Shofwan AR Pimpin Lembaga Adat Melayu Belitung (2026-2029): Ini Harapan Bupati dan DPRD Belitung
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Lembaga Adat Melayu (Lambel) Belitung memasuki babak baru. Shofwan AR terpilih sebagai Ketua Lambel Belitung periode 2026–2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Rumah Adat Belitung, Sabtu (26/9/2026).
Adapun duduk sebagai Wakil Ketua adalah Alpian, dengan Sekretaris Galih Prawira dan Bendahara dipercayakan kepada Wawan Irwanda.
Musda ini diikuti pengurus Lambel Belitung serta pengurus Lembaga Adat Melayu tingkat kecamatan se-Kabupaten Belitung.
Acara musda ini dibuka Bupati Belitung Djoni Alamsyah yang ditandai dengan pemukulan Ging dan pemasangan Selindang atau Sal kepada Pengurus LAMBEL.
Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Belitung Vina Crystin Ferani, Sekda Belitung Marzuki, S.IP., Kepala DPPKBPMD Belitung Drs. Fari, Kasubbag TU Kemenag Belitung H. Tibroni, Ketua MUI Belitung H. Sbjuki Sulaiman, Ketua Ikatan Persaudaraan Dukun Belitung Darmo, Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Dukun se-Kabupaten Belitung Fadhil Jamali, Ketua Lambel periode 2021–2023 Drs. Hadi Adjin, serta penggiat budaya Hatta Kabong.
Usai terpilih, Shofwan AR menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyatakan siap menjalankan amanah dan tanggung jawab untuk membawa Lambel menjalankan tugasnya dengan baik.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Shafwan.
Bupati: Budaya Belitung Punya Potensi Besar
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan keberadaan Lambel memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya Melayu Belitung di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, tidak semua daerah mampu mempertahankan budaya dan adat istiadatnya. Karena itu, ia berharap pengurus Lambel yang baru dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai sektor.
“Budaya kita luar biasa. Tidak semua daerah bisa mempertahankan eksistensinya terkait masalah budaya,” kata Djoni.
Ia mendorong Lambel membangun kerja sama dengan generasi muda, pelaku pariwisata, pemerintah daerah hingga sektor swasta.
Djoni juga menyoroti pentingnya penguatan branding Belitung. Menurutnya, kekayaan budaya dan potensi geopark yang dimiliki Belitung perlu dikemas lebih kuat agar mampu meningkatkan daya tarik wisata.
Ia mencontohkan hasil asesmen geopark yang membandingkan potensi Belitung dengan Langkawi. Menurut Djoni, potensi Belitung sangat besar, namun kunjungan wisatawan masih perlu ditingkatkan.
“Lambel ini juga nanti bisa memberikan kontribusi terhadap pariwisata,” ujarnya.
DPRD Dorong Lambel Aktif di Tengah Masyarakat
Sementara itu, Ketua DPRD Belitung Vina Crystin Ferani berharap kepengurusan Lambel periode 2026–2029 tidak hanya aktif ketika muncul persoalan, tetapi hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Menurut Vina, Lambel perlu menyusun program yang menyentuh bidang sosial, budaya hingga pariwisata.
“Kami berharap pengurus yang baru bisa menyusun kegiatan-kegiatan yang hadir dalam segala aspek, baik kehidupan sosial, budaya maupun pariwisata,” kata Vina.
Ia juga mendorong Lambel lebih aktif memberikan pendapat dan masukan terkait persoalan adat dan budaya, sehingga adat istiadat Melayu Belitung dapat terus dilestarikan.
“Bukan hanya hadir pada saat ada masalah, tetapi juga hadir untuk membangun budaya, adat istiadat, pariwisata, dan juga dalam segala aspek kehidupan,” tegasnya.
Dengan terpilihnya Shofwan, Lambel Belitung diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai penjaga adat dan budaya Melayu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Belitung kepada wisatawan.
Tantangan kepengurusan baru selama tiga tahun ke depan bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga bagaimana budaya Melayu dapat terus hidup, berkembang, dan memberi kontribusi bagi masyarakat serta pariwisata Belitung.*
- person
- visibility 99
- forum 0