SIMPANGRENGGIANG: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat pendidikan politik masyarakat melalui berbagai program sosialisasi yang inovatif dan mudah diterima oleh semua kalangan. Kali ini, KPU Beltim menyasar kaum perempuan dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang dikemas dalam suasana santai dan interaktif melalui acara bertajuk “Obrolan Santai Demokrasi”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Pertemuan PKK Desa Lintang dalam rangkaian Pertemuan Bulanan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Simpang Renggiang Tahun 2026, serta diikuti oleh para pengurus dan anggota TP PKK se-Kecamatan Simpang Renggiang.

Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Beltim, Marwansyah, didampingi dua Anggota KPU Beltim, Asrikhah dan Leny Septriyani. Dalam kesempatan itu, jajaran komisioner KPU Beltim memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran perempuan dalam memperkuat demokrasi dan meningkatkan kualitas partisipasi politik di Indonesia.
KPU Beltim Marwansyah sampaikan bahwa, perempuan memiliki posisi strategis dalam proses demokrasi, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon pemimpin yang mampu membawa aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan publik.
“Perempuan bukan hanya pelengkap dalam sistem politik, tetapi memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam politik harus terus didorong dan diperkuat,” ujar Marwansyah di hadapan peserta.
Dalam pemaparannya, Ia juga menjelaskan mengenai pentingnya keterwakilan perempuan dalam kontestasi politik. Ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan menjadi salah satu upaya untuk memastikan ruang partisipasi yang setara bagi perempuan dalam proses demokrasi.
Sementara itu, Anggota KPU Beltim, Asrikhah, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KPU Beltim dalam meningkatkan literasi kepemiluan masyarakat. Meski saat ini berada pada masa non-tahapan pemilu, KPU Beltim tetap aktif menjalankan berbagai program pendidikan pemilih guna menjaga kesadaran demokrasi masyarakat.
“Kami ingin memastikan pendidikan politik tetap berjalan. Demokrasi yang sehat tidak hanya dibangun saat menjelang pemilu, tetapi harus dipupuk secara berkelanjutan melalui edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Melalui forum “Obrolan Santai Demokrasi”, KPU Beltim berharap para ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dan penyambung informasi di lingkungan masing-masing. Peran ibu dalam keluarga dinilai sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, membangun budaya politik yang sehat, serta mendorong partisipasi masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi dialog dan diskusi dengan berbagai pertanyaan terkait peran perempuan dalam politik, pendidikan pemilih, hingga pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran KPU Beltim dan pengurus serta anggota TP PKK se-Kecamatan Simpang Renggiang sebagai simbol sinergi dalam membangun masyarakat yang semakin sadar politik dan demokratis.*



















