Atlet Beltim Kejar Mimpi Lewat Beasiswa

Program beasiswa tersebut menjadi bukti bahwa prestasi olahraga bukan hanya membuka jalan menuju podium juara, tetapi juga menghadirkan kesempatan meraih pendidikan tinggi.

MANGGAR: Tumpukan fotokopi rapor, piagam kejuaraan, kartu identitas hingga surat keterangan tidak mampu memenuhi meja panjang di Ruang Rapat Sekretariat KONI Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (26/6/2026). Di balik setiap lembar dokumen itu, tersimpan harapan besar para atlet muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program Beasiswa Atlet Berprestasi hasil kerja sama KONI Beltim dengan STKIP Pasundan Cimahi.

Sebanyak 12 atlet mengikuti tahapan seleksi administrasi. Seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki prestasi olahraga yang telah mengharumkan nama Kabupaten Beltim di berbagai ajang kompetisi.

Salah satu peserta adalah Anggi Aulia Putri (18), atlet panjat tebing asal Desa Padang, Kecamatan Manggar. Lulusan SMK Negeri 1 Manggar itu berharap dapat melanjutkan kuliah di STKIP Pasundan sembari terus mengembangkan prestasinya di dunia olahraga.

Sejak kecil, Anggi telah mengenal dunia olahraga melalui cabang atletik. Namun saat duduk di bangku kelas VIII SMP, ia beralih menekuni panjat tebing. Keputusan itu menjadi titik balik perjalanan prestasinya.

Anggi berhasil meraih Juara I nomor Speed pada Kejuaraan Daerah Panjat Tebing tahun 2023 dan kembali menjadi juara pada Kejurda 2025. Prestasi tersebut mengantarkannya tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta.

Tak berhenti di situ, Anggi juga dipersiapkan memperkuat kontingen Kabupaten Beltim pada Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-7 tahun 2026. Ia akan turun di nomor speed, lead, dan boulder, baik perorangan maupun beregu.

“Saya memang ingin melanjutkan kuliah di STKIP Pasundan karena ada jurusan olahraga. Saya ingin terus mengembangkan prestasi di bidang ini,” ujar Anggi.

Dukungan penuh diberikan kedua orang tuanya, Ali Mustan dan Lestari. Putri kedua mereka berharap kesempatan memperoleh beasiswa dapat menjadi jalan meraih pendidikan tinggi tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.

“Kalau lulus dapat beasiswa di STKIP Pasundan, saya ingin masuk Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan. Harapannya bisa kuliah sambil terus berprestasi, lulus tepat waktu dalam empat tahun, dan tetap semangat menjalani perkuliahan,” katanya.

Penghargaan bagi Atlet Berprestasi

Ketua Umum KONI Beltim, Hendro, mengatakan seleksi administrasi dilakukan untuk memastikan penerima beasiswa benar-benar memenuhi persyaratan, baik dari sisi prestasi maupun kondisi ekonomi keluarga.

Hingga hari kedua seleksi, tercatat sudah 12 atlet mendaftar. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah hingga penutupan pendaftaran.

“Alhamdulillah tahun ini sudah ada dua belas calon penerima beasiswa. Kami berharap jumlahnya masih bisa bertambah karena kesempatan ini sangat berarti bagi atlet-atlet berprestasi,” kata Hendro.

Ia menjelaskan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh STKIP Pasundan, sedangkan KONI Beltim memberikan dukungan biaya hidup selama para atlet menjalani pendidikan di Cimahi.

Menurut Hendro, program ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para atlet yang telah mengharumkan nama Belitung Timur.

“Mereka sudah berlatih bertahun-tahun dan membawa nama Beltim di berbagai kejuaraan. Sudah sewajarnya mereka mendapat kesempatan kuliah secara gratis agar masa depannya juga terjamin,” ujarnya.

Program beasiswa tersebut menjadi bukti bahwa prestasi olahraga bukan hanya membuka jalan menuju podium juara, tetapi juga menghadirkan kesempatan meraih pendidikan tinggi.

Bagi Anggi dan atlet-atlet lainnya, seleksi administrasi hanyalah langkah awal. Di balik berkas-berkas yang mereka serahkan, tersimpan mimpi besar untuk membangun masa depan melalui pendidikan sekaligus terus mengharumkan nama Kabupaten Belitung Timur di arena olahraga.*Diskominfo SP Beltim