TANJUNGPANDAN – Suasana malam hari di kawasan Pujasena, Tanjungpandan, Belitung, Rabu (28/1/2026), terasa berbeda. Tawa ringan, obrolan santai, dan aroma kopi susu, bandrek susu, yang mengepul menjadi saksi kebersamaan Komunitas Sahabat Darmansyah Husein dalam sebuah pertemuan silaturahmi sederhana namun penuh makna.
Tanpa agenda formal dan tanpa sekat, para anggota komunitas berkumpul, duduk melingkar, saling bertukar cerita, dan “ngelakar” santai layaknya keluarga lama yang kembali berjumpa. Pertemuan ini digelar semata-mata untuk menjaga ikatan persaudaraan dan kebersamaan antar sesama sahabat, apalagi pertemuan ini juga dalam kaitan menyambut datangnya bulan suci ramadhan.
Salah satu anggota, Noviarto, menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki kepentingan lain selain mempererat tali silaturahmi.
“Ini hanya sebatas silaturahmi saja. Kita kumpul, ngobrol santai, saling jaga kebersamaan. Dan juga silatuhrahmi ini menguatkan kita dalam menyambut bulan suci ramadhan,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Kehangatan semakin terasa ketika aneka gorengan Menggale (singkong) khas daerah, dan tersaji di tengah perbincangan. Ditambah dengan kopi hitam dan kopi susu yang terus mengalir, suasana akrab pun kian mencair. Canda tawa sesekali pecah, menandai eratnya hubungan yang terjalin di antara mereka.
Pertemuan sederhana ini menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibalut acara besar. Kadang, secangkir kopi, gorengan hangat, dan niat tulus untuk bersilaturahmi sudah cukup untuk memperkuat persaudaraan.
Di Pujasena malam hari itu, Sahabat Darmansyah Husein membuktikan bahwa persahabatan sejati tumbuh dari kebersamaan yang dijaga dengan hati.*



















