Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » HUKUM BERJALAN TERTATIH-TATIH DI BELAKANG CORONA

HUKUM BERJALAN TERTATIH-TATIH DI BELAKANG CORONA

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seorang teman, di kala berolahraga pagi bersama saya di seputar taman rumah bertanya:

“Kurnianto, siapa yang dulu ada. Manusia lebiih dulu ada, atau hukum yang lebih dulu ada?”

“Yang lebih dulu ada, manusia pak Tony” jawab saya yakin.

“Kehadiran hukum untuk mengatur manusia” lanjut saya sambil jalan dgn senyum tipis.

Lantas datang pula Budi, menimpali obrolan kami. Tanpa mengenakan baju, sembari menjemur sinar mentari pagi, guna meningkatkan imun tubuh terhadap virus corona.

“Untung kita bertetangga dgn seorang pengacara, jadi ikut tahu hukum” cetusnya sambil tertawa kecil.

Lantas saya beri ilustrasi begini:

Seandainya, di sebuah pulau kecil, terletak nun jauh di tengah-tengah samudra luas dan tak berpenghuni. Di situ tidak diperlukan hukum.

Lalu, ada satu orang terdampar di pulau itu. Saat itu, tidak dibutuhkan hukum. Ada babi lewat, dia buru, dibakar lalu dimakan. Tak ada yg protes. Ada rusa lewat, dia buru, bakar lalu dilahap. Tak ada yg tuntut.

Selang berapa lama kemudian, terdampar lagi seorang di pulau itu. Lalu ia pelihara babi. Kemudian babi itu lewat di depan orang yg terdampar pertama. Lalu ia buru.

Nah, kini org yang pelihara babi protes:

“Kenapa kamu buru babi peliharaan saya?”

Nah, di sinilah mulai diperlukan hukum. Hukum diperlukan, untuk mengatur agar hidup manusia tertib.

Setelah mendengar ilustrasi saya, Tony dan Budi pun termanggut-manggut, tanda sependapat.

Ini mengingatkan, saya pd apa yg dikatakan Profesor Satjipto Rahardjo dari Universitas Diponegoro, Semarang. Menurut beliau, hukum itu utk manusia. Bukan manusia untuk hukum.

Kini ada wabah virus corona, yang menyerang WNI di tanah air bahkan warga negara lain di dunia yang begitu cepat dan masif.

Lalu timbul pertanyaan, lantaran corona ini blm pernah terjadi di tanah air. Bagaimana hukum mengaturnya? Payung hukum apa? Agar penduduk tertib, tak keluar rumah, utk memutus mata rantai corona.

Menggunakan Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular tidak pas. Lalu dilirik Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Karena undang-undang itu ada mengatur karantina wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Setelah melalui pertimbangan, diambillah PSBB oleh pemerintah.

Karena dlm PSBB tidak ada ketentuan sanksi pidana bagi pelanggarnya. Akhirnya, timbul perdebatan-perdebatan antara penegak hukum dan masyarakat di lapangan. Padahal, betapa berat dan letih penegak hukum. Mereka menegakkan hukum 24 jam tanpa henti, demi kesehatan kita semua. Kadangkala mengorbankan kesehatannya sendiri.

Sejatinya, kita sbg warga negara mengambil makna dari tujuan sebuah hukum. Seperti dikatakan Gustav Radbruch, seorang ahli hukum asal Jerman. Ia mengatakan, ada 3 tujuan hukum yakni, kepastian hukum, keadilan dan manfaat.

Untuk itu, mari kita mengambil manfaat dari tujuan sebuah hukum yakni PSBB. Karena ia bertujuan memberikan manfaat bagi seluruh warga negara.

Dalam tulisan ini pula, saya menyarankan ke pemerintah. Agar sejak dini, menyiapkan peraturan pelaksana Karantina Wilayah. Sebab, jika PSBB yang diterapkan kini, tidak mampu mengendalikan virus corona. Maka Jalan satu-satunya adalah karantina wilayah.

Jika tidak, hukum akan berjalan tertatih-tatih di belakang corona.

Jakarta, 7 Mei 2020
Kurnianto Purnama, SH,MH.

