Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » Di Balik Harga DOC Tinggi, Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung Bertaruh Agar Kandang Berdenyut

Di Balik Harga DOC Tinggi, Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung Bertaruh Agar Kandang Berdenyut

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNGPANDAN – Bagi peternak ayam mandiri di Belitung, suara anak ayam dari dalam kandang bukan sekadar tanda dimulainya siklus usaha. Di balik suara riuh itu, ada modal yang dipertaruhkan, pakan yang harus dibeli, pekerja yang harus dibayar, dan harapan agar saat panen nanti masih tersisa keuntungan.

Namun, belakangan harapan itu terasa semakin berat dijaga. Harga bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) yang terus berada di level tinggi membuat peternak ayam mandiri harus menghitung ulang setiap rupiah sebelum mengisi kandang. Belum lagi harga pakan yang ikut menekan biaya produksi.

Kondisi inilah yang mendorong Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung mendatangi Kantor DPRD Belitung, Kamis (27/8/2026).
Kedatangan itu dilakukan secara spontan. Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung, Yahya, bersama sejumlah peternak berharap bisa menyampaikan langsung kegelisahan mereka kepada wakil rakyat.

“Hari ini kami dari Aliansi Peternak Mandiri Belitung secara spontan mendatangi Kantor DPRD Belitung. Namun, belum berhasil bertemu dengan Pihak DPRD, ” katanya.

Meski gagal bertemu langsung, langkah mereka tidak berhenti di halaman kantor DPRD.
Aliansi memastikan akan mengirimkan surat resmi. Mereka ingin persoalan harga dan pasokan DOC, mahalnya pakan, hingga persoalan pemasaran ayam mendapat perhatian pemerintah dan lembaga terkait.
“Nanti kita akan bersurat ke DPRD Belitung meminta solusi masalah pakan ayam dan sejumlah permasalahan lainnya yang menimpa rekan-rekan Aliansi Peternak Mandiri Belitung,” ujarnya.

Ketika Bibit Ayam Saja Sudah Mahal
Bagi peternak, persoalan paling awal bahkan terjadi sebelum ayam tumbuh besar dan siap dipanen.
DOC menjadi pintu pertama yang harus dilewati. Ketika harga bibit tinggi, modal yang harus disiapkan otomatis ikut membesar.
Berdasarkan catatan Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, harga DOC saat ini berada pada kisaran Rp9.200 hingga hampir Rp12.000 per ekor.
DOC Pokphand berada di kisaran Rp9.200–Rp10.000 per ekor. Sementara Malindo dan Compfeed sekitar Rp10.000–Rp11.000. Adapun harga DOC Sierad disebut mendekati Rp12.000 per ekor.

Menurut Yahya, penggunaan DOC yang paling dominan di kalangan peternak saat ini berasal dari Malindo, Compfeed, dan Pokphand.
Bagi peternak mandiri, angka tersebut bukan sekadar harga di atas kertas.
Setiap selisih ribuan rupiah akan terasa ketika bibit yang dibutuhkan mencapai ribuan bahkan puluhan ribu ekor.
Aliansi berharap harga DOC dapat kembali berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per ekor agar beban modal peternak tidak semakin berat.

Modal Membesar, Risiko Ikut Membesar

Sebelumnya, pada Rabu (19/8), Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung bersama DPW Pinsar Indonesia Bangka Belitung juga telah menyuarakan persoalan tingginya harga pakan dan sulitnya memperoleh DOC.
Kenaikan harga pakan turut mengerek Harga Pokok Produksi (HPP) ayam di tingkat peternak.

Di sinilah persoalan menjadi semakin rumit. Peternak harus membeli DOC dan pakan dengan biaya tinggi, tetapi ketika ayam siap dipanen, mereka tetap berhadapan dengan harga pasar yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali mereka.
“Peternak mandiri harus mengeluarkan biaya produksi yang semakin tinggi, sementara untuk mendapatkan bibit saja kami masih mengalami kesulitan dan harus menunggu alokasi,” kata Yahya.
Bagi peternak kecil, kondisi tersebut seperti berjalan di atas tali.
Salah menghitung biaya, keuntungan bisa menipis. Harga jual turun, kerugian bisa menganga. Sementara ayam tidak bisa menunggu terlalu lama untuk dipanen karena setiap hari berarti tambahan biaya pakan.

Bukan Sekadar Soal Harga
Bagi Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, persoalan yang dihadapi tidak berhenti pada mahalnya DOC.
Mereka juga menyoroti distribusi bibit ayam antara peternak mandiri dan peternakan yang menjalankan pola kemitraan.
Aliansi menyebut pasokan DOC ke kandang-kandang kemitraan sebuah perusahaan besar, dinilai lebih terjamin dibandingkan pasokan yang diterima peternak mandiri.
Kondisi tersebut, menurut mereka, perlu mendapat perhatian agar tidak menciptakan ketimpangan dalam persaingan usaha.
Selain pasokan bibit, harga ayam ketika memasuki masa panen juga menjadi perhatian.
Yahya mengatakan terdapat kondisi tertentu ketika harga ayam dari peternakan kemitraan disebut dapat berada di bawah HPP yang harus ditanggung peternak mandiri.
Namun, persoalan tersebut masih menjadi perhatian dan klaim dari pihak peternak yang membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
“Jika kondisi tersebut terjadi secara berulang, peternak mandiri khawatir akan semakin sulit bertahan menghadapi persaingan pasar,” keluh Yahya.

