Jalan Kabupaten Belitung di Pulau Seliu Rusak Berat Warga Bergotong Royong Memperbaikinya

Kegiatan gotong royong tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak swasta, yaitu PT Kekal Putra Nusantara, perusahaan tambak udang vannamei yang beroperasi di wilayah tersebut

MEMBALONG – Jalan di Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung kembali menjadi sorotan. Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan gotong royong memperbaiki kerusakan parah pada sejumlah ruas jalan desa yang telah lama dikeluhkan warga.

Kerusakan terjadi di sepanjang Jalan Kelayang, Jalan A. Yani, hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat Desa Pulau Seliu. Kondisi kerusakan dinilai sudah sangat berat—penuh lubang, permukaan aspal mengelupas, dan tidak lagi layak digunakan sebagai jalur transportasi.

Kepala Desa Pulau Seliu Edyar menjelaskan bahwa jalan desa sepanjang 12,5 km ini terakhir dibangun pada tahun 2015 menggunakan aspal siram (buras). Kini, setelah berusia sekitar sepuluh tahun, material buras itu sudah tidak mampu lagi menahan tingkat mobilitas masyarakat dan mulai rusak di banyak titik.

“Jalan ini sebenarnya kewenangan Kabupaten Belitung. Namun karena kondisinya sudah membahayakan warga, kami bersama BPD dan kelembagaan desa lainnya melakukan gotong royong untuk melakukan penimbunan darurat,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak swasta, yaitu PT Kekal Putra Nusantara, perusahaan tambak udang vannamei yang beroperasi di wilayah tersebut. Perusahaan tersebut secara sukarela menurunkan alat berat berupa excavator dan dump truck untuk mengangkut tanah timbunan ke lokasi jalan yang rusak.

Pemerintah Desa Pulau Seliu menegaskan bahwa upaya perbaikan jalan ini telah berkali-kali diusulkan sejak tahun 2018 dan selalu masuk dalam rencana pembangunan strategis desa, bahkan menjadi skala prioritas setiap tahunnya. Namun hingga kini, jalan tersebut belum mendapat penanganan dari pemerintah kabupaten.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Belitung dapat berkunjung ke Desa Pulau Seliu untuk melihat langsung kondisi jalan yang rusak berat ini. Dengan adanya kunjungan Forkopimda, kami percaya akan muncul perhatian dan solusi nyata,” harapnya.

Warga Pulau Seliu juga menuturkan bahwa mereka hanya menginginkan rasa keadilan pembangunan, mengingat desa mereka merupakan wilayah kepulauan yang turut berkontribusi bagi Kabupaten Belitung.

“Sebagai masyarakat desa kepulauan, kami ingin merasakan keadilan pembangunan. Jalan ini adalah nadi pergerakan ekonomi kami,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Gotong royong ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perbaikan permanen dari pemerintah kabupaten, sehingga akses transportasi warga kembali aman dan layak digunakan.*