Home / Bangka Belitung / Soal Cafe Remang-Remang/Judi Togel, Gerindra Beltim Minta Aparat Bersikap

Soal Cafe Remang-Remang/Judi Togel, Gerindra Beltim Minta Aparat Bersikap

Bagikan :

MANGGAR: DPC Partai Gerindra Belitung Timur (Beltim) akhir-akhir ini merasa prihatin munculnya Judi togel online dan maraknya kafe remang-remang merupakan dua jenis penyakit masyarakat (Pekat) yang kini mengilindng ke permukaan

Ketua DPC Gerindra Beltim, Beliadi, S.IP. menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan silaturahmi Pengurus DPC Gerindra Beltim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Beltim di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Baru, Kec. Manggar, Senin (21/6/2021) kemarin.

“DPC Partai Gerindra menerima laporan terkait Pekat yang mana kami tidak memiliki pemahaman untuk mengatasi, kemudian kami rapat internal dan memutuskan untuk menemui MUI Beltim,” ujar Beliadi dalam silaturahmi tersebut kepada media baru baru ini.

Menurut politikus yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Prov. Kep. Bangka Belitung (Babel) ini, aspirasi-aspirasi masyarakat tersebut sudah berupaya ditindaklanjuti pihaknya, namun belum menemukan metode yang tepat.

Karenanya, selaku perwakilan masyarakat, ia meminta bantuan kepada MUI Beltim untuk mengatasi Pekat yang kini bisa dikatakan laiknya pandemik mental.

Betapa tidak, lanjut Beliadi, saat ini judi Togel online  seperti wabah yang sudah menjamur hingga ke ibu rumah tangga dan anak-anak SMP.

Disampaikannya pula bahwa judi melalui online ini buka nomor sampai tiga kali sehari, yakni dari Makau, Malaysia, dan Singapore. “Ini lebih menyebar dari Narkoba,” tukasnya.

Kemudian jenis Pekat kedua, menurutnya masyarakat juga mengeluhkan banyaknya pendatang yang dipekerjakan di wilayah Mudong, yakni di kafe remang-remang. Ia menilai, hal ini merupakan dampak dari naiknya harga timah.

“Dua hal ini yang menjadi aduan masyarakat dan disampaikan ke kami melalui telepon dan WhatsApp,” ungkapnya.

Beliadi berharap MUI Beltim bisa menjadi komandan dalam menumpas judi togel dan Pekat lainnya yang kini tumbuh subur di Beltim.

“Kami fakir ilmu dalam hal ini, namun demikian kiyainya (MUI) kan ada di masyarakat, mungkin kalau MUI yang menyuarakan ini ke eksekutif dan yudikatif akan lebih didengarkan. Kami siap bantu dari sisi administrasi dan politik,” ujarnya.

Selain itu, anggota DPRD Beltim dari Partai Gerindra Sunarjo berharap MUI mampu menyadarkan pekat (Penyakit masyarakat) yang kini sudah parah.
Sunarjo juga menceritakan pekat ini sudah sampai ke anak” di lingkungan rumah tinggal dirinya.”Bahkan, pernah melihat kawannya akibat judi sampai nekat melakukan hal hal di luar akal sehat. Saya sangat berharap agar hal hal seperti ini tidak terjadi di tengah masyarakat beltim,” katanya

Sunarjo juga menjelaskan menjamurnya cafe remang” di seputaran damar yang penertibanya hanya seremonial. Habis itu kata Sunarjo, terjadi lagi pembiaran yang tidak ada tindakan tegas.

Begitu juga permohonan yang di sampaikan Mirhamudin Deramin Ketua Plh partai gerindra beltim yang menyebutkan togel ini juga wabah berbahaya merasuki merusak mental masyarakat.
Mirham juga minta agar MUI memgandeng FKUB dalam memberantas judi togel online dan cafe remang-remang.

Sementara itu,
MUI Akan Bersurat ke Bupati, Forkopimda Beltim dan MUI Provinsi Babel

Sementara itu dalam pertemuan silatuhrami tersebut, Ketua MUI Beltim Suyatno Taslim melalui Sekretaris Umum MUI Beltim, Ustadz Rio, S.Pd.I. ungkapkan bahwa pihaknya akan bersurat ke Bupati, DPRD, Polres, Polda, dan MUI Provinsi Babel.

Ustadz Rio berharap khusus di Beltim judi togel online bisa dilakukan penyidikan dan diatasi.

Selain itu, ia juga menilai perlunya dilakukan kontrol terhadap wanita-wanita pelayan kafe yang banyak masuk ke Beltim.

“Kemudian kontrol terkait penyakit masyarakat serta kenakalan-kenakalan yang terjadi saat ini juga penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk memberantas Pekat ini, MUI Beltim menyebut akan menggandeng stakeholder seperti Forum Kerukunan Umat Beragama, Organisasi Masyarakat, Organisasi Kepemudaan, serta Tokoh Masyarakat.*TIM