TANJUNGPANDAN – Setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2026–2031, Yahya SE langsung bergerak cepat.
Pada Minggu (8/2/2026), DPW PINSAR Babel menggelar rapat perdana yang dipusatkan di Kedai 46, Jalan Sudirman, Tanjungpandan, Belitung.
Rapat perdana tersebut menjadi momentum awal konsolidasi organisasi, sekaligus ajang silaturahmi antara pengurus dan anggota DPW PINSAR Babel yang baru terbentuk. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk menyamakan visi dan arah gerak organisasi ke depan.
Ketua DPW PINSAR Babel, Yahya SE, mengatakan bahwa rapat perdana ini merupakan langkah awal untuk menyusun rencana kerja DPW PINSAR Babel agar selaras dengan program pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
“DPW PINSAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari ini mengadakan rapat perdana bersama kawan-kawan pengurus dan anggota. Kami juga mulai menyusun rencana kerja ke depan agar PINSAR bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama terkait pengendalian dan ketahanan pangan di bidang ayam petelur, ayam pedaging, serta perunggasan lainnya,” ujar Yahya.
Ia menegaskan, kehadiran PINSAR di Bangka Belitung diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat, khususnya para peternak rakyat.
“Kami berharap PINSAR Indonesia ke depan benar-benar memberi manfaat, mendorong kemajuan dan kesejahteraan peternak, serta mampu menggerakkan perekonomian daerah, terutama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya.
Yahya juga menyampaikan harapannya agar para peternak mandiri di Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Belitung, dapat terus eksis dan berkembang. Menurutnya, peran peternak sangat strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Semoga apa yang menjadi cita-cita pemerintah pusat, khususnya Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan, dapat terwujud, baik di Kepulauan Bangka Belitung maupun di Indonesia secara umum,” tutupnya.

















