Ini Jejak Perjalanan Edi Usdianto, Ketua Alumni IKPB Bandung

Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan organisasi. Saya berharap seluruh alumni dapat terus bersatu, menjaga silaturahmi, dan bersama-sama memajukan Alumni IKPB Bandung

TANJUNGPANDAN – Perjalanan hidup Edi Usdianto menjadi gambaran bahwa pendidikan, organisasi, dan semangat mengabdi dapat menjadi bekal untuk membangun daerah. Alumni IKPB Bandung angkatan 1995 ini lahir pada tahun 1975 di Kampung Amau, Jalan Madura, Kelurahan Kampung Damai, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Kini, ia menetap di Jalan Granat, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, dan sejak November 2025 mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung.

Kuliah Di Bandung

Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Tanjungpandan, Edi merantau ke Bandung pada tahun 1995 untuk melanjutkan studi di Jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Di kampus tersebut, ia menimba ilmu bersama banyak putra-putri terbaik bangsa, termasuk satu almamater dengan Senator Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein.

AddText 07 22 05.29.20

Merantau jauh dari kampung halaman menjadi babak penting dalam perjalanan hidupnya. Edi tinggal di Asrama Gunung Tajam, yang menjadi tempat berkumpul mahasiswa asal Belitung di Bandung. Bersama rekan-rekan seperti Oskar Yolanda (ITB), Iwan Husdiantama (ITB), Wahyudi (UNPAD), Iskandar (STIE YPKP), Haryanto (AKPI Bandung), Agus Gunawan (AKPI Bandun), Freddy Bun (UNPAS), Triska Arafat (IAIN Sunan Gunung Jati), Junaidi Rasyid (Unwim) , Syahroni (Akademi Perdagangan Bandung), Suswandi (IKIP Bandung), Sunanti (UNPAD) Asdianto (UNPAD), almarhum Sufianto (IKIP Bandung) dan Almarhun Edi Mulyadi (AKPI Bandung) serta Haryadi (Unwim) dan Sudirman maulin Almarhum Machroni Hidayat. Ia tidak hanya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, tetapi juga membangun kebersamaan layaknya sebuah keluarga.

Bersama rekan rekan mahasiswa tersebut dan mendapat dukungan dari IKPB Bandung maupun IKPB Pusat, serta tokoh senior ikatan Keluarga Bandung masyarakat perenggu Bandung, ia Melihat kondisi asrama yang saat itu sempat terbengkalai, Edi bersama rekan-rekannya berinisiatif membenahi dan menghidupkan kembali fungsi asrama sebagai rumah bagi mahasiswa Belitung. Dedikasi dan kepemimpinannya membuat ia dipercaya menjadi Ketua Asrama Gunung Tajam. Selama menempati asrama pada periode 1995 hingga 2000, ia belajar banyak tentang arti kepemimpinan, gotong royong, dan tanggung jawab.

Pengalaman organisasi terus mengasah kemampuannya. Di lingkungan Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB) Bandung, Edi pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IKPB Pusat mendampingi Ketua IKPB Pusat saat itu, Zulfriandi Afan, atau yang biasa dipanggil bung Ipen. Peran tersebut memperluas jejaring sekaligus memperkuat komitmennya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Belitung.

Usai menyelesaikan pendidikan, Edi memilih kembali ke tanah kelahirannya. Baginya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh di perantauan harus memberikan manfaat bagi daerah asal. Di Belitung, ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan dipercaya memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung.

Pada masa pascareformasi, Edi turut mengambil bagian dalam berbagai upaya mendorong perubahan dan pembangunan daerah. Kiprahnya di organisasi menjadi jembatan menuju pengabdian di pemerintahan. Hingga kini, ia terus mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung dan dipercaya memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga.

Bagi Edi Usdianto, perjalanan dari Kampung Amau menuju kampus ternama di Bandung, kemudian kembali untuk membangun Belitung, bukan sekadar kisah tentang karier. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa semangat merantau, kebersamaan, dan kecintaan terhadap kampung halaman dapat melahirkan pengabdian yang bermakna bagi masyarakat.

AddText 07 22 05.29.39

Semoga dengan menakodai sebagai Ketua Ikatan Alumni IKPB Bandung, Edu dapat mengayomi dan mengemban amanah.

Dalam wawancara dengan media, Edi mengatakan saat diberikan amanah, Edi Usdianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab serta berpedoman pada aturan organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan organisasi. Saya berharap seluruh alumni dapat terus bersatu, menjaga silaturahmi, dan bersama-sama memajukan Alumni IKPB Bandung,” kata Edi.

Ia juga berharap keberadaan alumni bisa memberikan kontribusi nyata buat mahasiswa belitong diperantauan dalam membantu memfasilitasi, menyambung aspirasi dalam membrikan kelancaran pendidikan.
Semoga alumni IKPB Bandung semakin berjaya di pulau Belitong.*