TANJUNGPANDAN –Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, resmi meluncurkan aplikasi berbasis website untuk memudahkan masyarakat dalam berwakaf. Inovasi digital ini diharapkan menjadi terobosan baru, khususnya bagi generasi muda yang sudah akrab dengan teknologi.
Ketua BWI Belitung, Drs.HUNIYADI Bellia, mengatakan peluncuran website tersebut bertujuan agar siapa pun dapat dengan mudah mewakafkan sebagian hartanya, sekaligus mengelola wakaf secara amanah dan profesional demi kemajuan serta kesejahteraan umat.
“Generasi muda adalah sasaran utama karena mereka lebih melek digital. Dengan website ini, wakaf bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja,” ujar Drs.HUNIYADI di Tanjungpandan, Jumat (30/8/2025).

Wakaf Mulai Rp10 Ribu, Bisa untuk Pendidikan hingga Lingkungan
Melalui laman BWI Belitung, masyarakat bisa memilih berbagai jenis wakaf, mulai dari wakaf uang, wakaf produktif, wakaf sosial, wakaf pendidikan, hingga wakaf ekotheology (pelestarian lingkungan).
Drs.HUNIYADI menekankan, berwakaf kini tidak harus menunggu kaya.
“Cukup Rp10 ribu atau Rp100 ribu pun sudah bisa berwakaf. Semua langsung terkoneksi ke rekening masing-masing, jadi ini sesuatu yang luar biasa,” jelasnya.
Menariknya, BWI Belitung juga mengajak calon pengantin untuk memulai pernikahan dengan amal kebaikan melalui wakaf. Dana yang terkumpul nantinya dapat dikelola menjadi usaha produktif, seperti wakaf mart atau membantu pelaku UMKM, sehingga hasilnya bisa disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dana Wakaf untuk Kesejahteraan Umat
Drs HUNIYADI mengungkapkan bahwa dana wakaf yang terkumpul akan diinvestasikan dalam berbagai program produktif, termasuk mendukung pondok pesantren yang tengah mengembangkan usaha isi ulang air minum.
“Tujuan akhirnya adalah untuk kemaslahatan umat. Dengan wakaf, kita tidak hanya beramal untuk diri sendiri, tapi juga menebar manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Disambut Positif Kementerian Agama
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung, H.Suyanto, S.Ag.M.E. menyambut baik hadirnya aplikasi ini. Menurutnya, langkah BWI Belitung merupakan sebuah terobosan penting dalam mengenalkan wakaf, khususnya kepada generasi milenial.
“Dengan aplikasi digital, sosialisasi dan pemahaman tentang wakaf menjadi lebih mudah. Ini langkah maju dalam mengajak masyarakat, terutama anak muda, agar ikut serta dalam gerakan wakaf,” ujarnya.*


















