Reses di Lesung Batang, Darmansyah Husein Soroti BBM dan Gas hingga Kesenjangan Harga Timah
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 2 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Berbagai persoalan masyarakat, mulai dari distribusi BBM dan gas bersubsidi, kesenjangan harga jual beli timah, hingga persoalan ketenagakerjaan dan beasiswa, mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPD RI Ir. H. Darmansyah Husein, di Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan reses yang berlangsung di tengah masyarakat tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta perhatian pemerintah terhadap berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan solusi konkret.
Hadir dalam kegiatan itu Lurah Lesung Batang, Gema Ilham, S.T., beserta perangkat kelurahan, kepala lingkungan (kaling), ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta anggota PKK Kelurahan Lesung Batang.
Reses ini merupakan bagian dari agenda penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah pada Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, yang berlangsung pada 9–29 Oktober 2026. Salah satu fokus pembahasannya adalah pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi beserta perubahannya.
Warga Sampaikan Beragam Persoalan
Dalam sesi dialog, Sofian Ismail sampaikan informasi perjuangan yang telah dilakukan mantan karyawan timah selama ini. Sementara itu, Hastuti, warga RT 20, menyoroti perlunya pengaturan distribusi BBM agar ke depan berjalan normal dan tepat sasaran. Ia juga menyampaikan pentingnya penciptaan lapangan kerja.
Aspirasi lainnya disampaikan Maskur, warga RT 17. Ia meminta adanya solusi terhadap tata niaga timah, termasuk mekanisme pembelian yang lebih tertata dan tidak menimbulkan kesenjangan. Ia juga menyoroti perbedaan harga jual beli timah antara Belitung dan Bangka yang dinilai masih terlalu jauh.
Selain persoalan pertimahan, warga turut menyampaikan harapan terkait pengembangan dan perluasan Kota Tanjungpandan, pengaturan distribusi gas bersubsidi agar tepat sasaran, serta dukungan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.
Masyarakat berharap bantuan pendidikan tidak hanya terbatas pada program tertentu di Belitung, tetapi juga didukung melalui kebijakan dan bantuan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Darmansyah: Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Darmansyah Husein mengapresiasi partisipasi masyarakat Kelurahan Lesung Batang yang dinilainya sangat aktif dalam menyampaikan persoalan daerah.
Ia menegaskan, salah satu hal penting yang perlu dibenahi dalam sektor energi adalah memastikan subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
“Yang perlu kita benahi sekarang ini adalah bagaimana ketepatan sasaran BBM bersubsidi itu kepada masyarakat yang betul-betul memerlukan. Tidak boleh ada penyimpangan-penyimpangan,” ujarnya.
Menurut Darmansyah, masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai transformasi energi. Hal tersebut dinilai penting sebagai bagian dari evaluasi dan penyempurnaan kebijakan energi ke depan.
Ia turut menyoroti penggunaan gas bersubsidi oleh perusahaan berskala menengah maupun besar yang dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Perusahaan-perusahaan besar, misalnya menengah, itu masih menggunakan gas yang disubsidi. Itu kan tidak tepat. Itu harus kita kecilkan, sekecil mungkin,” tegasnya.
Ia berharap pengawasan dan pengaturan distribusi energi dapat terus diperbaiki agar subsidi pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerimanya.
Kesenjangan Harga Timah Jadi Perhatian
Persoalan harga timah antara Belitung dan Bangka juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut.
Darmansyah menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi perbedaan harga di tingkat lokal adalah panjangnya mata rantai perdagangan timah di Belitung, mulai dari penambang, kolektor, pengolahan melalui meja goyang, hingga eksportir.
Selain itu, keterbatasan jumlah fasilitas peleburan atau smelter di Belitung turut menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.
Menurutnya, keberadaan fasilitas peleburan yang memadai di Belitung dapat membantu mengurangi kebutuhan pengiriman timah ke Bangka, sehingga biaya logistik yang timbul bisa ditekan.
“Karena itu saya sudah berkali-kali sampaikan, bahwa sebetulnya di sini harus dibuat smelter yang benar. PT Timah juga akan membangun smelter di sini, supaya timahnya tidak dibawa lagi ke Bangka,” ungkap Darmansyah.
Ia menambahkan, mekanisme tata niaga timah juga perlu dibenahi, terutama terkait panjangnya waktu pembayaran kepada penambang maupun pihak yang terlibat dalam rantai perdagangan.
Menurutnya, persoalan harga dan mekanisme pembayaran perlu menjadi perhatian manajemen PT Timah agar tata niaga berjalan lebih wajar dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertimahan.
Darmansyah menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait sebagai bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat Belitung.
Lurah Berharap Aspirasi Warga Ditindaklanjuti
Lurah Lesung Batang, Gema Ilham, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pelaksanaan reses Darmansyah Husein di wilayahnya.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada wakil daerah di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, pada kesempatan hari ini reses berjalan lancar. Banyak aspirasi, saran, dan pertanyaan dari masyarakat yang telah disampaikan kepada Bapak Darmansyah,” ujarnya.
Gema berharap seluruh masukan yang disampaikan masyarakat Kelurahan Lesung Batang dapat diakomodasi dan diperjuangkan melalui jalur kebijakan di tingkat pusat.
Menurutnya, kehadiran anggota DPD RI di tengah masyarakat menjadi kehormatan sekaligus kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan warga secara langsung.
Kegiatan reses ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata, tetapi juga menjadi langkah awal bagi upaya penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Belitung, baik di sektor energi, pertimahan, ketenagakerjaan, kesehatan, maupun pendidikan.*
- person
- visibility 34
- forum 0