TANJUNGPANDAN – Wakil Bupati Belitung, Syamsir, secara resmi membuka kegiatan Kajian Fikih Kurban dan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Tahun 2026 yang digelar di Masjid An-Nafi, Perumahan Billiton Regency, Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Juleha Bangka Belitung DPW Belitung ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Sebanyak 49 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari utusan masjid, peserta mandiri dari Kabupaten Belitung hingga Belitung Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag Belitung H. Suyanto, Ketua Baznas Belitung Firmansyah, Pj Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hamzah, Ketua Juleha Babel DPW Belitung Muhamad Wahidun S Pt, serta Dewan Pakar DPP Juleha Babel Nanang Lasmana S.Pt.
Ketua Juleha Babel DPW Belitung, Muhamad Wahidun, S.Pt menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya digelar di Belitung.
“Pelatihan Juru Sembelih Halal ini diikuti 49 peserta dari Belitung dan Belitung Timur. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan ilmu kepada peserta untuk kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat, baik dalam pelaksanaan kurban maupun penyembelihan di luar kurban,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan mencetak juru sembelih halal yang memahami syariat Islam sehingga menghasilkan daging yang ASUH, yakni aman, sehat, utuh dan halal.
Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Syamsir memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan Juleha memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara penyembelihan hewan yang benar sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
“Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Daerah kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pesertanya bukan hanya dari Belitung, tetapi juga dari Belitung Timur. Ini sangat luar biasa,” kata Syamsir.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu tentang teknik penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi langkah mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang penyembelihan halal.
“Nantinya peserta diharapkan bisa kembali ke lingkungannya untuk berbagi ilmu kepada masyarakat. Bukan hanya saat Iduladha, tetapi juga di pasar maupun tempat pemotongan hewan agar penyembelihan dilakukan sesuai standar,” tambahnya.
Syamsir berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai kecamatan dan desa di Pulau Belitung.
Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi Peran Juleha dalam Penanganan dan Penyembelihan Hewan Kurban, Pengenalan Bilah dan Teknik Mengasah Bilah, praktik teknik penyembelihan menggunakan media batang pisang, hingga praktik penyembelihan dan penanganan kambing secara langsung.












