Rayakan HMPI 2025, DLH Belitung dan PLTU Suge Tanam 196 Pohon di Pegantungan: Bupati Djoni Dorong Gerakan “Satu Rumah Satu Pohon”

HMPI 2025 di Belitung menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Dengan bibit produktif yang ditanam hari ini, masyarakat berharap Pegantungan dan wilayah sekitarnya akan tumbuh lebih hijau, lebih subur, dan lebih bernilai di masa depan.

BADAU — Suasana hijau menyelimuti Dusun Gunung Tiong, Desa Pegantungan, Kamis (27/11/2025), saat ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintahan dan stakeholder berkumpul untuk merayakan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025. Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung bersama PLTU Suge Belitung itu berhasil menanam 196 bibit pohon sebagai langkah konkret pemulihan lahan kritis di wilayah setempat.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, membuka acara dengan penanaman secara simbolis, disusul para tamu undangan yang antusias mengisi lahan dengan bibit-bibit produktif.

Komitmen Hijau Berkelanjutan

Plt. Kepala DLH Belitung, Yudo Wijantoko, menegaskan bahwa HMPI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud komitmen Belitung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008.

“Peringatan ini adalah bentuk kesadaran dan kepedulian kita akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pemulihan lahan,” ujar Yudo.

Bibit yang ditanam pun bukan sembarangan. Ada petai, alpukat, kelengkeng, hingga kacang pacira, yang merupakan dukungan dari BPDAS Batu Rusa Cerucuk dan PLTU Suge Belitung. Pohon produktif ini ditargetkan membentuk ekosistem hutan baru sekaligus menambah tutupan lahan di Belitung.

Belitung Tampil di Panggung Nasional HMPI 2025

Tak hanya bergerak di tingkat lokal, Belitung juga menjadi sorotan nasional. Dalam puncak peringatan HMPI 2025 di TMII Jakarta, salah satu jenis pohon yang akan ditanam adalah pohon pelawan, dan uniknya, bibit pohon itu diambil langsung dari Taman Kehati Bukit Peramun, Belitung.

“Kita bangga, Belitung turut menyumbang bibit asli daerah untuk kegiatan nasional,” ungkap Yudo.

Ia juga mengapresiasi dukungan PLTU Suge, Camat Badau, hingga Pemerintah Desa Pegantungan yang turut menyukseskan gerakan penanaman ini.

Bupati Djoni: Menanam Adalah Ikrar Cinta Lingkungan

Dalam sambutannya, Bupati Djoni Alamsyah menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menanam pohon di tengah isu perubahan iklim.

“Menanam adalah langkah paling efektif menjaga kelestarian. Pohon bisa mencegah erosi, memperbaiki kualitas udara, dan menyerap karbon. Belitung harus mampu menciptakan kemandirian karbonnya sendiri,” tegasnya.

Ia berharap Belitung ke depan mampu menghasilkan buah-buahan lokal yang bukan hanya dinikmati saat acara resmi, tetapi menjadi kebanggaan yang dapat memperkuat daya tarik wisata.

“Momen ini harus menjadi awal. Hasilnya mungkin belum sekarang, tapi suatu hari nanti ini akan menjadi nilai tambah bagi pariwisata kita,” ujarnya.

Dorongan Gerakan Moral: “Satu Rumah Satu Pohon”

Bupati Djoni menyarankan agar gerakan penanaman tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia bahkan menggagas konsep gerakan moral lingkungan, yakni satu rumah menanam satu pohon.

“Kalau satu rumah menanam satu pohon, dampaknya luar biasa bagi lingkungan kita. Ayo mulai dari rumah, dari diri kita sendiri,” katanya penuh semangat.

Harapan Bersama untuk Belitung yang Lebih Hijau

HMPI 2025 di Belitung menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Dengan bibit produktif yang ditanam hari ini, masyarakat berharap Pegantungan dan wilayah sekitarnya akan tumbuh lebih hijau, lebih subur, dan lebih bernilai di masa depan.*