MANGGAR: Sebanyak 126 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai melakukan pendataan di tujuh kecamatan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Pendataan yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini menyasar seluruh rumah tangga dan unit usaha guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah.
Komitmen menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ditunjukkan melalui Apel Siaga dan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Apel Bulanan KORPRI di Halaman Kantor Bupati Beltim, Rabu (17/6/2026).
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis yang akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Menurutnya, data yang dikumpulkan petugas akan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian masyarakat hingga tingkat desa. Informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah dan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Semua wajib mendukung sensus ekonomi. Dari data itu kita akan tahu sampai sejauh mana kondisi perekonomian kita di Beltim. Baru kepala daerah bisa mengambil tindakan dan menentukan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan,” kata Kamarudin usai apel.
Kamarudin juga meminta seluruh ASN, camat, dan kepala desa untuk turut mengawal pelaksanaan sensus serta membantu menyosialisasikan pentingnya pendataan kepada masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Petugas sensus memiliki atribut dan identitas yang jelas. Sampaikan saja data apa adanya, supaya pemerintah punya gambaran yang tepat untuk memperbaiki apa yang masih kurang di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur, Syahroni, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang hasilnya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi.
“Sensus Ekonomi 2026 ini bukan milik BPS sendiri, tetapi milik bangsa Indonesia. Apel siaga hari ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh perangkatnya untuk turut menyukseskan sensus ekonomi,” ujar Syahroni.
Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam merumuskan perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.
“Data SE 2026 akan sangat bermakna bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan, utamanya di bidang ekonomi. Pada akhirnya, seluruh masyarakat juga akan menjadi penerima manfaat dari data yang dihasilkan,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan pendataan, BPS Beltim menerjunkan 126 petugas yang akan bertugas di tujuh kecamatan. Para petugas akan melakukan pendataan secara door to door selama dua setengah bulan.
“Seluruh rumah akan dikunjungi dan seluruh usaha akan didata oleh petugas Sensus Ekonomi 2026. Karena itu kami berharap masyarakat dapat menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Syahroni menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait kerahasiaan data yang diberikan karena seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin aman dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Kami punya pesan sederhana yaitu TIR. T berarti terima kedatangan petugas sensus, I yaitu isi data dengan data yang sesuai dan sebenarnya, dan R, tenang saja karena rahasia data yang dikumpulkan terjaga dan terjamin,” pungkasnya.
Melalui dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Belitung Timur dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas sebagai dasar pembangunan ekonomi yang lebih baik di masa mendatang.*sumber: Diskominfo SP Beltim –















