TANJUNGPANDAN – Terkait penerbangan perdana maskapai Scoot dari Singapura menuju Belitung, Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, menyampaikan pentingnya menghadirkan Belitung melalui desain terminal bandara yang representatif dan berkarakter lokal.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani saat mendampingi jumpa pers anggota DPR RI Rudianto Tjen bersama kalangan wartawan di Kondjie Bintang, Jalan Krejan Kebun Jeruk, Tanjungpandan, Belitung, pada Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Anggota DPD RI Bahar Buasan, Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung Taufik Rizani, anggota komisi 1 DPRD Belitung dan Ketua Fraksi DPRD Belitung Wahyudi Wirayudha, serta sejumlah tokoh dan insan pers di Belitung.
Menurut Vina, wisatawan yang datang ke Belitung harus langsung merasakan nuansa khas daerah sejak pertama kali menginjakkan kaki di bandara.
“Komunikasi yang mencerminkan Belitung itu harus tergambar dari desain terminal kita. Kita berharap nanti ada terminal yang baru. Jadi begitu turis datang, panca indera mereka sudah bisa merasakan bahwa mereka sudah sampai di Belitung,” ujar Vina.

Ia menjelaskan, pengalaman wisatawan tidak hanya dilihat dari tampilan visual, tetapi juga suasana yang menyentuh seluruh indera. Mulai dari desain bangunan, musik tradisional Belitung yang diperdengarkan, hingga aroma khas daerah yang dapat memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung.
“Dari mata, dari telinga mereka mendengarkan musik-musik asli Belitung. Bahkan dari aroma Belitung, dari penciuman mereka, semua merasakan bahwa mereka sudah sampai,” katanya.
Meski demikian, Vina mengakui desain terminal baru tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan belum dipinalkan oleh pihak Angkasa Pura.
“Dari Angkasa Pura, kemarin Pak Direktur masih menyampaikan bahwa ini masih dalam tahap desain, belum dipinalkan. Tapi kita berharap secepatnya terminal ini bisa dibangun. Mudah-mudahan di 2027–2028 sudah bisa direalisasikan,” ungkapnya.
Ia menilai pembangunan terminal baru tentu mempertimbangkan berbagai faktor, terutama peningkatan jumlah kunjungan penumpang dan wisatawan ke Belitung.
“Jelas tingkat kunjungan harus kita tingkatkan dulu. Nanti yang datang ke bandara kita juga harus meningkat. Semakin cepat meningkat, mudah-mudahan terminal kita juga dibangun lebih cepat lagi,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai mana yang sebaiknya didahulukan antara peningkatan kunjungan wisatawan atau pembangunan infrastruktur bandara, Vina menegaskan pihaknya berharap infrastruktur dipersiapkan lebih dahulu agar daerah siap menyambut lonjakan wisatawan.
“Kalau kita tetap berharap infrastruktur dibangun dulu. Dengan adanya terminal baru pasti akan mendukung tingkat kunjungan. Jangan sampai kita menunggu ramai dulu baru membangun terminal,” katanya.
Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi bagian penting dalam memberikan kesan positif kepada wisatawan yang datang ke Belitung.
“Nanti banyak yang kecewa kalau terminalnya masih seperti itu sementara kunjungan sudah ramai. Jadi artinya sebelum kunjungan ramai, kita sudah siap dulu menyambut mereka. Ibaratnya berias dulu sebelum menyambut tamu,” pungkasnya.*



