  • person
  • visibility 60
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Sertu Ahmad Redi Laksanakan Komsos Bersama Warga di Desa Mentigi

    Babinsa Sertu Ahmad Redi Laksanakan Komsos Bersama Warga di Desa Mentigi

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle sma
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MEMBALONG – Anggota Koramil 414-04/Membalong, Babinsa Desa Mentigi Sertu Ahmad Redi, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaan pada Rabu (11/02/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Saung Ki Jaenal, Dusun Gunungrkurak, Desa Mentigi, Kecamatan Membalong. Komsos dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari tugas pokok Babinsa dalam menjalin kedekatan, kebersamaan, dan sinergi […]

  • Ka Kan Kemenag Belitung Menjadi Petugas Pembaca Doa pada Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-78 di Halaman Kantor Bupati Belitung

    Ka Kan Kemenag Belitung Menjadi Petugas Pembaca Doa pada Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-78 di Halaman Kantor Bupati Belitung

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle sma
    • visibility 83
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Ka Kan Kemenag H. Drs. H Masdar Nawawi M.M menjadi pembaca doa pada upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke 78 yang bertempat di halaman kantor Bupati Belitung, pada hari ini Kamis, 17 Agustus 2023. Adapun upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke 78 dimulai pukul 07.15 Wib, yang bertindak menjadi Inspektur upacara Bupati […]

  • Forum Nelayan Baro Pangkal Lalang Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Dermaga Tambat Labuh Nelayan

    Forum Nelayan Baro Pangkal Lalang Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Dermaga Tambat Labuh Nelayan

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle sma
    • visibility 129
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: TRAWANGNEWS.COM: Nelayan-nelayan yang tergabung dalam Forum Nelayan Baro mempraktikkan semangat gotong-royong dengan melakukan aksi bersih-bersih tambat labuh di Dermaga Tambat Labuh Nelayan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, belum lama ini. Dalam aksinya, puluhan nelayan ini tidak hanya membersihkan tambat labuh, namun juga melakukan perapihan terhadap berbagai alat perikanan dan melakukan pemindahan kapal. Ketua […]

  • Desa Pulau Sumedang Pun Rayakan Peringatan HUT RI

    Desa Pulau Sumedang Pun Rayakan Peringatan HUT RI

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2017
    • account_circle sma
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MEMBALONG: Kegiatan peringatan HUT RI 72 dilaksanakan di pulau pulau terkecil di pulau Belitung. Salah satu adalah Desa Pulau Sumedang Kecamatan Membalong. Para jajaran pemerintahan desa Pulau Sumedang juga melakukan hal yang sama mengelar kegiatan peringatan hari proklamasi kemerdekaan RI. Di Desa Pulau Sumedang, Edi Siswaya AMd sebagai inspektur upacara yang merupakan Kepala Desa Pulau […]

  • UPT Laboratorium Lingkungan DLH Beltim Raih Sertifikat Akreditasi Nasional

    UPT Laboratorium Lingkungan DLH Beltim Raih Sertifikat Akreditasi Nasional

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle sma
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MANGGAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sukses meraih sertifikat Akreditasi untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sertifikat ini diserahkan langsung oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten, kepada Kepala DLH Beltim, Novis Ezuar, dalam Apel Bersama Pasca Libur Hari Raya Idul Fitri 2025 di Halaman Kantor Bupati, […]

  • IPHI Belitung Gelar Halal Bihalal 15 Juli 2017

    IPHI Belitung Gelar Halal Bihalal 15 Juli 2017

    • calendar_month Jumat, 30 Jun 2017
    • account_circle sma
    • visibility 68
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Belitung akan mengelar acara kegiatan halal bihalal yang bertempat di Gedung Serba Guna Tanjungpandan Belitung, pada tanggal 15 Juli 2017. Sekretaris IPHI Kabupaten Belitung Paryanta dihubungi trawangnews.com membenarkan akan digelarnya kegiatan silatuhrahmi dan sekaligus halal bihalal dari ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Belitung. Kegiatan IPHI kata Paryanta merupakan […]

expand_less