Hadjeri Hamzah, Penggiat Kemanusian Kini Telah Donorkan Darah 82 Kali.
- Bangka Belitung
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Semangat berbagi untuk sesama terus ditunjukkan Hadjeri Hamzah (64), warga Kelapa Gading, RT 19/RW 08, Kecamatan Tanjungpandan. Berprofesi sebagai sopir taksi, Hadjeri telah mendonorkan darahnya sebanyak 82 kali, sebuah dedikasi yang telah menyelamatkan banyak nyawa.
Atas konsistensinya menjadi pendonor darah, Hadjeri telah menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Penghargaan pertama diterimanya dari tingkat kabupaten saat mencapai 50 kali donor darah pada masa pandemi Covid-19. Selanjutnya, ia kembali menerima penghargaan dari tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah mencapai 75 kali donor.
Meski demikian, bagi Hadjeri, penghargaan bukanlah tujuan utama. “Kalau kami sebagai pendonor, jujur saja tidak mengharapkan penghargaan. Kami ikhlas mendonorkan darah untuk membantu sesama yang membutuhkan. Alhamdulillah kalau diberi penghargaan, kami terima dengan rasa syukur,” ujarnya.
Menurutnya, bukan hanya pendonor yang patut diapresiasi, tetapi juga seluruh petugas PMI yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan melayani masyarakat.
Hadjeri meyakini bahwa setiap tetes darah yang didonorkannya akan menjadi amal kebaikan. “Saya percaya setiap darah yang kita berikan untuk orang lain, Allah SWT akan menggantinya. Jadi saya tidak pernah merasa rugi setelah donor darah,” katanya.
Jaga Pola Hidup Sehat
Agar tetap bugar dan rutin mendonorkan darah, Hadjeri mengaku menjaga pola hidup sederhana namun disiplin. Salah satunya dengan mengonsumsi dua butir telur ayam setiap pagi yang dipadukan dengan empat sendok teh madu. Kebiasaan tersebut telah dijalaninya selama puluhan tahun.
“Setiap pagi sarapan saya dua butir telur dan madu. Sudah puluhan tahun seperti itu,” ungkapnya.
Hadjeri memiliki golongan darah A positif (A+). Ia mengatakan PMI kini membentuk grup komunikasi berdasarkan golongan darah untuk memudahkan koordinasi apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan darah yang mendesak.
Donor Darah Sejak Usia Muda
Pria yang mulai rutin menjadi pendonor sejak berusia sekitar 24 hingga 25 tahun ini mengaku tidak pernah mengalami keluhan kesehatan akibat donor darah.
“Selama donor darah saya tidak ada keluhan. Justru niat saya hanya ingin membantu sesama,” katanya.
Menurut Hadjeri, kebutuhan darah bisa datang kapan saja, baik siang maupun malam. Karena itu ia berharap semakin banyak masyarakat yang tidak ragu menjadi pendonor sukarela.
“Saya mengajak masyarakat, terutama yang memenuhi syarat, jangan takut donor darah. Ini untuk membantu orang yang membutuhkan. Selama kondisi tubuh sehat, donor darah itu aman dan sangat bermanfaat,” pesannya.
Hingga kini, Hadjeri tetap berkomitmen mendonorkan darahnya secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali sesuai ketentuan PMI. Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan kemanusiaan, tetapi juga menjadi salah satu bagian dalam menjalani kehidupan untuk terus berbagi dan menolong sesama.
- person
- visibility 47
- forum 0