Kultum Ramadhan bersama Trawangnews.com: Ust. Rudy Ermawan S.Pd.I : Berikan Materi: Jangan Jadikan Puasa Kita Sia-Sia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Memasuki hari-hari ibadah Ramadan, umat Muslim diingatkan untuk tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat agar puasa tidak menjadi sia-sia.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muhammad SAW disebutkan:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist ini menjadi peringatan bahwa puasa bukan hanya ibadah fisik, melainkan juga ibadah yang menuntut pengendalian diri secara menyeluruh.

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Haus

Banyak orang beranggapan bahwa puasa cukup dengan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, Rasulullah SAW menegaskan bahwa hakikat puasa lebih dari itu.
Beliau juga bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Pesan ini menekankan bahwa Allah SWT tidak memerlukan lapar dan haus seseorang jika lisannya masih berdusta, telinganya masih mendengar keburukan, matanya melihat hal yang diharamkan, serta tangan dan kakinya digunakan untuk maksiat.

Seluruh Anggota Tubuh Harus Berpuasa

Agar puasa bernilai pahala dan tidak sia-sia, setiap Muslim dianjurkan untuk:

Menjaga mata, hanya melihat hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Menjaga telinga, dari mendengar gibah, fitnah, dan perkataan buruk.
Menjaga lisan, dari dusta, cacian, dan ucapan sia-sia.
Menjaga tangan dan kaki, dari melangkah dan melakukan perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.
Dengan demikian, puasa menjadi ibadah yang utuh—bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga membersihkan jiwa dan perilaku.

Harapan di Bulan Ramadan

Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki diri. Jika seluruh anggota tubuh turut “berpuasa”, maka insyaAllah pahala yang dijanjikan Allah SWT akan berlipat ganda.
Jangan sampai puasa yang dijalankan seharian penuh hanya berbuah rasa lapar dan dahaga, tanpa pahala di sisi-Nya.

Semoga puasa kita menjadi puasa yang berkualitas, penuh keberkahan, dan tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.