Jangan Sampai Kandang-Kandang Itu Padam
Yang dipertaruhkan peternak mandiri sebenarnya bukan hanya untung dan rugi satu periode pemeliharaan.
Ada kandang yang harus tetap terisi. Ada keluarga yang menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut. Ada pekerja yang membutuhkan pekerjaan. Dan ada kebutuhan masyarakat terhadap pasokan ayam yang harus terus tersedia.
Karena itu, Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung bersama Pinsar Indonesia Bangka Belitung meminta pemerintah daerah, instansi terkait, serta lembaga pengawas persaingan usaha ikut memastikan tata niaga perunggasan berjalan sehat dan adil.
“Yang kami harapkan adalah adanya pengawasan dan perlakuan yang adil bagi seluruh pelaku usaha. Peternak mandiri juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh bibit dan menjalankan usahanya,” kata Yahya.
Bagi mereka, yang diminta bukanlah perlakuan istimewa.
Mereka hanya ingin kesempatan yang sama.
Sebab ketika harga DOC terlalu tinggi, pasokan sulit diperoleh, pakan mahal, sementara harga jual ayam bergerak mengikuti pasar, peternak mandiri berada dalam posisi yang semakin rentan.
Jika persoalan itu terus berlarut, kekhawatiran terbesar bukan lagi sekadar berkurangnya keuntungan. Melainkan kandang-kandang peternak mandiri yang perlahan kosong.

Dan ketika kandang mulai sunyi, yang hilang bukan hanya suara anak ayam, tetapi juga denyut usaha masyarakat kecil yang selama ini ikut menopang kebutuhan pangan di Belitung.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi dan klarifikasi secara berimbang.*

  • person
  • visibility 168
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Santai Garuda Jaya Meriahkan HUT TNI ke-79 di Belitung

    Jalan Santai Garuda Jaya Meriahkan HUT TNI ke-79 di Belitung

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle sma
    • visibility 40
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-79 tahun 2024, acara Jalan Santai Garuda Jaya sukses digelar di Halaman Gedung Nasional, Minggu (29/9/2024). Acara ini diikuti oleh sekitar 12 ribu peserta, termasuk prajurit TNI-Polri, keluarga, serta masyarakat dari Belitung dan Belitung Timur. Rute sejauh 3 km melintasi Jl. Siburik, Jl. Melati, Bundaran Batu Satam, dan Jl. […]

  • 33 Tim Desa U 23 Ikuti Teknical Meeting Di Kantor Kejari Tanjungpandan

    33 Tim Desa U 23 Ikuti Teknical Meeting Di Kantor Kejari Tanjungpandan

    • calendar_month Jumat, 30 Mar 2018
    • account_circle sma
    • visibility 26
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Sebanyak 33 Tim Desa U 23 dari 42 desa yang ada di kabupaten Belitung mengikuti kegiatan teknical meeting sepak bola yang bertempat di Kantor Kejari Tanjungpandan, Belitung, pada hari Ini Jumat 30 Maret 2018. Acara teknical meeting ini dimulai pada sore hari yang berakhir pada pukul 17.00 wib untuk membahas meeting sepakbola untuk persiapan […]

  • Koperasi & Dinas KUMPTK Belitung Kunjungi Koperasi Terbaik di Pekalongan & Salatiga

    Koperasi & Dinas KUMPTK Belitung Kunjungi Koperasi Terbaik di Pekalongan & Salatiga

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle sma
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Bidang KUKM pada Dinas KUKMPTK Kabupaten Belitung tidak hanya fokus pada pendampingan dan pemberdayaan UMKM menjadi naik kelas tapi juga memberikan perhatian bagi perkembangan dan kemajuan perkoperasian di kabupaten Belitung. Belum lama ini, menurut release Kabid KUKM Budi swasta yang diterima media trawangnews.com, ungkapkan bahwa guna menindaklanjuti rencana kerja 2022 dan permohonan beberapa koperasi […]

  • Surau Raudhatul Jannah Badau Lakukan Pemotongan Hewan Korban

    Surau Raudhatul Jannah Badau Lakukan Pemotongan Hewan Korban

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2020
    • account_circle sma
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BADAU: Surau Raudhatul Jannah, Dusun Badau, yang berada di jalan Karya Bakti , Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, lakukan pemotongan hewan korban, pada hari Jumat, kemarin usai pelaksanaan sholat Idul Adha 1441 H. Adapun pemotongan hewan korban Surau Raudhatul Jannah dilakukan sebanyak lima ekor sapi dan sepuluh ekor kambing. Pemotongan hewan kurban ini […]

  • Di Petaling, Koperasi Perikanan Karang Petaling Panen Ikan Kerapu 950 Kg

    Di Petaling, Koperasi Perikanan Karang Petaling Panen Ikan Kerapu 950 Kg

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2020
    • account_circle sma
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SELATNASIK: Hari ini Minggu, 6 Desember 2029, Koperasi perikanan karang Petaling lakukan kegiatan panen ikan kerapu, yang bertempat di Keramba Jaring Apung milik Koperasi perikanan karang Petaling, Kecamatan selat Nasik. Acara panen ini dihadiri penyuluh perikanan Ani Saputra SPI bersama dengan ketua pengurus koperasi Sudarno bersama dengan para anggota koperasi. Adapun panen ikan kerapu ini […]

  • Petani Lada Kian Resah, Warga Usul Agar DPRD Belitung Bentuk Pansus Lada

    Petani Lada Kian Resah, Warga Usul Agar DPRD Belitung Bentuk Pansus Lada

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle sma
    • visibility 27
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Anjloknya harga lada di Pulau Belitong, sebaiknya DPRD Belitung membentuk pansus lada di Belitung. Hal ini sangat penting sebagai upaya untuk menaikkan derajat kehidupan petani lada yang kian terpuruk. Usulan tersebut disampaikan Effendi Suud, Warga masyarakat Belitung kepada trawangnews.com. Menurut Mantan Aktivitis Reformasi yang sempat menggulingkan Salah satu bupati Belitung diera tahun 1998, sudah […]

expand_less