Jejak Misteri “Lempak Raje” di Belitung, Diyakini Peninggalan Leluhur Raja-Raja

Kini, dengan pemugaran yang sedang berlangsung, Lempak Raje diproyeksikan bukan hanya menjadi ikon budaya dan sejarah Belitung, tetapi juga daya tarik wisata baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

SIJUK, BELITUNG – Sebuah temuan unik yang berlokasi dikawasan Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Di atas bebatuan kokoh di kawasan tersebut, terlihat jelas sebuah jejak telapak kaki berukuran besar yang oleh masyarakat setempat, disebut “Lempak Raje”.

Jejak aneh yang membekas di permukaan batu itu kini menjadi perhatian masyarakat. Tak hanya sekadar dipelihara, lokasi tersebut bahkan sudah mulai dipugar dan dikelola oleh Pengelolaan kawasan Situs Hikayat Lempak Raje ini dilakukan oleh Yayasan Belitong Hijau bersama Kelompok Wisata Lempak Raje yang dipimpin oleh Hamdani Liyak, sebagai destinasi budaya dan sejarah.

Menurut kisah yang beredar di tengah masyarakat, jejak ini dipercaya sebagai peninggalan orang terdahulu yang memiliki hubungan erat dengan para raja. Hamdani, warga Tanjung Binga yang merupakan Ketua Kelompok Wisata Lempak Raje sekaligus pengelola kawasan itu, menceritakan awal mula penemuan jejak tersebut.

“Awalnya ditemukan dari tetua masyarakat  setempat. Saat itu warga sedang berburu dan mencari kayu, lalu terlihat ada sebuah lempak kaki yang mirip telapak kaki manusia, namun ukurannya sangat besar,” ujarnya.

Keanehan ukuran telapak kaki tersebut membuat masyarakat yakin bahwa lokasi itu bukan sekadar batu biasa. Ada yang meyakini kawasan itu merupakan makam leluhur, bahkan ada yang menyebutnya menyerupai makam raja yang dimakamkan di atas batu.

“Karena aneh, maka warga setempat sudah tahu bahwa itu mirip seperti makam raja-raja, dimakamkan di atas batu,” tambah Hamdani.

InCollage 20251002 130428136

Bahkan karena keyakinannya itulah, Hamdani menyebutkan bahwa kekayaan tak benda Situs Lempak Raje ini, selain Yayasan Belitong Hijau, juga telah didukung oleh Sanggar Pelita Budaya, yang menciptakan Koreografi Tarian Kolosal Hikayat Lempak Raje, Tarian ini mengisahkan siasat heroik rakyat Tanjung Binga dalam nenaklukan penyerangan lanun bajak laut di Tanjung Binga sekitar abad 17 yang lalu.

Kaitan Kota Kapur

Tak hanya cerita rakyat, perhatian juga datang dari pemerhati sejarah.
Toni Biliton, pemerhati sejarah Belitung, menyebut bahwa jejak tersebut bisa saja memiliki kaitan dengan Kota Kapur, sebuah situs bersejarah yang dikenal sebagai jejak peradaban bahari di Nusantara.

“Ini mungkin ada kaitannya dengan Kota Kapur. Mereka itu ahli bahari yang mengarungi Nusantara. Bisa jadi tempat ini dulu menjadi bagian dari aktivitas mereka, seperti memperbaiki jaring atau layar,” ungkap Toni Biliton.

Toni juga menyinggung kemiripan dengan situs lain di Belitung, yakni Bukit Layar di Buding, yang sama-sama menyimpan misteri sejarah nenek moyang,” kata Toni Biliton, yang juga penemu situs Mongolia di perbukitan Gunung Tajam (area perkebunan sawit Rebinmas), tahun 1996 silam, yang mana sudah dipancangkan papan situs Mongolia.

Kini, dengan pemugaran yang sedang berlangsung, Lempak Raje diproyeksikan bukan hanya menjadi ikon budaya dan sejarah Belitung, tetapi juga daya tarik wisata baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.*