Home / Bangka Belitung / Terkait Penataan & Evaluasi, Direktorat Perizinan dan Kenelayanan KKP RI Kunjungi Kalaju di Suak Gual
IMG_20220625_210635

Terkait Penataan & Evaluasi, Direktorat Perizinan dan Kenelayanan KKP RI Kunjungi Kalaju di Suak Gual

Bagikan :

SELATNASIK: Direktorat Perizinan dan Kenelayanan pada KKP RI lakukan kunjungan evaluasi dan kesiapan penataan kampung nelayan maju desa suak gual, Kecamatan Selat Nasik, kabupaten Belitung, 23 Juni 2022.

Rombongan kunjungan tersebut dipimpin Sub Koordinator Kelembagaan Nelayan Direktorat Perizinan dan Kenelayanan pada KKP Ri Hasan El Fakhri S.ST.Pi,MSi yang didampingi Sub Koordinator Operasional Pelabuhan PPN Tanjungpandan Darya SPi., beserta penyuluh Wilayah Kerja Kecamatan Selat Nasik, Ani Saputra SPI, Kades Suak Gual Hairudin beserta perangkat desa.

Adapun kunjungan ini adalah dalam rangka untuk evaluasi pembangunan kampung nelayan maju yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap tahun 2021 yang lalu.

IMG_20220625_210753

Diupayakan lagi tahun ini akan diakukan penataan kembali Kalaju ( kampung nelayan maju) terhadap berbagai pembangunan yang belum terealisasi sebelumnya. Diantaranya penyediaan toren air, mesin pompa dan Renovasi MCK, pemasangan nama kalaju dan logo KKP dan Kabupaten di gapura Kalaju, pengecatan kembali dibeberapa bagian tertentu, penambahan luasan penahan prasasti KKP, pengembagana taman Kalaju dan penyediaan penerangan lampu solar cell 15 di sepanjang dermaga

Setelah lakukan kunjungan, rombongan Direktorat Perizinan dan Kenelayanan dari KKP RI ini berdiskusi dengan kelompok nelayan seperti Koperasi Kampung nelayan maju di suak gual dan KUB karang Cik Saat, dan KUB cumi-cumi dan nelayan yang dipandu dengan moderator adalah penyuluh perikanan wilayah kerja kecamatan Selat Nasik.

IMG_20220625_210902

Adapun dalam diskusi tersebut nelayan sampaikan peningkatan kapasitas ice flack yang semula hanya satu unit dengan kapasitas 1, 5 ton, maka dibutuhkan penambahan pabrik es balok dengan kapasitas 3 ton, pembangunan cold storage dengan kapasitas 10 ton, pembangunan SPBUN dengan kebutuhan BBM 200.000 liter/bulan, bengkel nelayan untuk perbaikan kapal nelayan serta untuk pembuatan alat penangkapan ikan bubu lipat, penyediaan rumah produksi batik ecoprint suak gual, rambu navigasi laut, tempat atau mesin pengolahan sampah dan limbah.

“Hasil usulan dalam bentuk diskusi ini akan disampaikan ke dinas perikanan untuk dibahas sama-sama agar dapat ditindaklanjutinya,” kata Sub Koordinator Kelembagaan Nelayan Direktorat Perizinan dan Kenelayanan pada KKP Ri Hasan El Fakhri S.ST.Pi,MSi.*