TANJUNGPANDAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung menggelar Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Ruang Sidang Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa, sambutan Kepala BNNK Belitung, sambutan Bupati Belitung, kemudian mengikuti puncak peringatan HANI 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting dari Balai Rehabilitasi Lido, Jawa Barat.
Kepala BNNK Belitung, AKBP Agus Handoko, menegaskan bahwa perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, BNNK Belitung terus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi sejak usia dini dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung.
“Kami telah mengimplementasikan kurikulum anti narkoba di 13 sekolah di Kecamatan Tanjungpandan sebagai bentuk upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data nasional, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk Indonesia. Sementara itu, selama periode Januari hingga Juni 2026, Polres Belitung menangani sebanyak 32 perkara narkotika.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami terus bersinergi dengan Polres Belitung, Polres Belitung Timur, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menekan peredaran narkoba, khususnya di kalangan generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap ancaman narkoba yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus.
“Narkoba merusak masa depan. Karena itu kita harus bersama-sama menjaga anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” ujar Djoni.
.
Ia menegaskan, Belitung harus dikenal sebagai daerah yang memiliki generasi muda sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Saya tidak ingin Belitung dikenal karena narkoba. Yang kita inginkan adalah Belitung dikenal dengan generasi mudanya yang sehat, berprestasi, dan bersih dari narkoba,” tegasnya.
Usai sambutan, seluruh peserta mengikuti secara virtual puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 yang dipusatkan di Balai Rehabilitasi Lido, Jawa Barat.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 75 peserta tersebut berakhir pukul 10.00 WIB dalam keadaan tertib, lancar, dan aman.
Peringatan HANI 2026 di Kabupaten Belitung menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga dalam mewujudkan Belitung yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.*










