Dipilihnya, Belitong (Belitung dan Belitung Timur), sebagai salah satu bagian penelitian dari Universitas Terbuka dan Universitas Pendidikan Indonesia, dengan mitra luar negeri, yaitu Virtual University of Pakistan, ini tak lain karena status Belitong sebagai Geopark UNESCO.
Hal Ini disampaikan langsung kepada media Trawang News oleh Prof. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd., dosen matematika Universitas Terbuka yang merupakan Ketua Penelitian Skema Riset Kolaborasi Indonesia dengan judul penelitian Fractional N-Soft Models for Cross-Crediting Sustainability.
Menurut Profesor Fatia (red: panggilan akrabnya),, Penelitian ini merupakan kolaborasi riset antara dua kampus PTNBH, yaitu Universitas Terbuka dan Universitas Pendidikan Indonesia, dengan mitra luar negeri, yaitu Virtual University of Pakistan.
Data yang diterima Media Trawang Newa, selain sebagai profesor termuda di Universitas Terbuka, saat ini beliau diberi tanggung jawab sebagai manajer pengembangan dan sertifikasi di ICE (Indonesia Cyber Education) Institute.
Lebih lanjut disampaikan bahwa target penelitiannya adalah membuat model pengambilan keputusan matematis terkait pengakuan gelar, transfer alih kredit, dan integrasi hasil keterampilan dari kredensial mikro lintas universitas bahkan antarnegara “ jelas Profesor Fatia”
Diketahui saat ini, Kredensial mikro menjadi isu penting, di mana setiap individu boleh mengambil mata kuliah terverifikasi dari berbagai instansi yang dapat diakui sebagai bentuk pencapaian keterampilan oleh kampus dan dunia kerja. Oleh karena itu, terkait Data penelitian yang akan diambil berdasarkan persepsi calon pengguna, pengguna, dan alumni terkait penyelesaian mata kuliah digital serta pengakuan sertifikatnya di instansi maupun industri.
Belitung menjadi lokasi penelitian dikarenakan perpaduan antara status Belitung sebagai Geopark UNESCO sejak tahun 2021, kemitraan internasional yang terus berkembang, program pertukaran akademik yang aktif, dan pengembangan infrastruktur pariwisata menempatkan Belitung sebagai lokasi ideal untuk mendapatkan data mengenai pengakuan gelar, keterampilan lintas negara “ Sebut Profesor untuk memperkuat argumentasinya”
Hal ini menjadikannya studi kasus yang menarik, di mana sektor pariwisata, pendidikan, dan kolaborasi internasional saling bersinggungan’ Tegasnya”*

















