Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » Sahirin, Mantan Polsus Era PN Timah: Dari Penerangan hingga Mengawal Butiran Timah dengan Senapan

Sahirin, Mantan Polsus Era PN Timah: Dari Penerangan hingga Mengawal Butiran Timah dengan Senapan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNGPANDAN — Usianya kini 79 tahun, tetapi ingatan Sahirin tentang masa mudanya masih terasa hidup ketika bercerita tentang perjalanan panjangnya bekerja di perusahaan timah.

Duduk mengenang masa lalu, Sahirin seolah kembali ke puluhan tahun silam—ketika seragam Polsus (Polisi Khusus) masih menjadi bagian dari kesehariannya, lengkap dengan senapan, sangkur, pakaian dinas, dan tugas menjaga aset perusahaan.

Sahirin lahir pada 1949 dan kini tinggal di kawasan  Air Merbau, Tanjungpandan. Perjalanan kerjanya ternyata dimulai jauh sebelum mengenakan seragam Polsus.
Sekitar 1967, ia sempat bekerja di bagian penerangan pemerintah. Namun, pekerjaan itu tidak bertahan lama. Merasa kurang cocok, Sahirin kemudian beralih bekerja di gudang beras milik perusahaan timah.

“Waktu itu masuk kerja di gudang beras. Kepala gudangnya Pak Sami,” kenangnya saat di wawancarai di Warung Berijo, terminal Tanjungpandan, pada Rabu, 2 September 2026.
Sembilan bulan bekerja di sana, sebuah pertemuan dengan seorang kawan mengubah arah hidupnya.
Kawannya, Jani, ternyata mengetahui peluang menjadi Polsus. Kebetulan, ayah Jani juga merupakan pimpinan Polsus. Dari sanalah Sahirin kemudian mendapat kesempatan bergabung.
“Saya waktu itu berpikir, ini kerja pemerintah juga. Perusahaan timah kan milik negara,” ujarnya sambil tersenyum.

Mengenakan seragam Polsus

Menjadi Polsus bukan sekadar mengenakan seragam. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban.
Pada masa awal bertugas, Sahirin ditempatkan menjaga kawasan bengkel karet. Ia mengenakan pakaian dinas Polsus dan dibekali perlengkapan yang pada zamannya tergolong lengkap.
Tiga setel pakaian dinas diterimanya. Sepatu, senapan, hingga sangkur menjadi bagian dari perlengkapan tugas.
“Sempat bingung juga waktu pertama. Orang keluar masuk, kami harus siap,” katanya, mengenang masa ketika disiplin menjadi bagian penting dari pekerjaannya.
Gaji yang diterimanya kala itu sekitar Rp25 ribu per bulan. Selain uang, pekerja juga mendapatkan jatah kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, kacang-kacangan, ikan asin, tembakau, hingga kebutuhan dapur lainnya.
Bagi Sahirin, jumlah tersebut merupakan penghasilan yang sangat berarti pada masa itu.
“Rp25 ribu waktu itu sudah besar,” tuturnya.

Mengawal timah dengan senapan

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia mendapat tugas mengawal pengiriman timah.
Pengawalan biasanya dilakukan oleh dua orang Polsus. Mereka mengawal timah dari lokasi penyimpanan menuju Tanjungpandan. Di luar personel pengawal, perjalanan juga melibatkan sopir.
Sahirin masih mengingat suasana ketika bertugas. Senapan menjadi perlengkapan utama, sementara seorang komandan regu memiliki perlengkapan berbeda.
Tugas itu menuntut kewaspadaan tinggi. Timah merupakan aset penting perusahaan, sehingga pengamanannya tidak bisa dianggap remeh.

“Kalau ada pencurian timah, langsung ditindak. Zaman itu tidak main-main,” ujarnya.
Namun, Sahirin mengaku selama menjalankan tugas, situasi relatif aman. Ia tidak banyak menemui persoalan serius selama mengawal aset perusahaan.
Menurutnya, disiplin yang ketat dan kelengkapan pengamanan menjadi salah satu alasan pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Pelatihan hingga ke Palembang

Untuk menjadi Polsus, Sahirin juga menjalani sejumlah pelatihan. Salah satunya berlangsung di Palembang selama sekitar enam bulan.

Sepanjang kariernya, ia menyebut pernah mengikuti pelatihan sekitar 11 kali, termasuk di Palembang dan Jakarta.
Pelatihan tersebut membentuk dirinya menjadi seorang petugas yang terbiasa dengan disiplin dan tanggung jawab.

“Dulu pelatihannya serius. Kami memang disiapkan untuk tugas,” katanya.
Di lingkungan perusahaan, Polsus tidak hanya bertugas menjaga lokasi. Mereka juga bertanggung jawab mengamankan aset perusahaan, termasuk ketika ada pengiriman timah.

Mengakhiri pengabdian pada 1992

Puluhan tahun menjadi bagian dari perusahaan akhirnya berakhir pada 1992.
Saat itu terjadi perubahan besar dalam tubuh perusahaan. Sahirin memilih mengakhiri masa tugasnya dan menerima uang pesangon sekitar Rp7,5 juta.
Setelah berhenti sebagai Polsus, kehidupan Sahirin terus berjalan.
Ia sempat bekerja sebagai sopir, menjadi petugas keamanan di sejumlah tempat, hingga dipercaya menjadi pengawas sebuah usaha.

