Profesor Matematika: Kagumi Keelokan Alam Belitong akan Kembangkan Riset Terkait Geopark

Edukasi secara online terkait Geopark, minimal dengan penayangan video-video yang sudah dimiliki Belitong Geopark terebut sebaiknya diunggah pada website.

TANJUNGPANDAN: Belitong Geopark termasuk salah satu dari 12 Geopark kategori internasional dengan masuk Unesco Global Geopark pada tahun 2021. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri oleh peneliti Universitas Terbuka, Prof. Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd. untuk mempelajari guna riset lebih dalam lagi terkait keistimewaan Belitong (Belitung dan Belitung Timur).

Guna pengembangan riset Profesor Fatia melakukan wawancara kepada staf Geopark di Kantor pusat informasi dan pelayanan Belitong UNESCO Global Geopark yang berlamat di jalan Seroja No.484, Parit, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung pada Selasa 18/08/2026.

AddText 08 18 06.10.19

Menurut Adielicasia, SM pada penilaian Geopark, tidak berdiri sendiri terkait dengan pengelolaan objek namun masyarakat juga dilibatkan untuk pengelolaanya.

Ada banyak Geosite yang ada di pulau Belitong dan masyarakat yang tergabung dalam komunitas terlibat didalamya “komunitas masyarakat mengelola masing-masing dari 24 Geosite di Kepulauan Belitung”, Sebut Adielicasia.

Lebih lanjut Adielicasia menjelaskan bahwa Geopark Belitong senantiasa melakukan jejaring dengan Geopark lainnya. “Untuk tingkat Asia terdapat APGN (Asia Pacific Geoparks Network), begitu juga dengan jejaring di Eropa dan lainnya” Sebutnya.

Sehubungan dengan aktivitasnya sebagai manajer Kemitraan dan Sertifikasi Indonesia Cyber Education (ICE) Institute Profesor Fatia melihat peluang besar terkait eduasi dan sosialisasi potensi Pulau Belitong Geopark.

Menurutnya sama halnya dengan ICE Institute bekerjasama dengan UNESCO ICHEI (International Centre for Higher Education Innovation) yang merupakan Pusat Inovasi Pendidikan Tinggi Internasional di bawah naungan UNESCO, dalam hal pengadaan materi digital dan pengembangan online courses.

Dihubungi TrawangNews, dalam keterangannya Profesor menyampaikan bahwa edukasi secara online terkait Geopark, minimal dengan penayangan video-video yang sudah dimiliki Belitong Geopark terebut sebaiknya diunggah pada website.

AddText 08 18 06.09.44 scaled

Hal ini penting agar wisawatan yang datang ke Belitong selain menikmati keindahan pulau dengan beragam bentuk batu besarnya juga dapat edukasi mengenai asal muasal dari sudut pandang ilmiah terbentuk batu tersebut. Sehingga edukasi dan wisata menjadi kesatuan integrasi yang harmoni untuk dinikmati secara visual dan intelektual, Ujarnya.

Saat ditianya tentang wisata Belitong, Profesor menyampaikan Agustus 2026 ini merupakan jejak pertama saya datang ke Belitong. Saya sudah lama ingin ke Belitong karena terinspirasi Novel dan Film Laskar Pelangi karya Pak Cik Andrea Hirata. “saya sangat terkesan dengan sejarah dan keelokan alam Belitong serta penduduknya yang ramah” Kagum Fatia.*