BADAU – Kegiatan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah ke-40 tingkat Kecamatan Badau (Shuling) berlangsung khidmat di Masjid Al-Mukarromah, Desa Kacang Butor, pada Ahad (19/4/2026).
Acara diawali dengan lantunan azan yang merdu oleh Luthfi Dwi Sakhi, santri TPA Al-Mukarromah, yang mengawali rangkaian ibadah Subuh berjamaah. Sholat Subuh dipimpin oleh Ustadz H. K.A. Faisal Ispandiary.
Setelah pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh para santri tahfiz TPA Al-Mukarromah dengan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Al-Baqarah ayat 11 hingga 21.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. K.A. Faisal Ispandiary yang juga Imam Besar Masjid Agung Al-Mabrur Tanjungpandan Belitung, menyampaikan ceramah bertema keutamaan amalan di awal 10 hari Hijriyah. Ia mengajak jamaah untuk meningkatkan ibadah karena amalan pada waktu tersebut sangat dicintai oleh Allah SWT.
“Momentum ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan, karena memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang penuh kekhusyukan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Belitung yang dipimpin oleh Drs. H. Ibnu Habban beserta rombongan, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Belitung yang diwakili Sekretaris H. Asmaie, S.Pd, serta Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung Rusdianto, S.I.Kom.

Hadir pula Camat Badau yang diwakili Kasi Kesejahteraan Sosial, Kepala Desa Kacang Butor Dian beserta perangkat desa, Ketua DKM Masjid Al-Mukarromah H. Syarfi bersama pengurus dan jamaah, Ketua TPA Al-Mukarromah beserta santri, serta Ketua Majelis Taklim Al-Mukarromah Ustadzah Erni bersama anggota.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat, pengurus masjid, RT/RW se-Desa Kacang Butor, serta tokoh agama dan penggiat dakwah dari Kecamatan Sijuk.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ibadah semakin tumbuh di tengah masyarakat. Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan dan ridho Allah SWT serta dikumpulkan bersama orang-orang yang menyeru kepada kebaikan,” ujar panitia.
Kegiatan Shuling ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah dalam membangun kehidupan religius yang harmonis di Kabupaten Belitung.*


















