Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Kuliner, Kakanwil Ditjenpas Babel Hadiri Pelatihan Tata Boga di Lapas Perempuan Pangkalpinang

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa di balik jeruji, semangat untuk belajar dan memperbaiki diri tetap menyala. Harapannya, keterampilan yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal berharga saat mereka kembali melangkah di dunia luar.

PANGKALPINANG – Suasana penuh semangat dan aroma masakan lezat memenuhi aula Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Rabu (25/6), saat 30 warga binaan mengikuti pelatihan tata boga yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Herman Sawiran.

Pelatihan yang menggandeng Yayasan Sekuntum Melati ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kuliner sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di dalam Lapas.

Tak hanya dihadiri oleh jajaran pemasyarakatan, kegiatan ini juga turut disemarakkan oleh kehadiran Anggota Komisi XIII DPR RI, Melati, yang juga merupakan pendiri Yayasan Sekuntum Melati. Pelatihan dipandu langsung oleh dua chef profesional dari Warkop Papa, Dwy Susanto dan Halimah, yang membagikan ilmu mulai dari pemilihan bahan hingga teknik penyajian yang menggugah selera.

Dalam sambutannya, Herman Sawiran menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan agar warga binaan siap kembali ke masyarakat.

“Kesinambungan program pembinaan sangat penting untuk mendukung proses reintegrasi warga binaan. Keterlibatan mitra eksternal seperti Yayasan Sekuntum Melati menjadi bagian dari transformasi positif yang kita dorong bersama,” ujar Herman.

Sementara itu, Melati menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pelatihan-pelatihan praktis bagi warga binaan.

“Kami ingin program Sekuntum Melati menjadi jembatan perubahan. Bukan hanya dalam bidang kuliner, tapi juga keterampilan lainnya yang bisa mereka bawa setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberi kesempatan kedua kepada mantan warga binaan.

“Kita semua pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah. Mari buka hati dan beri ruang bagi mereka untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat,” tutup Melati.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa di balik jeruji, semangat untuk belajar dan memperbaiki diri tetap menyala. Harapannya, keterampilan yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal berharga saat mereka kembali melangkah di dunia luar.*