaten Belitung masih stabil dan penyaluran Pertamina berjalan sesuai kuota. Namun demikian, pemerintah mencatat adanya anomali berupa antrean panjang, khususnya untuk Pertalite, meskipun pasokan dinilai mencukupi.

Atas kondisi tersebut, Bupati Belitung secara khusus meminta jajaran Polres Belitung melakukan penyelidikan guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM yang dapat mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat.