TANJUNGPANDAN – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Belitung agar tetap menjaga keberlangsungan hidup peternak ayam mandiri di daerah tersebut.
Ketua PINSAR Babel, Yahya, SE, dalam siaran pers kepada media, pada hari ini, di Tanjungpandan, Jumat 17 April 2026, menegaskan bahwa kondisi peternak saat ini tengah menghadapi tekanan akibat kelebihan populasi ayam broiler di pasaran.
“Kami meminta kepada Pemkab Belitung untuk tetap menjaga keberlangsungan hidup peternak mandiri Belitung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya secara tegas tidak mengizinkan adanya penambahan populasi ayam broiler kepada pihak manapun. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengendalikan kondisi pasar yang dinilai sudah mengalami over populasi.
“Mengingat saat ini sudah over populasi, maka kami tidak mengizinkan lagi penambahan populasi ayam broiler,” tegas Yahya.
PINSAR Babel berharap langkah ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar segera mengambil kebijakan yang berpihak pada peternak lokal, sekaligus menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Gerakan ini juga digaungkan melalui kampanye bertajuk #SavePeternakLokalBelitung, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib peternak mandiri di tengah tekanan industri perunggasan saat ini.



















