Cakades Nomor Urut 3 Saryadi: Membangun Desa Aik Rayak Menjadi Mandiri, Maju dan Berkembang
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 2 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Tiga dekade lebih bukan waktu yang singkat bagi Saryadi untuk mengenal Aikraya. Di desa inilah ia menetap, menjalani kehidupan bersama masyarakat, sekaligus menyaksikan perubahan Aik Rayak dari waktu ke waktu.
Kini, pengalaman panjang itu menjadi modal yang ia bawa dalam pencalonannya sebagai kepala desa Aik Rayak dengan nomor urut 3.
“Membuat Desa Aikraya lebih baik,” demikian moto yang disampaikan Cakades (calon Kades Air Rayak) Saryadi dalam masa kampanye.
Bagi Saryadi, keinginannya maju bukan sekadar soal menjadi seorang pemimpin desa. Ada pengalaman panjang dalam kehidupan bermasyarakat yang menurutnya ingin ia dedikasikan kembali untuk kampung tempat tinggalnya.
Saryadi merupakan warga Aik Rayak yang telah lebih dari 30 tahun tinggal di Jalan Pemuda, tepatnya Jalan Pemuda 1, RT 19/RW 07. Selama perjalanan tersebut, ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi kemasyarakatan.
Ia pernah menjadi pengurus RT, anggota BPD Desa, aktif dalam kepengurusan partai politik, hingga duduk sebagai anggota DPRD periode 2014–2019.
Pengalaman tersebut, kata Saryadi, menjadi salah satu alasan dirinya terpanggil untuk kembali mengabdikan diri kepada masyarakat Aikraya.
“Berdasarkan pengalaman inilah saya mempunyai keinginan untuk mendarmabaktikan pengalaman-pengalaman tersebut untuk membangun Desa Aikraya yang lebih baik,” ujarnya.
Melihat Aik Rayak dari Dekat
Bagi Saryadi, Aik Rayak memiliki karakter yang unik. Desa tersebut kini berkembang menjadi kawasan permukiman yang berada di tengah kota. Kondisi itu, menurut dia, menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menentukan arah pembangunan desa.
Ia melihat sektor UMKM, jasa dan pariwisata sebagai dua potensi yang dapat terus dikembangkan. Di sisi lain, posisi Aikraya yang semakin berkembang juga dinilainya membuka peluang bagi pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan.
“Bagaimana kita nanti mengembangkan Ai Rayak ini menjadi kota jasa dan perdagangan,” katanya.
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Saryadi menilai pengalaman dan hubungan dengan berbagai unsur pemerintahan menjadi hal yang dapat dimanfaatkan dalam mendorong pembangunan desa.
Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi dalam menjalankan pemerintahan desa.
Soal Lahan, dari Lapangan Bola hingga Perkuburan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah ketersediaan lahan untuk kepentingan umum.
Menurut Saryadi, Aik Rayak perlu mulai memikirkan penyediaan aset tanah yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Ia menyebut sejumlah fasilitas yang dinilainya penting, antara lain lapangan sepak bola dan lahan perkuburan umum.
Ia juga menyinggung kebutuhan lahan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.
“Ini akan kita usahakan,” ujarnya.
Baginya, ketersediaan lahan bukan sekadar persoalan fisik, tetapi bagian dari perencanaan desa dalam jangka panjang.
Mengajak Para Tokoh Pulang Berkontribusi
Ada satu hal lain yang dianggap Saryadi sebagai kekuatan Aikraya: banyaknya tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman di berbagai bidang pemerintahan dan politik.
Ia menyebut Aik Rayak memiliki sejumlah tokoh yang pernah menjabat sebagai gubernur, bupati maupun anggota legislatif.
Bagi Saryadi, keberadaan mereka merupakan potensi yang tidak boleh diabaikan.
Jika dipercaya memimpin Aik Rayak, ia menyatakan akan meminta pandangan dan masukan para tokoh tersebut dalam menentukan arah pembangunan desa.
“Saya sangat menghormati tokoh-tokoh masyarakat di Aik Rayak. Pendapat-pendapat mereka akan kita gunakan untuk membangun Aikraya,” katanya.
Ia ingin pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada kepala desa dan perangkatnya, tetapi juga melibatkan masyarakat serta para tokoh yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang daerah tersebut.
Pada akhirnya, bagi Saryadi, pencalonan ini menjadi bagian dari upaya untuk membawa kembali pengalaman yang telah ia kumpulkan selama puluhan tahun kepada masyarakat tempat ia tinggal.
“Saya berharap masyarakat dapat menilai calon kepala desa ini yang pantas dan dapat membawa Aik Rayak ke depan lebih baik,” tuturnya.
Bagi seorang warga yang telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di Aik Raya, keinginan untuk membangun desa tersebut tampaknya berangkat dari kedekatan yang sederhana: tinggal, melihat perubahan, dan merasa terpanggil untuk ikut berbuat.*
- person
- visibility 38
- forum 0