Di salah satu tempat, ia bahkan dipercaya mengawasi operasional dan pembukuan sederhana. Namun, perjalanan itu kembali membawanya berpindah-pindah pekerjaan.
Hingga akhirnya ia bekerja di bidang perhubungan selama sekitar 18 tahun.
Setelah melewati berbagai pekerjaan, Sahirin kemudian memasuki masa tua dengan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Seragam yang menjadi kenangan

Kini, puluhan tahun telah berlalu sejak Sahirin terakhir mengenakan seragam Polsus.
Senapan, sangkur, tugas pengawalan, hingga perjalanan mengawal timah hanya tersisa sebagai bagian dari kenangan masa lalu.
Namun, bagi Sahirin, masa itu bukan sekadar cerita tentang pekerjaan.

Itu adalah bagian dari perjalanan hidup—dari seorang pekerja penerangan, beralih ke gudang beras, kemudian menjadi Polsus yang menjaga aset perusahaan timah, sebelum akhirnya menjalani berbagai pekerjaan lain hingga memasuki usia senja.
Di usia 79 tahun, Sahirin mungkin tak lagi berdiri di pintu gerbang perusahaan dengan seragam dan senapan.

Tetapi cerita tentang masa ketika ia menjaga perusahaan timah dengan penuh disiplin masih tersimpan kuat dalam ingatannya.
Dan dari cerita sederhana seorang lelaki tua di Aik Merbau itu, terselip potongan sejarah kehidupan para pekerja yang pernah menjadi bagian dari kejayaan industri timah di Belitung.*

 

  • person
  • visibility 342
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • DI Ruang Rapat KKP RI, Bupati Belitung Hadiri Diskusi Nasional Reklamasi

    DI Ruang Rapat KKP RI, Bupati Belitung Hadiri Diskusi Nasional Reklamasi

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle sma
    • visibility 185
    • 0Komentar

    JAKARTA: Hari ini Senin, 16 September 2019, digelar Diskusi Nasional Reklamasi, bertempat di Ruang Rapat Tuna Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI. Acara diskusi ini bertemakan Reklamasi kebutuhan atau keinginan? Memadukan kepentingan sosial dan ekologi di tengah peluang investasi. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dibuka oleh Sekjen KKP RI Bapak Ir. […]

  • 858 Rumah Ikuti Lomba Rumah Bersih Sehat 2025 di Beltim

    858 Rumah Ikuti Lomba Rumah Bersih Sehat 2025 di Beltim

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle sma
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MANGGAR – Sebanyak 858 rumah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berpartisipasi dalam Lomba Rumah Bersih Sehat 2025. Setelah tahap pendaftaran selesai, tim penilai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten mulai melakukan penilaian secara bertahap. Kecamatan Manggar menjadi peserta terbanyak dengan 203 rumah, disusul Kecamatan Gantung dengan 163 rumah. Sementara Kecamatan Dendang menjadi yang paling sedikit […]

  • TP2GD Beltim Sampaikan Hasil Sidang Rekomendasi TP2GD dengan Bupati, Terkait Usulan H. AS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional 2026

    TP2GD Beltim Sampaikan Hasil Sidang Rekomendasi TP2GD dengan Bupati, Terkait Usulan H. AS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional 2026

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle sma
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MANGGAR – Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar silaturahmi guna menyampaikan rekomendasi hasil sidang TP2GD dengan Bupati Belitung Timur terkait pengusulan H. AS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional tahun 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Belitung Timur, Senin (19/1/2026). Silaturahmi ini dihadiri langsung oleh Ketua TP2GD Beltim Oscar Habib, […]

  • Ka Kan Kemenag Dampingi Bupati Safari Ramadhan di Masjid Al Hidayah Bantan

    Ka Kan Kemenag Dampingi Bupati Safari Ramadhan di Masjid Al Hidayah Bantan

    • calendar_month Senin, 19 Apr 2021
    • account_circle sma
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MEMBALONG: Ka Kan Kemenag Belitung Drs. H. Masdar Nawawi menghadiri sekaligus mendampingi acara kegiatan Safari Ramadhan Bupati Belitung di Masjid Al Hidayah Desa Bantan, Kec Membalong, pada Senin Malam 19 April 2021. Rombongan safari ramadhan yang dipimpin Bupati Belitung yang dihadiri Ketua DPRD Belitung Ansori, Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono S.IK, sekda kab Belitung MZ […]

  • Pgs. Kasdim 0414/Belitung, Mayor Cke Ihsan Menghadiri Kegiatan Peninjauan lokasi KDMP di Desa Air Ketekok

    Pgs. Kasdim 0414/Belitung, Mayor Cke Ihsan Menghadiri Kegiatan Peninjauan lokasi KDMP di Desa Air Ketekok

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle sma
    • visibility 97
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN – Pgs. Kasdim 0414/Belitung, Mayor Cke Ihsan bersama Anggota Koramil 414-01/Tanjungpandan, Pelda Suminto selaku Babinsa Desa Air Ketekok, menghadiri kegiatan peninjauan lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Air Ketekok pada Jumat (14/11/2025) pukul 10.00 WIB. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam mendukung pembangunan fasilitas koperasi desa yang diharapkan menjadi pusat pengembangan […]

  • LIGAT PRODUCTION Gelar Pagelaran Seni Kelas Tari #1 di Dapor FEZDAF

    LIGAT PRODUCTION Gelar Pagelaran Seni Kelas Tari #1 di Dapor FEZDAF

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle sma
    • visibility 88
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Pagelaran Seni Kelas Tari #1 yang diselenggarakan LIGAT PRODUCTION, pimpinan Bella Asmanabillah, S.Sn , yang bertempat di Gorong-Gorong (Dapor FEZDAF), Tanjungpandan Belitung. Adapun acara kegiatan pergelaran Seni Tari ini merupakan ujian tingkat pertama kelas menari di Ligat Production, yang sudah dimulai sejak Agustus 2021 Menangapi kegiatan tersebut , Ketua Dewan Kesenian Belitung, Iqbal Saputra […]

expand_less