TANJUNGPANDAN – Wacana agar Pulau Belitong memiliki perwakilan langsung di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mulai mengemuka dalam sebuah diskusi santai yang digelar oleh Forum Diskusi Sembilan Belitong atau disingkat FDSB, di MDR Restu, Jalan Sudirman, Tanjungpandan, Belitung.
Forum yang dihadiri sembilan peserta tersebut membahas berbagai persoalan strategis daerah, mulai dari sektor perkebunan sawit, pertimahan, hingga persoalan sosial dan lapangan kerja yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Salah satu peserta diskusi, Saryadi, secara berkelakar namun penuh makna menyampaikan harapannya agar suatu saat ada putra daerah Belitong yang benar-benar duduk di kursi DPR RI di Senayan serta menjadi Ketua DPC PPP Belitung periode dua kali.
Menurutnya, masyarakat selama ini menilai keberadaan anggota DPR RI yang mewakili daerah belum memberikan dampak signifikan terhadap penyelesaian berbagai persoalan lokal.
“Banyak persoalan daerah yang belum tuntas. Hal ini penting agar tidak ada stagnasi tanpa perubahan. Kita melihat dampaknya belum terlalu terlihat, meskipun ada yang bergerak di bidang sosial,” ujar Saryadi anggota DPRD Belitung periode 2014-2019.
Hal senada juga disampaikan Mahadir Basti, mantan pimpinan DPRD Belitung. Ia menilai gagasan menghadirkan perwakilan asli Belitong di tingkat nasional merupakan langkah penting untuk memperkuat perjuangan aspirasi daerah.
Menurut Mahadir, keberadaan putra daerah di parlemen pusat diharapkan mampu memperjuangkan berbagai kepentingan strategis Belitong, khususnya terkait sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti sejumlah isu penting seperti tata kelola perkebunan sawit, aktivitas pertimahan, penanganan persoalan sosial, serta terbatasnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Budi, salah satu penggagas forum, mengusulkan agar diskusi semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin.
Ia berharap Forum Diskusi Sembilan dapat menjadi ruang bertukar gagasan dan merumuskan solusi bagi berbagai persoalan daerah.
“Pertemuan perdana ini diikuti sembilan orang, sehingga kami menamainya Forum Diskusi Sembilan. Ke depan kami berharap diskusi seperti ini bisa dilaksanakan minimal sebulan sekali,” kata Budi.
Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pemikiran dan gerakan bersama masyarakat Belitong untuk mendorong kemajuan daerah, termasuk memperkuat aspirasi agar Belitong memiliki representasi kuat di tingkat nasional.*














