SIJUK – Masyarakat Peduli Belitong (MPB) bersama masyarakat Desa Tanjung Binga, Desa Keciput, dan Desa Tanjung Tinggi terus memantapkan persiapan kegiatan bertajuk “Dialog Publik Menuju Pariwisata yang Sukses Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118”.
Jelang pelaksanaan kegiatan, panitia telah menggelar gladi bersih sekaligus pemantapan rangkaian acara dan materi dialog yang akan disampaikan kepada pemerintah maupun masyarakat.
Ketua Panitia Marwansyah Sampaikan bahwa pihaknya telah mertargetkan seluruh persiapan dan rangkaian kegiatan diskusi hampir rampung dan nantinya akan dilaksanakan gladibersih sebelum pelaksanaan besok pada Sabtu, 30 Mei 2026.
“Kegiatan gladi bersih sangat penting dilakukan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sesuai harapan. Hari ini pihak panitia melakukan gladi bersih dan pemantapan acara,” ujarnya.saat dihubungi media ini, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, selain memastikan kesiapan teknis, panitia juga melakukan pengecekan terkait kepastian kehadiran sejumlah tamu penting dalam dialog publik tersebut.
“Kita juga mengecek kepastian hadirnya Bupati, Gubernur, narasumber DPRD Provinsi serta undangan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua MPB Drs. Hadi Adjin sampaikan bahwa dalam dialog tersebut, MPB akan membawa sejumlah poin penting terkait arah pembangunan pariwisata di Belitung, khususnya kawasan wisata Tanjung Kelayang dan sekitarnya.
Hadi menegaskan, sasaran utama dialog publik ini adalah mendorong keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat dalam pengelolaan sektor pariwisata.
“Pariwisata dan pemerintah daerah harus berpihak kepada masyarakat. Pemerintah juga diminta berhenti memelihara investor yang tidak taat hukum. Fungsi pengawasan dan pembinaan harus ditingkatkan,” tegasnya.
Selain itu, diharapkan agar kawasan pariwisata Tanjung Kelayang seluas kurang lebih 4 hektare tidak sepenuhnya diserahkan hak pengelolaannya kepada investor, melainkan tetap berada di bawah penguasaan pemerintah, desa, dan masyarakat setempat melalui regulasi daerah berupa Perda maupun Perbup.
Tak hanya itu, hasil diskusi ini juga mendorong adanya penyusunan master plan pariwisata yang menyeluruh dan holistik untuk kawasan pesisir Belitung.
Konsep yang diusulkan meliputi pengembangan ruang terbuka wisata yang asri dan nyaman, pusat kuliner khas daerah, ruang kesenian dan budaya, jalur bersepeda, area olahraga, jogging track, hingga kawasan pejalan kaki yang ramah wisatawan.
“Belitung saat ini hanya memiliki sisa lokasi pantai yang baik di kawasan Tanjung Kelayang dan Desa Keciput Kecamatan Sijuk. Karena itu penataannya harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.
Dalam diskusi ini juga diharapkan kawasan pantai dan ruang laut dapat ditata dengan standar kenyamanan internasional, termasuk pembangunan dermaga perahu atau pelabuhan kapal agar aktivitas nelayan lebih tertata.
Disamping itu, nantinya juga akan dibahas materi dialog soal surat 50016/05/adm.KEK/2026, menyangkut soal teguran percepatan pembangunan KEK Tanjung Kelayang.
Dengan demikian, kawasan pantai dapat dibagi secara baik antara aktivitas nelayan dan area wisatawan untuk mandi laut dengan kondisi yang nyaman, higienis, dan asri.
Bahkan nantinya kawasan wisata Publik dikelola oleh Pemerintah seperti contoh Kawasan Wisata Tanjung pandan dalam kota sedangkan di luar kota ada kawasan Tanjung Kelayang juga dalam satu Kawasan Bangunan Gedung Monument Kesetaraan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka belitung
Dalam kegiatan tersebut nantinya, Dewan Pakar akan bertindak sebagai moderator dialog sekaligus menjelaskan peran dan eksistensi MPB di tengah masyarakat.
“Inilah materi pokok yang akan disampaikan MPB sebagai saran kepada pemerintah dalam dialog nanti,” tutup Hadi.*















