MANGGAR: Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2026 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur berlangsung dinamis dan penuh diskusi tajam. Bertempat di Ruang Rapat KPU Beltim, forum ini menjadi ajang sinkronisasi sekaligus uji akurasi data pemilih.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua KPU Belitung Timur, Marwansyah, bersama anggota KPU Muhammad Tahir, Iskandar, Asrikhah, dan Leni Septriani. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya perwakilan Bawaslu Belitung Timur, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Polres Belitung Timur, serta Kodim 0414 Belitung.
Lonjakan di Gantung Dipertanyakan
Dalam jalannya rapat, Ketua Bawaslu Belitung Timur, Dany Sugara, menyoroti kenaikan jumlah pemilih yang cukup signifikan di Kecamatan Gantung. Ia membandingkan dengan Kecamatan Manggar yang memiliki basis pemilih terbesar namun tidak mengalami peningkatan berarti.

“Kenaikan di Gantung cukup signifikan, sementara Manggar relatif stabil. Ini perlu penjelasan agar data benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Anggota Bawaslu, Ihsan Jaya, turut menambahkan bahwa lonjakan jumlah pemilih pada triwulan ini mencapai 362 orang, angka yang dinilai cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
“Kami perlu penjelasan detail, terutama kategori pemilih apa yang paling mempengaruhi kenaikan ini,” ujarnya.
KPU Paparkan Data Terperinci
Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Beltim, Muhammad Tahir, menjelaskan bahwa lonjakan di Kecamatan Gantung dipicu oleh tingginya jumlah pemilih baru sebanyak 344 orang, sementara pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 178 orang. Hal ini menghasilkan selisih penambahan sebesar 166 pemilih.
Sebaliknya, di Kecamatan Manggar, selisih antara pemilih baru dan pemilih TMS hanya 7 orang, sehingga peningkatan jumlah pemilih tidak terlalu signifikan.
Lebih lanjut, Tahir mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pemilih secara keseluruhan didominasi oleh pemilih baru, yaitu Pemilih pemula: 699 orang dan Pemilih pindah masuk: 624 orang

Sementara itu, jumlah pemilih TMS tercatat sebanyak 961 orang yang berasal dari pemilih meninggal dunia, pindah keluar daerah, serta perubahan status menjadi anggota TNI/Polri.
Komitmen Jaga Data Berkualitas
Rapat pleno ini memperlihatkan sinergi kuat antara KPU dan Bawaslu dalam menjaga kualitas data pemilih. Diskusi yang berlangsung terbuka menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Adapun hasil akhir rekapitulasi menetapkan jumlah pemilih di Kabupaten Belitung Timur sebanyak 99.168 pemilih, terdiri dari 50.754 pemilih laki-laki dan 48.414 pemilih perempuan.
Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Kabupaten Belitung Timur.*











