Jalan Tembus Simpang Tugu Nanas Desa Buluh Tumbang hingga Petikan Pulau Bayan Desa Sungai Samak kondisi Rawan Kecelakaan, Begini kata Pejabat Bupati Belitung

Selain berbahaya bagi pengendara, kondisi jalan rusak juga mempengaruhi aktivitas ekonomi di daerah tersebut. Pengiriman barang menjadi terhambat, dan akses ke fasilitas kesehatan, karena masyarakat ingin berobat lewat jalan tersebut serta pendidikan menjadi sulit, anak pelajar yang melintasi jalan tersebut, yang pada akhirnya mempengaruhi kesejahteraan warga secara keseluruhan

TANJUNGPANDAN: jalan tembus dari simpang Tugu Nanas di Desa Buluh Tumbang hingga petikan Pulau Bayan di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, kondisi berlobang dan rawan kecelakaan, kini mendapat tanggapan dari Pj. Bupati Belitung, Yuspian S.Sos, .

Dalam wawancara media ini, usai acara peringatan hari jadi Desa Aik Rayak ke 23, di kantor Desa Air Rayak pada selasa 4 Juni 2024 kemarin, PJ. Bupati Belitung Yuspian S Sos MIR, mengimbau agar instansi terkait hingga level kecamatan menginventarisasi dan mengecek kondisi jalan yang berlobang dan licin tersebut.

“Ini aspirasi masyarakat. Kita minta instansi terkait dan level terbawah dapat mengecek dan menginventarisasi jalan tersebut karena akses ini penting bagi lalu lintas ekonomi masyarakat,” ujar Yuspian saat dikonfirmasi media ini.

Seperti diketahui, Sekretaris PKN (Partai Kebangkitan Nusantara) Kabupaten Belitung, Yan Sintani, yang juga seorang aktivis sosial dan pembangunan serta Ketua DPW HPSMI Provinsi Bangka Belitung baru-baru ini mengungkapkan keluhan atas kondisi jalan yang layak untuk diperbaiki karena dikwatirkan menyebabkan beberapa kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir.

IMG 20240605 074059
kondisi berlobang dan rawan kecelakaan

“Beberapa kendaraan terperosok, terguling, hingga mengalami ban bocor dan gardan mobil patah karena kondisi jalan yang tidak layak,” ungkap Yan. Minimnya penerangan lampu di malam hari juga menambah risiko bagi pengguna jalan. “Jalan yang gelap gulita membuat para pengendara harus ekstra hati-hati, namun kecelakaan tetap saja kerap terjadi,” tambahnya.

Warga sekitar juga merasakan dampak buruk dari kondisi jalan tersebut. Sibarani, warga Desa Buluh Tumbang, mengungkapkan bahwa banyak pengendara motor yang terpaksa melambatkan laju kendaraan secara drastis atau bahkan menghindari jalan tersebut jika memungkinkan.

“Perjalanan sehari-hari menjadi penuh tantangan dan bahaya. Kami sangat berharap ada tindakan cepat. Jalan ini adalah akses penting bagi banyak orang, dan sudah saatnya mendapat perhatian serius,” kata Sibarani.

Selain berbahaya bagi pengendara, kondisi jalan rusak juga mempengaruhi aktivitas ekonomi di daerah tersebut. Pengiriman barang menjadi terhambat, dan akses ke fasilitas kesehatan, karena masyarakat ingin berobat lewat jalan tersebut serta pendidikan menjadi sulit, anak pelajar yang melintasi jalan tersebut, yang pada akhirnya mempengaruhi kesejahteraan warga secara keseluruhan.*