TANJUNGPANDAN – Peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke-188 menjadi momentum bagi Komunitas Diskusi 17 (KD-17) Belitong menggelar silatuhrahmi dan dialog publik yang membahas berbagai isu strategis daerah, Jumat (26/6/2026) malam di Sekretariat KD-17 Belitong, Jalan Air Serkuk Dalam Nomor 21, RT 28/RW 11, Tanjungpandan.
Dialog menghadirkan Wakil Gubernur Pertama Bangka Belitung Ir. Suryadi Saman, M.Sc., Ir. H. Nazalius, serta Division Head Area Belitung PT Timah, Feriandi, dengan dihadiri mantan anggota DPRD, aktivis, birokrat, dan organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat dan pemuda.
Adapun Forum dialog ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari rencana pembangunan smelter, persoalan IUP, Sikap Masyarakat terhadap terhadap putusan Mendagri tentang Wagub Babel hingga pengembangan kota tanjungpandan dan pariwisata Belitung.
Dalam paparannya, Ir Nazalius, menyoroti usia Kota Tanjungpandan yang telah mencapai 188 tahun menjadi alasan kuat untuk melakukan pembenahan agar kota semakin menarik dan memiliki daya saing.
Ia menyoroti rencana kegiatan integrated city planning atau perencanaan kota terintegrasi yang bila dilanjutkan tentunya diharapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Nah, Apakah program itu dilanjutkan atau tidak, tetapi intinya kita perlu pembenahan kota bisa membuat Tanjungpandan lebih menarik dan memiliki daya jual yang lebih baik,” ujar Nazalius.
Menurutnya, penyusunan perencanaan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah pusat atau tim penyusun dari kementerian, tetapi harus melibatkan berbagai stakeholder di Belitung agar nilai sejarah serta budaya lokal tetap terakomodir yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan kota.
” Nah itu yang kita inginkan yang memang kebetulan kami belum pernah mendengar apakah itu sudah dilakukan atau belum. Nah kalau belum, ini belum terlambat dan perlu kita berkolaborasi agar perencanaan itu betul-betul punya ruh, punya jiwa. Karena kota ini sudah termasuk tua, sudah berbagai perubahan di pusat kota itu. Nah sehingga perubahan-perubahan ke depan ini kita harapkan akan lebih membuat daya tarik kota menjadi lebih baik.
Selain itu, Nazalius mengusulkan agar Pemerintah Daerah menyusun road map perencanaan Kota Tanjungpandan untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Menurutnya, ini penting sebagai pedoman arah pembangunan, termasuk mengkaji peluang peningkatan status Tanjungpandan menjadi kota administratif.
“Dengan road map, kita bisa melihat arah pembangunan kota lima hingga sepuluh tahun ke depan. Itu penting agar setiap langkah pembangunan lebih terarah dan mampu meningkatkan daya tarik Kota Tanjungpandan,” pungkasnya.
Sementara itu, Suryadi Saman menyoroti polemik jabatan Wakil Gubernur Bangka Belitung. Ia mengusulkan penyelesaian melalui rekonsiliasi politik dengan mempertemukan perwakilan kedua belah pihak untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.
Selain itu, Suryadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat dukungan pengusulan Has Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional serta mendorong kepastian pembangunan smelter maupun penguatan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertimahan.
Di sisi lain, Division Head Area Belitung PT Timah, Feriandi, menyatakan perusahaan mendukung forum dialog sebagai wadah mencari solusi bagi pembangunan Belitung. Ia menyebut pembahasan mengenai IUP dan rencana operasional smelter masih dalam tahap kajian perusahaan.
Ketua KD-17 Belitong, Rizali Abusama, mengatakan seluruh hasil diskusi akan dirangkum dan disampaikan kepada instansi terkait sebagai rekomendasi untuk mendukung pembangunan Belitung yang lebih maju dan berkelanjutan.











